Awesome!
Thank you, You are now suscribing GOFIT™
hit enter to search
  OR CANCEL
Sport
Artikel
08 October 2018
13 Tip Meningkatkan Kemampuan Berlari

SETELAH MEMBANGUN FONDASI kemampuan berlari, ada sejumlah hal yang perlu Anda perhatikan untuk meningkatkan performa ayunan kaki. Mulai dari belajar dari kesalahan, berani melakukan hal yang berbeda, menetapkan tujuan, hingga memastikan selalu stabil dan konsisten. Tigabelas tip berikut ini akan membantu Anda melakukannya.

#1 Ambil Apa yang Bisa Anda Dapatkan

Ini juga disebut junk miles jarak berlari yang Anda tempuh secara perlahan di hari-hari latihan ringan atau selama pemanasan. Ini membakar kalori sama efektifnya dengan berlari dalam kecepatan tinggi, hanya saja dilakukan dengan durasi lebih lama, ujar Hal Higdon, seorang pelari, penulis, dan pelatih. Tanpa menghiraukan kecepatan, tiap kilometernya Anda membakar hampir 100 kalori.

#2 Belajar dari Kesalahan

Anda mencari tahu latihan paling maksimal Anda dengan melakukan trial and error. Jika saya mengetahuinya terlalu berat, Saya akan menurunkan kadarnya. Saya tidak berlari lima hari dalam seminggu sebelum mencapai sub 4, ujar Sir Roger Bannister, pelari pertama yang pertama memecahkan rekor berlari 1,6 kilometer dalam waktu kurang 4 menit di 1954.

#3 Jangan Takut Berbeda

Dalam latihan, jangan takut melakukan hal-hal yang aneh, eksentrik, atau ekstrim. Hanya dengan keberanian melawan tradisi Anda bisa mendapatkan hal-hal baru tentang latihan yang bisa Anda gunakan untuk mengembangkan kemampuan, ujar Benji Durden, atlet lari marathon Amerika Serikat di Olimpiade 1980.

#4 Tentukan Tujuan

Saya menggunakan perlombaan sebagai motivator. Sangat sulit bertahan pada program latihan jika Anda tak memiliki tujuan atau target yang jelas untuk dicapai, ujar Bob Greene, personal trainer Oprah Winfrey.

#5 Berpikir ke Depan

Pertama tentukan tujuan atau target Anda. Kemudian jabarkan langkah-langkah untuk mencapainya. Gunakan pensil untuk menulisnya, sehingga Anda bisa mengubah beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam perjalanan Anda, ujar Jeff Galloway, pelari Olimpiade, penulis, dan pelatih.

#6 Lakukan Secara Bertahap

Jika Anda memiliki fondasi yang kuat, Anda bisa membangun ruang lain setelah ruang sebelumnya, dan kemudian Anda akan memiliki sebuah rumah. Setelah Anda membangun jarak berlari, tambahkan mengayunkan kaki tanjakan, berlatih kecepatan, speedwork, dan terakhir strategi berlomba, ujar Rod Dixon, juara New York City Marathon 1983.

#7 Latih Ketahanan Anda

Tak peduli apakah seorang pelari menggunakan tumit atau jari-jari kaki untuk melontarkan tubuhnya sat berlari, hal paling penting dalam lari jarak jauh adalah ketahanan dan bagaimana mendapatkannya, ujar Clarence DeMar, juara Boston Marathon tujuh kali.

#8 Gunakan Imajinasi

Abaikan jam chronometer, monitor detak jantung, data latihan, pakaian olahraga berteknologi tinggi, atau sepatu keluaran terbaru milik Anda. Berlarilah dengan imajinasi Anda, ujar Lorraine Moller, peraih medali perunggu kategori marathon di ilimpiade 1992.

#9 Dengarkan Tubuh Anda

Tubuh Anda selalu berusaha memberitahu keadaan Anda. Waspada ketika Anda mulai lelahdan lesu, saat Anda kehilangan ketertarikan dengan latihan dan mulai menganggapnya sebagai tugas ketimbangan kesenangan, ujar Dr. George Sheehan.

#10 Stabil dan Konsisten

Konsistensi dari hari ke hari jauh lebih penting ketimbang jarak berlari yang jauh yang kemudian tak membuat Anda mengayunkan kaki keesokan harinya, ujar John Campbell ujar mantan bintang pelari kelas master dari Selandia Baru.

#11 Cari Proporsi yang Tepat

Jika Anda berlari 50 kilometer tiap minggu, 12,5 kilometer di antaranya atau seperempatnya seharusnya adalah ayunan kaki yang berkualitas. Jarak yang berkualitas akan meningkatkan kapasitas aerobik Anda, ujar Owen Anderson, Ph.D., seorang penulis tentang lari.

#12 Lakukan Aklimatisasi

Setelah berlari, jangan terburu-buru untuk kembali ke rutinitas kehidupan Anda. Luangkan waktu beberapa menit untuk berjalan kaki, melakukan peregangan, relaksasi, dan meditasi, nasehat editor Runners World.

#13 Jangan Paksa Tubuh Anda

Peregangan yang terlalu agresif justru bisa meningkatkan risiko cedera Anda, ujar Tim Noakes, M.D., penulis Lore of Running.

Part 1 of 14
Recommended for you
14 September 2018
ANDA TIDAK SELALU bisa berlatih di gym. Tetapi bukan berarti Anda harus melewatkan WOD (workout of the day). Abaikan latihan dengan beban (barbell, dumbbell) dan coba latihan ala CrossFit berikut ini ....
12 June 2018
KAMI YAKINselain untuk urusan kesehatan, soal bentuk tubuh ideal juga menjadi alasan bagi banyak orang untuk berolahraga. Tapi sayangnya banyak orang yang melupakan masalah perawatan tubuh usai lati ....