Awesome!
Thank you, You are now suscribing GOFIT™
hit enter to search
  OR CANCEL
Fitnes
Artikel
11 June 2018
Latihan (tetap) Maksimal di Bulan Puasa

PUASA BUKAN HALANGAN BAGI ANDA untuk tetap melakukan aktivitas fisik. Asal Anda mau berkompromi dengan kondisi tubuh dan sedikit ertindak cerdas, tubuh bugar dan definisi tegas otot-otot Anda akan tetap terjaga saat Lebaran Idul Fitri datang. Berikut tiga tip yang bisa Anda pertimbangkan.

#1 ATUR WAKTU LATIHAN

Melakukan latihan beban pada saat tubuh dalam keadaan dehidrasi akan menurunkan kekuatan otot secara signifikan. Saat Anda berpuasa, waktu terbaik untuk latihan beban adalah malam hari. Pada saat itu, tubuh telah mengonsumsi makanan dan cairan yang akan berfungsi sebagai bahan bakar pada saat latihan. Latihan beban pada malam hari juga memungkinkan kita untuk mengkonsumsi pre-workout meal atau shake yang berfungsi untuk memicu pertumbuhan otot atau bahkan pembakaran lemak. Apabila tidak memungkinkan latihan pada malam hari, satu jam setelah berbuka adalah saat yang ideal. Kita dapat melakukan latihan intensif selama 30 menit dengan mengkombinasikan aktivitas kardio dan latihan beban.

#2 SESUAIKAN INTENSITAS

Saat tak berpuasa, Anda bisa melakukan squat menggunakan beban 40 kilogram dengan mudah. Jika Anda melakukannya saat berpuasa, hal ini tak akan mudah dilakukan. Saat berpuasa, tubuh tidak mengonsumsi apapun selama sekitar 13 jam dan Anda melakukan aktivitas seperti biasa di pagi hingga sore hari. Dalam keadaan seperti ini, tubuh tak akan mampu menerima intensitas latihan yang normal Anda lakukan. Hal ini terjadi karena cadangan karbohidrat kita telah habis. Padahal karbohidrat adalah bahan bakar utama yang dibutuhkan jika ingin melakukan latihan dengan intensitas tinggi. Turunkan sedikit intensitas latihan Anda di bulan Ramadhan dengan mengurangi beban atau repetisi. Jenis yang olahraga yang dapat dilakukan saat masih dalam keadaan puasa adalah latihan aerobik dengan intensitas sedang (70-80 persen detak jantung maksimal). Detak jantung maksimal dapat dihitung dengan = 220 umur. Misal Anda berumur 40 tahun, maka detak jantung maksimal Anda adalah 180. Bagi yang bernapsu membakar lemak, Anda dapat melakukan olahraga pada intensitas 60-70 persendari detak jantung maksimal.

#3 PERHATIKAN PASOKAN NUTRISI

Hidangan yang disajikan saat berbuka bisa memicu Anda untuk makan berlebihan setelah berpuasa selama sekitar 13 jam. Pastikan Anda tetap mengawasi kecukupan kebutuhan protein dan jumlah kalori yang masuk ke tubuh selama waktu makan saat berpuas membentang. Perhatikan jumlah dan jenis makanannya. Usahakan jenisnya beragam dan jumlahnya tidak terlalu banyak. Untuk makan sahur, usahakan memilih makanan yang mengandung banyak serat dan gula kompleks sehingga dapat memperlambat proses pencernaan makanan.

Part 1 of 3
Recommended for you
25 June 2018
SETELAH PUASmenikmati periode libur lebaran, kini saatnya Anda kembali ke kantor. Biasanya saat kembali bekerja usai berlibur, Anda mungkin merasa sedikit kurang bersemangat, termasuk dalam urusan p ....
18 July 2018
Salah satu strategi terbik untuk membangun kekuatan fungsional di tubuh Anda dengan menggunakan program latihan yang telah dibuktikan hasilnya oleh Green Beret salah satu unit pasukan khusus Ameri ....