Tips Menjaga Sistem Imun Selama Berpuasa

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Ahli gizi dan Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association, Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, menjelaskan bahwa berpuasa bukan berarti kebutuhan tubuh akan zat gizi menjadi berubah, hanya saja waktu makannya yang berbeda.

“Pada kebanyakan orang yang berpuasa, jam makan menjadi lebih pendek dibandingkan waktu tidak berpuasa dan mereka juga memiliki kecenderungan memilih makanan dan minuman yang manis menyebabkan kesempatan untuk memenuhi zat gizi terkait imunitas menjadi berkurang,” ujar Dr. Rita.

Untuk menjaga sistem imun tubuh, kita perlu mengonsumsi vitamin dan mineral melalui makanan yang sehat dan berimbang.

Berbagai macam vitamin dan mineral untuk sistem imun bisa diperoleh dari suplemen. Namun sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya dalam bentuk suplemen, perhatikan dosis dan jenisnya.

Vitamin dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu vitamin yang larut dalam lemak dan yang larut dalam air. Jika mengonsumsi vitamin yang larut dalam air seperti vitamin C dalam dosis tinggi, maka sisanya akan dibuang oleh tubuh, sehingga kecil kemungkinan terjadinya penumpukan vitamin tipe ini di dalam tubuh.

Namun, untuk vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A dan E, konsumsi dalam bentuk suplemen harus diperhatikan.

Jika konsumsinya dilakukan secara berlebihan, sisa vitamin akan disimpan dan jika dibiarkan bisa bersifat toksik (beracun) bagi tubuh.

Dr. Rita menambahkan bahwa jumlah vitamin dan mineral yang didapatkan dari makanan tidak akan menjadi toksisitas di dalam tubuh dan ketahanannya di dalam tubuh juga lebih lama. Artinya ketika seseorang tidak mengonsumsi vitamin dan mineral pada kurun waktu tertentu, maka tidak akan langsung terjadi gejala defisiensi (kekurangan) vitamin pada tubuhnya.

Untuk dapat memenuhi kebutuhan sistem imunitas saat berpuasa, Philips bersama Dr. Rita membagikan beberapa tips sebagai berikut:

  1. Penuhi konsumsi makanan  sumber protein yang rendah lemak atau sedang lemak (seperti ayam  tanpa kulit, tempe, tahu, kacang hijau, susu), minimal pada tiga kali waktu makan, yaitu makan malam (setelah Shalat magrib), menjelang tidur (makanan selingan berprotein), dan saat sahur. Bisa juga ditambah saat menjelang imsak, misalnya dengan segelas susu hangat.
  2. Penuhi konsumsi buah-buahan. Utamakan buah yang mengandung air tinggi dan dimakan utuh. Namun jika ingin dibuat jus maka tidak dianjurkan untuk menambahkan gula atau krimer kental manis, sirop, dan pemanis buatan lainnya.
  3. Penuhi konsumsi sayur-sayuran minimal di dua kali waktu makan, yaitu saat makan malam dan makan sahur. Utamakan pengolahannya dengan berkuah bening atau menggunakan santan encer.
  4. Kurangi konsumsi makanan dan minuman yang manis karena akan melemahkan fungsi sel darah putih dalam memakan mikroorganisme berbahaya.
  5. Kurangi konsumsi makanan dan minuman yang berlemak serta makanan olahan dengan berbagai tambahan zat kimia. Hal ini dapat memicu berbagai peradangan di dalam tubuh.
  6. Cukupkan asupan cairan dari air putih, kuah sayur, buah-buahan dan sumber cairan lainnya.
  7. Lakukan perenggangan sederhana beberapa kali dalam sehari, untuk menurunkan produksi hormon stres.
  8. Berjemurlah 2-3 kali seminggu untuk mendapatkan vitamin D.
  9. Tingkatkan penggunaan berbagai rempah dalam pengolahan makanan dan minuman sehari untuk mendapatkan berbagai zat fitokimia yang dapat mencegah berbagai inflamasi dalam tubuh.
  10. Kelola tingkat stres untuk memelihara keseimbangan hormon di dalam tubuh.

More to explorer

7 Langkah Jitu Jaga Mata Sehat

Isolasi diri dengan berdiam #dirumahaja sudah beberapa pekan berlangsung, guna menekan penyebaran COVID-19 di Indonesia. Beberapa wilayah bahkan telah resmi menerapkan pembatasan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *