Awesome!
Thank you, You are now suscribing GOFIT™
hit enter to search
  OR CANCEL
Kesehatan
Artikel
05 October 2018
Tes Kesehatan Anda di Rumah 

TIDAK ADA yang lebih mengetahui tentang diri Anda kecuali Anda sendiri, bahkan dari dokter ahli sekalipun. Itu artinya, Anda berkewajiban untuk tetap mengikuti perubahan dalam tubuh, termasuk yang sering tidak terlihat.

Tes darah yang sering Anda lakukan secara rutin memang menjadi salah satu cara untuk memantau kesehatan, meski sebenarnya tidak harus selalu menusukkan jarum ke jari Anda, Anda. Cukup lakukan beberapa cara di bawah ini untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda. Setelah melakukannya, diskusikan hasilnya dengan dokter Anda.

#1 Tes Duduk Duduk-Bangun

Tanpa bersandar pada sesuatu, siapkan diri Anda dalam posisi duduk di lantai dengan kaki terlipat, lalu bangkit berdiri lagi. Skor maksimal adalah 10 poin, yakni 5 untuk mengubah posisi dari berdiri ke duduk dan 5 untuk bangkit kembali. Turunkan 1 poin setiap kali Anda menggunakan tangan, lengan bawah, lutut, atau sisi kaki Anda untuk menopang diri. Turun setengah poin jika Anda goyah saat melakukan tes.

Mengapa tes ini dilakukan? Sebuah studi tahun 2012 terhadap lebih dari 2.000 orang dewasa mengungkapkan bahwa subjek dengan skor di bawah 8 memiliki risiko kematian dua sampai lima kali lipat lebih tinggi dalam enam tahun ke depan. Di sisi lain, setiap kenaikan poin dikaitkan dengan peningkatan kelangsungan hidup sebesar 21 persen.

Apa hubungannya? Tes ini sebagai pengukur kebugaran muskuloskeletal yang solid dan telah dikaitkan dengan harapan hidup.

Mendapatkan hasil rendah? Anda tak usah panik. Anda bisa melakukan tiga set masing-masing sepuluh kali squat setiap hari. Anda akan takjub melihat betapa cepatnya Anda bisa memperbaiki nilai yang berarti kesehatan Anda pun membaik.

#2 Uji Indera Penciuman

Lakukan tes ini bersama rekan atau pasangan Anda. Beritahukan kepadanya apa yang Anda baui dan kenali, misalnya seperti peppermint, ikan, jeruk, mawar, dan kulit. Jika Anda bisa mencium empat dari lima aroma menunjukkan bahwa Anda memiliki indera penciuman normal.

Mengapa tes ini dilakukan? Ada penelitian yang menggunakan tes semacam ini untuk memprediksi angka kematian pada lansia. Setelah lima tahun penelitian, subyek yang mengidentifikasi hanya satu aroma (atau tidak sama sekali) lebih dari tiga kali kemungkinan teridentifikasi meninggal dibandingkan dengan mereka yang masih bisa membaui empat atau lebih aroma.

Sementara para periset masih belum mengetahui bagaimana bau dan umur panjang terkait. Satu penjelasan yang mungkin adalah bahwa sistem penciuman Anda bergantung pada pembentukan sel induk baru. Ini artinya bila kemampuan membaui menurun, bisa berarti penurunan regenerasi sel dalam tubuh.

#3 Tes Phalens Carpal Tunnel

Letakkan siku di atas meja dan lengan bawah diposisikan vertikal. Satukan pergelangan tangan Anda dan biarkan tangan Anda jatuh bebas membentuk sudut 90 derajat. Tahan posisi ini selama satu menit.

Mengapa tes ini dilakukan? Jika Anda merasa mati rasa, kesemutan, atau rasa sakit di jari tangan atau telapak tangan, Anda mungkin menderita sindrom Phalens Carpal Tunnel, yang terjadi saat syaraf yang melintang melalui pergelangan tangan ke tangan Anda menjadi terkompresi.Wanita kira-kira tiga kali lebih banyak mengalami hal ini daripada laki-laki. Salah satu sebab yang masuk akal karenal pergelangan tangan wanita lebih kecil sehingga sedikit ruang bagi saraf untuk berubah posisi.Periksa postur tubuh Anda. Membungkuk atau menunduk bisa memampatkan saraf di leher Anda, yang akhirnya dapat mempengaruhi pergelangan tangan, tangan, dan jari Anda. Duduklah tegak.

#4 Uji Waktu Reaksi

Anda bisa mencari tes waktu reaksi secara daring yang meminta Anda untuk menekan tombol tertentu sebagai respons terhadap perubahan tertentu, seperti pergeseran warna atau jumlah objek. Ada banyak pilihan di halaman Google, misalnya G.O.A.T reaction test.

Mengapa tes ini dilakukan? Dalam sebuah penelitian tahun 2014, ditemukan bahwa waktu reaksi satu detik lebih lambat (dari rata-rata) dikaitkan dengan risiko kematian 25 persen lebih tinggi dalam 15 tahun ke depan. Bahkan ada kemungkinan 36 persen lebih tinggi meninggal akibat penyakit kardiovaskular. Waktu reaksi yang lebih cepat atau lambat dapat dikaitkan dengan kesehatan keseluruhan sistem saraf pusat Anda.

Bagaimana dengan Anda? Silakan coba empat rangkaian tes di atas dan cek hasilnya.

Part 1 of 5
Recommended for you
14 September 2018
ANDA TIDAK SELALU bisa berlatih di gym. Tetapi bukan berarti Anda harus melewatkan WOD (workout of the day). Abaikan latihan dengan beban (barbell, dumbbell) dan coba latihan ala CrossFit berikut ini ....
12 June 2018
KAMI YAKINselain untuk urusan kesehatan, soal bentuk tubuh ideal juga menjadi alasan bagi banyak orang untuk berolahraga. Tapi sayangnya banyak orang yang melupakan masalah perawatan tubuh usai lati ....