Today Wednesday, 7th December 2022
GOFIT Indonesia

Build Healthier Indonesia

Post Widget 1

Heath Tips

  • In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a
  • Fringilla vel, aliquet nec, vulputateDonec pede justo,  eget, arcu. In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae, justo.Nullam dictum felis eu pede mollis pretium.

Post Widget 2

Kram Otot

Kram Otot

(by: Lutfinanda Amary Septiandi S.Tr.FT)

(Sport Physiotherapy)

Kram otot adalah salah satu kondisi yang pernah dialami oleh hampir semua orang. Ketika menggunakan otot yang bisa dikontrol seperti otot lengan dan kaki, otot akan melakukan kontraksi dan relaksasi bergantian. Otot yang berkontraksi di luar kehendak disebut spasme, dan ketika spasme terjadi cukup kuat dan berkelanjutan, maka terjadilah kram. Akan tetapi, apa sebenarnya penyebab kram otot?

Kram bisa menyerang saat otot tengah aktif digunakan, hal ini diduga berkaitan dengan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit tubuh. Kondisi tersebut memang rentan terjadi saat berolahraga, sebab tubuh kehilangan banyak cairan. Jika cairan yang keluar tidak segera digantikan, maka akan terjadi dehidrasi hingga kekurangan elektrolit, seperti natrium, kalsium, dan magnesium. 

Kekurangan asupan cairan juga bisa menyebabkan saraf otot menjadi sensitif, sehingga mudah terjadi kontraksi yang tidak terkontrol. Selain itu, penggunaan otot secara berlebihan pada posisi tertentu juga bisa menjadi pemicu kram, misalnya menggunakan otot kaki secara berlebihan tanpa istirahat. Kram juga bisa disebabkan karena adanya saraf terjepit atau berkurangnya aliran darah ke otot.

Kram bisa membaik dengan sendirinya, tetapi jika kondisi ini sering terjadi dan dibarengi dengan gejala lain Meski bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi rasa nyeri akibat kram bisa sangat menyiksa. 

Berbeda dengan kejadian kram yang terjadi saat berolahrga, banyak juga orang yang mengalami kejadian kram justru saat beristirahat atau di jam tidur, dalam laporan American Family Physician (2012) sekitar 60% orang pernah mengalami kram di malam (hingga menjelang pagi). Gejala ini disebut sebagai Nocturnal Leg Cramps. Gejalanya berupa pemendekan/kram otot betis (gastrocnemius) yang berlangsung beberapa detik hingga menit. Waktu terjadinya terutama saat tidur di malam hingga menjelang pagi hari. Penyebab kram itu belum bisa dipastikan hingga saat ini. Mengacu pada National Medical Society, saat kita tidur maka otot pada bagian kaki dan betis menjadi lebih pendek, sehingga rentan diserang kram. 

Berikut beberapa faktor terjadi nya kram seperti:

1. Gangguan sirkulasi, ini terkait kurangnya suplai oksigen ke daerah kaki (betis) terutama pada orang yang mengalami atherosclerosis, diabetes, gangguan jantung, dan lain-lain. Periksalah ke dokter anda jika memang terkait masalah kesehatan tersebut. Pencegahan dengan massage ringan pada daerah kaki (betis) sebelum tidur dapat mengurangi kejadian itu.

2. Kekurangan mineral, seperti kalium, magnesium, dan kalsium yang merupakan elektrolit penting berfungsi sirkulasi darah secara lancar. Kekurangan mineral ini berisiko sering mengalami kram kaki saat malam. Pencegahannya bisa mengonsumsi (terutama buah-buahan) yang kaya mineral sebelum tidur, seperti : pisang, alpukat, apel, jeruk, dan lain-lain.

3. Dehidrasi, tubuh kekurangan cairan. Bila tidak cukup cairan tubuh, sirkulasi darah dan sistem saraf pusat akan terpengaruh, sehingga risiko kram akan lebih sering. Pencegahannya minumlah segelas air sebelum tidur di malam hari.

4. Aktivitas fisik, terutama olahraga dengan intensitas tinggi yang dilakukan di malam hari, lebih berisiko terhadap kram. Pencegahannya sebaiknya tidak melakukan olahraga intensitas tinggi malam hari.

Kram pada kaki terutama saat tidur malam atau menjelang bangun pagi hari, sering dikenal dengan istilah nocturnal leg cramps. Keluhan itu dapat dialami semua orang. Kejadian ini meningkat seiring bertambah usia, terutama di atas 50 tahun. Namun bisa juga pada dewasa muda dan anak-anak.

Penelitian menyebutkan, sekitar 40% yang mengalami kram di malam hari sering kambuh setidaknya tiga kali per minggu. Kram pada kaki ditandai ketegangan otot tiba-tiba, sering pada kaki, betis, paha. Berlangsung beberapa detik sampai menit.

Kram bisa menghilang dengan peregangan yang kuat pada otot yang terkena. Hal ini tentu saja mengganggu karena dapat menimbulkan nyeri dan gangguan tidur. Adapun penyebabnya sering kali idiopatik (tidak diketahui dengan pasti), adanya gangguan structural seperti kaki datar dan lutut membengkok ke belakang.

Bisa juga berhubungan dengan berkurangan volume carian ekstraselular (seperti penggunaan obat diuretik) dan gangguan elektrolit. Duduk terlalu lama, dengan posisi kaki tidak benar selama aktivitas kejadian itu bisa munculnya kram pada kaki.

Gangguan metabolik yang berhubungan kram pada kaki termasuk diabetes (kencing manis), hipoglikemia, alkoholism, hipotiroid, dan myopati metabolik. Ada juga kram otot yang muncul setelah latihan atau aktivitas fisik. Dalam bidang saraf (neurologi) ada beberapa kondisi yang sering disertai kram kaki, seperti : penyakit parkinson, miopati, neuropati, radikulopati, dan gangguan motor neuron.

Tentu saja perlu wawancara dan pemeriksaan lebih lanjut menentukan kondisi di atas. Selama tidak disertai gejala lain, seperti : tremor, otot mengecil, rasa kebas, kesemutan, nyeri yang menjalar, kelemahan pada tungkai, kecil kemungkinan mengalami kondisi di atas. Penanganan dan pencegahan kram pada kaki dimulai dengan penanganan nonfarmakologi atau tanpa obat.

Pada saat kram muncul, kram dapat hilang dengan sendirinya. Bisa juga dibantu meregangkan otot yang kram. Untuk mencegah kram lanjutan, gunakan saja untuk berjalan diikuti berbaring sambil sedikit meninggikan posisi kaki. Dapat juga mengalirkan air hangat pada daerah kram selama lima menit.

Untuk mencegah kram di kemudian hari, harus dikenali apa pencetusnya, seperti : memperbaiki posisi kaki ketika duduk lama, melakukan pemanasan sebelum latihan, menggunakan selimut saat tidur, minum air cukup, menghindari alkohol dan kopi juga dikatakan membantu. Beberapa penelitian mengatakan konsumsi vitamin B kompleks dapat memberi manfaat.

RAISE team

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Read also x