4 Manfaat Dahsyat Bike To Work

By:
Posted: September 30, 2019

bike to work

Berawal dari keinginan untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan mengurangi polusi, bike to work telah menjadi salah satu gaya hidup masyarakat urban. Bahkan di Amerika Serikat, sejak Januari tahun 2002, orang yang bersepeda ke kantor mendapatkan penggantian rimbursement pajak sebesar 20 dolar tiap bulan untuk pengeluaran bersepeda. Penggantian ini meliputi biaya perbaikan dan parkir sepeda dan berlaku bagi pekerja yang bersepeda ke kantor minimal 3 hari dalam seminggu. Walaupun di Indonesia, belum ada kebijakan khusus dalam bersepeda ke kantor, namun anda tetap dapan mendapatkan manfaat yang luar biasa bagi tubuh.


  1. Aman untuk sendi dan membakar kalori


Ketika berjalan, anda menumpukan beban berat pada kedua kaki. Sedangkan bersepeda membuat beban tubuh terletak pada sepasang tulang di bagian panggul yang disebut Ischial tuberosities. Posisi tumpuan ini aman untuk sendi dan merupakan latihan yang tepat untuk orang yang memiliki nyeri sendi atau kekakuan tulang yang disebabkan usia. Dengan demikian, anda bisa melakukan olahraga dengan lebih lama dan membakar kalori lebih banyak pula. Bagi orang dengan berat badan 56kg, 30 menit bersepeda akan membakar sekitar 240 kalori. Apalagi jika rute yang anda lalui memiliki rintangan yang cukup menantang, seperti jalan menanjak, kalori yang terbakar akan semakin meningkat. Bukan hanya kalori yang terbakar, namun menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Loughborough,Inggris tahun 2013, bersepeda menekan nafsu makan pada usia muda. Aktivitas bersepeda ini sangat membantu dalam mengatur rasa ingin makan dan mengatur pola makan seimbang. Kalori terbakar, nafsu makan pun terjaga.

  1. Aktivitas aerobik yang bagus untuk kesehatan kardiovaskular


Menggerakan pedal sepeda termasuk aktivitas aerobik yang bagus untuk jantung, otak dan pembuluh darah. Aktivitas aerobic memicu pelepasan endorphin, hormon yang menyebabkan rasa nyaman, yang akan membuat jantung anda terasa segar. Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Asosiasi Jatung Amerika, 45.000 warga Denmark yang rutin bersepeda ke kantor meminimalkan 11%-18% resiko serangan jantung dalam 20 tahun ke depan.

  1. Menguatkan Otot


Bersepeda membentuk otot. Ketika mengayuh pedal ke bawah, anda menggunakan otot gluteus pada pantat, otot quadriseps pada paha dan otot gastrocnemius dan soleus pada betis. Pada arah pedal sebaliknya, anda menggunakan otot harmstring paha bagian belakang dan otot fleksor di bagian depan pinggul. Tak hanya otot bagian bawah yang diuntungkan oleh aktivitas bersepeda, otot bagian atas pun ikut terlatih. Bersepeda membuat otot perut anda bekerja dalam menjaga keseimbangan tubuh dan menjaga postur tubuh tetap tegak. Otot lengan dan otot bahu bekerja untuk mempertahankan stang dan setir.

  1. Mengayuh pedal memperkuat tulang


Aktivitas ketahanan, seperti mengayuh pedal, menarik otot-otot yang akan menarik tulang. Ini akan bermanfaat untuk meningkatkan kepadatan tulang. Bersepeda aman bagi penderita arthritis karena termasuk dalam olahraga low impact. Otot-otot kaki akan dikuatkan selagi mempertahankan mobilitas sendi lutut.

Bike to work merupakan gerakan yang harus didukung karena terbukti memiliki banyak manfaat, tak hanya bagi lingkungan tapi juga bagi tubuh. Mungkin pemerintah kita belum menyediakan regulasi yang fasilitas yang cukup mumpuni untuk bersepeda, namun jangan ragu untuk memulainya dan dapatkan manfaatnya.

 

Hey, like this? Why not share it with a buddy?

Related Posts