Today Wednesday, 7th December 2022
GOFIT Indonesia

Build Healthier Indonesia

Post Widget 1

Heath Tips

  • In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a
  • Fringilla vel, aliquet nec, vulputateDonec pede justo,  eget, arcu. In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae, justo.Nullam dictum felis eu pede mollis pretium.

Post Widget 2

Cedera Ankle (Ankle sprain)

Cedera Ankle (Ankle sprain)

By : Lutfinanda Amary Septiandi S.Tr.Ft

Ankle sprain atau cedera engkel adalah cedera pada jaringan ligamen yang ada pada pergelangan kaki. Ligamen ini berfungsi untuk membantu Anda berjalan secara stabil dan juga membantu pergerakan engkel.  Cedera engkel terjadi ketika Anda secara tidak sadar atau tiba-tiba melakukan gerakan memutar pergelangan kaki dengan cara yang tidak tepat. Hal ini dapat menyebabkan ligamen mengalami perenggangan hingga melampaui batas dan robek.Saat mengalami cedera engkel, sendi pergelangan kaki biasanya akan bengkak, memicu rasa nyeri, dan membuat Anda menjadi sulit untuk berjalan.  

Tingkat keparahan cedera engkel

Dokter biasanya akan menilai keseleo pergelangan kaki berdasarkan tingkat keparahan cedera:

·     Ringan (tingkat I)

Berdasarkan tingkat keparahannya, cedera ringan akan membuat ligamen Anda meregang tetapi tidak robek. Pergelangan kaki Anda masih terasa stabil. Kaki Anda mungkin akan sakit dan kaku.

·     Sedang (tingkat II)

Pada cedera sedang, satu atau lebih ligamen robek sebagian. Sendi tidak sepenuhnya stabil, dan Anda tidak dapat menggerakkannya seperti biasa. Cedera sedang ini membuat pergelangan kaki bengkak dan nyeri.

·     Parah (tingkat III)

Cedera parah membuat satu atau lebih ligamen robek total, dan pergelangan kaki Anda tidak stabil. Anda sangat kesakitan dan tidak dapat menggerakkannya.

Tanda dan gejala cedera ankle 

Secara umum, gejala cedera engkel meliputi:

  • Nyeri timbul setelah cedera dan berbunyi ‘pop’ ketika bergerak
  • Pergelangan kaki sakit jika disentuh
  • Merah dan bengkak pada engkel
  • Ketidakmampuan untuk menggerakkan engkel
  • Tidak dapat berjalan dengan stabil
  • Kaki mati rasa

Cedera Engkel

02 Jun 2021

Pengertian cedera engkel

Ankle sprain atau cedera engkel adalah cedera pada jaringan ligamen yang ada pada pergelangan kaki. Ligamen ini berfungsi untuk membantu Anda berjalan secara stabil dan juga membantu pergerakan engkel.  Cedera engkel terjadi ketika Anda secara tidak sadar atau tiba-tiba melakukan gerakan memutar pergelangan kaki dengan cara yang tidak tepat. Hal ini dapat menyebabkan ligamen mengalami perenggangan hingga melampaui batas dan robek.Saat mengalami cedera engkel, sendi pergelangan kaki biasanya akan bengkak, memicu rasa nyeri, dan membuat Anda menjadi sulit untuk berjalan.  

Tingkat keparahan cedera engkel

Dokter biasanya akan menilai keseleo pergelangan kaki berdasarkan tingkat keparahan cedera:

·     Ringan (tingkat I)

Berdasarkan tingkat keparahannya, cedera ringan akan membuat ligamen Anda meregang tetapi tidak robek. Pergelangan kaki Anda masih terasa stabil. Kaki Anda mungkin akan sakit dan kaku.

·     Sedang (tingkat II)

Pada cedera sedang, satu atau lebih ligamen robek sebagian. Sendi tidak sepenuhnya stabil, dan Anda tidak dapat menggerakkannya seperti biasa. Cedera sedang ini membuat pergelangan kaki bengkak dan nyeri.

·     Parah (tingkat III)

Cedera parah membuat satu atau lebih ligamen robek total, dan pergelangan kaki Anda tidak stabil. Anda sangat kesakitan dan tidak dapat menggerakannya.

Secara umum, gejala cedera engkel meliputi:

  • Nyeri timbul setelah cedera dan berbunyi ‘pop’ ketika bergerak
  • Pergelangan kaki sakit jika disentuh
  • Merah dan bengkak pada engkel
  • Ketidakmampuan untuk menggerakkan engkel
  • Tidak dapat berjalan dengan stabil
  • Kaki mati rasa

Penyebab cedera engkel

Penyebab utama cedera engkel adalah perenggangan pergelangan kaki yang menyebabkan ligamen luka. Hal terjadi saat kaki Anda diputar ke dalam atau dipelintir, seperti saat Anda:

  • Salah menapakkan kaki Anda saat berlari
  • Menginjak permukaan yang tidak rata, seperti lubang
  • Menginjak orang lain saat berolahraga, misalnya engkel tertekuk saat melakukan rebound dan jatuh di atas kaki pemain lain

Faktor risiko cedera engkel

Beberapa faktor risiko cedera engkel meliputi:

  • Wanita, anak-anak, atau remaja
  • Berolahraga, terutama di lapangan dalam ruangan
  • Punya masalah keseimbangan
  • Menggunakan sepatu hak tinggi atau sepatu yang tidak pas
  • Memiliki pergelangan kaki yang lemah atau kaku, seperti karena cedera sebelumnya.

Penyebab Terjadinya Cedera Engkel

Penyebab Terjadinya Cedera Engkel

Pada dasarnya, cedera engkel terjadi ketika pergelangan kaki dipaksa untuk bergerak keluar dari posisi normalnya.

Hal ini dapat menyebabkan satu atau lebih ligamen pergelangan kaki meregang, robek sebagian, atau robek sepenuhnya.

Ada beberapa kondisi yang kemudian dapat menyebabkan seseorang mengalami cedera engkel.

berikut ini beberapa penyebab seseorang mengalami cedera engkel, yaitu:

  • Jatuh yang menyebabkan pergelangan kaki terpelintir.
  • Mendarat tidak sempurna setelah melompat atau berputar.
  • Berjalan atau berolahraga di permukaan yang tidak rata.
  • Terjadi cedera saat berolahraga.
  • Terjatuh, karena berbagai penyebab.
  • Selama aktivitas olahraga, orang lain menginjak kaki saat berlari, yang menyebabkan kaki berputar atau berguling ke samping.

Sebagian besar kasus cedera engkel terjadi saat aktivitas olahraga, sehingga penting sekali untuk memerhatikan faktor risiko dari olahraga yang Moms jalani.

Faktor Risiko Alami Cedera Engkel

Faktor Risiko Alami Cedera Engkel

Selain memerhatikan penyebab terjadinya cedera engkel, ada beberapa faktor risiko seseorang bisa mengalami cedera engkel, di antaranya:

1. Permukaan yang Tidak Merata

Berjalan atau berlari di permukaan yang tidak rata atau kondisi lapangan yang buruk meningkatkan risiko terjadinya cedera engkel.

2. Cedera Olahraga

Cedera engkel adalah cedera olahraga yang umum, terutama dalam olahraga yang membutuhkan gerakan melompat, memotong, atau memutar atau memutar kaki seperti bola basket, tenis, sepak bola, dan lari.

3. Pemakaian Sepatu yang Tidak Tepat

Pemakaian sepatu ternyata dapat menjadi faktor risiko mengalami cedera engkel. Di antaranya seperti sepatu yang tidak pas atau tidak sesuai untuk suatu aktivitas.

Selain itu, pemakaian sepatu hak tinggi juga dapat membuat pergelangan kaki lebih rentan cedera.

Itulah beberapa faktor risiko seseorang mengalami cedera engkel.

Perhatikan juga beberapa tanda-tanda Moms mengalami cedera engkel, agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Tanda-Tanda Alami Cedera Engkel

Tanda-tanda Alami Cedera Engkel

Dilansir dari American Academy of Orthopaedic Surgeons, ada beberapa tanda yang terlihat saat seseorang mengalami cedera engkel, yaitu:

  • Nyeri pada kaki yang cedera.
  • Kaki yang terlihat membengkak dan memar.
  • Area memar kaki yang lembut ketika disentuh.
  • Pergerakan menjadi terbatas.
  • Pergelangan kaki menjadi tidak stabil. Kondisi ini dapat terjadi ketika ada robekan total pada ligamen atau dislokasi total pada sendi pergelangan kaki.
  • Sensasi suara terjadi saat mengalami cedera.

Pengobatan cedera engkel memang bisa dilakukan di rumah. Namun, ada beberapa tanda Moms harus segera menemui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jika Moms mengalami nyeri yang parah hingga tidak mampu untuk menggerakkan kaki atau kesulitan berjalan, segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat, ya.

Sebab, Moms mungkin mengalami kerusakan signifikan pada ligamen atau patah tulang di pergelangan kaki atau kaki bagian bawah.

Pengobatan Rumahan Cedera Engkel

Foto: emedihealth.com

Cedera engkel dapat diobati dengan penanganan mandiri yang disebut RICE. Namun, penanganan ini hanya dilakukan untuk kasus cedera engkel yang bersifat ringan.

Metode pengobatannya, yaitu:

  • Rest. Istirahatkan pergelangan kaki dengan tidak memaksakan diri untuk berjalan.
  • Ice. Kompres area yang cedera dengan es yang dibalutkan handuk. Gunakan selama 20-30 menit, tiga atau empat kali sehari. Hindari mengoleskan es langsung ke kulit.
  • Compression. Gunakan pembalut kompresi atau perban yang berguna untuk menopang pergelangan kaki.
  • Elevate. Tinggikan pergelangan kaki sesering mungkin selama 48 jam pertama setelah mengalami cedera.Pengobatan Cedera Engkel Lainnya

Foto: thephysiocompany.co.uk

Sebenarnya, hampir semua cedera engkel dapat diobati tanpa operasi.

Robekan ligamen yang lengkap dapat sembuh tanpa perbaikan bedah jika tidak dapat digerakkan dengan tepat.

Perlu dipahami, ada tiga fase yang memandu perawatan untuk semua cedera engkel, mulai dari ringan hingga parah:

  • Fase 1, yaitu beristirahat untuk melindungi pergelangan kaki dan mengurangi pembengkakan.
  • Fase 2, mencakup pemulihan rentang gerak, kekuatan, dan fleksibilitas.
  • Fase 3, mencakup latihan pemeliharaan dan kembalinya secara bertahap ke aktivitas yang tidak memerlukan memutar atau memutar pergelangan kaki.

Pada kebanyakan kasus, pembengkakan dan nyeri akan berlangsung selama 2 hingga 3 hari.

Berjalan mungkin sulit selama waktu ini dan dokter mungkin menyarankan Moms untuk menggunakan kruk sesuai kebutuhan.

Selama fase awal penyembuhan, penting untuk menopang pergelangan kaki dan melindunginya dari gerakan.

Jadi, biasanya akan digunakan gips atau penyangga lainnya untuk melindungi kaki.

Selain itu, terapi fisik juga mungkin diperlukan.Tujuannya untuk mencegah kekakuan, meningkatkan kekuatan pergelangan kaki, dan mencegah masalah pergelangan kaki kronis.

Pada intinya, pengobatan akan ditentukan dari seberapa parah cedera engkel yang Moms alami.

Untuk itu, dokter akan melakukan diagnosis sebelum menentukan penanganan yang tepat.

Selama proses diagnosis, tes pencitraan (X-ray atau USG) juga dapat dilakukan untuk melihat seberapa parah cedera engkel yang dialami.

Untuk itu, segera lakukan pemeriksaan setelah anda atau anggota keluarga lainnya yang mengalami cedera engkel, ya!

RAISE team

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Read also x