Pegiat Olahraga Galang Dana untuk Adopsi Hutan

By:
Posted: October 5, 2020

Sebanyak 403 pegiat olahraga dan anak muda perkotaan siap memberikan kalorinya secara daring dalam kegiatan tantangan olahraga daring #KaloriUntukHutan yang berlangsung mulai tanggal 5 sampai 25 Oktober 2020.

Kalori yang terkumpul akan digunakan untuk menggalang dana adopsi hutan di sekitar Stasiun Penelitian Soraya yang berada di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), Provinsi Aceh. Program  #KaloriUntukHutan bermaksud mengajak para pegiat olahraga untuk melakukan aksi nyata jaga hutan dengan cara memberikan kalori yang terbuang dari aktivitas olahraga mereka.

Selama 21 hari ke depan, peserta #KaloriUntukHutan ditantang untuk mengumpulkan minimal 1.000 kalori. Peserta dapat memilih berbagai jenis kegiatan berolahraga seperti  berlari, bersepeda, yoga, aerobik hingga termasuk aktivitas fisik seperti naik tangga untuk menyelesaikan tantangannya. Panitia menargetkan terkumpulnya 1 juta kalori dari seluruh peserta pada akhir periode tantangan.

Dalam pelaksanaannya, Hutan Itu Itu Indonesia bekerja sama dengan Forum Konservasi Leuser (FKL) sebagai mitra adopsi hutan dan Pandara sport sebagai race management. Saat ini pendaftaran masih dibuka sampai tanggal 18 Oktober. Terdapat dua kategori yakni Penjaga Hutan (berbayar) dan Pecinta Hutan (Gratis) yang masing-masing. Informasi lengkap tentang pendaftaran bisa melalui hutanitu.id/kaloriuntukhutan.

Program Kalori Untuk Hutan merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Hutan Indonesia yang telah dirayakan oleh 141 komunitas pemerhati dan cinta hutan pada tanggal 7 Agustus 2020 lalu.

“Kalori Untuk Hutan terinspirasi dari acara Ku Lari Ke Hutan yang disambut baik sejak awal penyelenggaranya di tahun 2016. Tujuan dari Kalori untuk Hutan sendiri adalah ingin menjangkau lebih banyak orang untuk dekat, hatinya, pikirannya kepada hutan, melalui minat dan hobi anak muda salah satunya olahraga. Dan karena kita masih dalam kondisi pembatasan sosial, maka kegiatan olahraga dipilih adalah yang dapat dilakukan sendiri dan di rumah” Ujar Rinawati Eko, Co-founder Hutan itu Indonesia dan Ketua pelaksana kegiatan Kalori untuk Hutan.

Sementara itu  Clara Gabriela Getsemani, sport influencer yang turut mendukung Kalori untuk Hutan mengungkapkan “Program Kalori untuk Hutan menjadi salah satu konsep dalam mengolahragakan masyarakat, dan mengkampanyekan mengenai kesehatan bagi setiap orang. Tidak hanya itu, selain kegiatan ini berdampak baik sembari mengkampanyekan olahraga kita sekaligus berkontribusi dalam perlindungan hutan di Aceh.”

Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) tempat dimana Stasiun Penelitian Soraya bernaung merupakan kawasan hutan sekunder ini memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, dan menjadi kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Leuser. Disini merupakan rumah bagi Gajah Sumatera, Orangutan, Harimau Sumatera dan Badak Sumatera, yang merupakan satwa kebanggaan bangsa Indonesia.  Selain empat megafauna tersebut, KEL merupakan habitat dari 130 spesies mamalia, 325 jenis burung, 3.500 jenis flora dan 89 jenis satwa yang tergolong langka (Mongabay Indonesia;2017). Kekayaan jenis inilah yang mendorong Hutan itu Indonesia untuk menyebarkan semangat #JagaHutan melalui program Kalori untuk Hutan.

Hutan Itu Indonesia (HII) memotori kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam menularkan rasa cinta terhadap hutan Indonesia kepada anak muda Indonesia lainnya melalui kampanye yang menyenangkan.

Hey, like this? Why not share it with a buddy?

Related Posts