Benarkah Kita Harus Minum 8 Gelas Air Sehari?

By:
Posted: September 28, 2019



Tubuh kita terdiri dari 60% cairan, dan kita kehilangan cairan tersebut secara terus menerus, terutama melalui keringat dan urin. Karena itu, kita perlu merehidrasi kembali tubuh dengan minum cukup air. Rumus kecukupan air yang paling terkenal adalah minimal 8 gelas air sehari. Pada dasarnya kebutuhan cairan tiap orang berbeda-beda, tergantung pada kondisi kesehatan, aktifitas harian dan tempat tinggal. Tidak ada satu rumus pasti bagi setiap orang, memahami kebutuhan cairan masing-masing individu membantu memperkirakan seberapa banyak air yang harus kita minum per harinya.

Tubuh bergantung pada air untuk bertahan hidup. Setiap sel, jaringan, dan organ tubuh memerlukan air untuk bekerja dengan baik, contohnya air digunakan untuk menjaga agar suhu tubuh tetap normal. Kekurangan cairan atau dehidrasi menyebabkan terganggunya fungsi organ tubuh. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang mengalami kehilangan cairan sekitar 1,36% setelah berolahraga mengalami perubahan mood dan konsentrasi dan meningkatkan potensi sakit kepala. Penelitian lain bahkan mengemukakan bahwa dehidrasi ringan (kehilangan cairan 1-3% dari berat tubuh) yang disebabkan oleh olahraga atau cuaca panas mengganggu kerja otak. Terlihat kecil, namun jumlah 1% dari berat tubuh memainkan peran yang cukup signifikan pada sistem kerja organ tubuh secara keseluruhan.

National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine menyebutkan bahwa kecukupan cairan per hari adalah 3,7 liter cairan untuk laki-laki, dan 2,7 liter cairan untuk perempuan. Jumlah ini tidak hanya air yang kita minum, namun juga termasuk minuman lain atau kandungan cairan dalam makanan yang kita makan. 20% asupan cairan berasal dari makanan, dan sisanya dari minuman.



Bagi beberapa orang asupan kurang dari 8 gelas air sudah cukup memenuhi, sedang beberapa lainnya membutuhkan lebih dari 8 gelas. Jadi 8 gelas ini bukanlah patokan yang pasti. Menentukan jumlah cairan yang dibutuhkan dengan lebih akurat menggunakan beberapa faktor:


  • Aktivitas Olahraga. Jika anda melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak keringat, anda membutuhkan asupan cairan lebih banyak untuk mengganti cairan yang hilang. Usahakan minum sebelum, pada saat dan sesudah anda berolahraga. Minuman olahraga yang mengandung lebih banyak elektrolit bisa menjadi salah satu alternatif.

  • Cuaca yang panas atau lembab mempengaruhi jumlah keringat yang anda hasilkan. Dengan demikian, asupan cairan juga perlu disesuaikan.

  • Kondisi kesehatan. Ketika demam, muntah, atau diare, anda lebih mudah kehilangan cairan. Cairan yang lebih banyak dibutuhkan untuk mengganti cairan yang hilang ini. Terkadang anda butuh cairan elektrolit khusus untuk mengganti cairan yang hilang karena kondisi kesehatan, tak cukup hanya air mineral biasa. Kondisi kesehatan lain juga mempengaruhi seberapa banyak asupan cairan yang anda butuhkan, seperti kehamilan atau menyusui. Wanita hamil membutuhkan 2,4 liter cairan per harinya, sedang wanita menyusui butuh 3,1 liter cairan.


Anda bisa mendapatkan sumber cairan tak hanya dari air mineral, namun juga makanan seperti semangka, bahkan kopi dan teh juga bisa menjadi penyumbang kecukupan cairan tubuh. Hanya mitos yang menyebutkan bahwa kopi dan teh bersifat deuretik sehingga tidak mampu merehidrasi tubuh. Belum ada cukup penelitian untuk membuktikan mitos tersebut. Meskipun demikian, air mineral memang sumber terbaik untuk rehidrasi karena murah, mudah, dan tanpa kalori.

Tubuh telah mempunyai mekanisme untuk mengetahui kecukupan cairan, yaitu lewat rasa haus. Minumlah jika anda merasa haus, dan berhenti jika merasa cukup. Perhatikan warna urin anda. Jika berwarna kuning cerah atau jernih, maka anda telah memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Sederhana saja, dengarkan tubuh anda.

 

Hey, like this? Why not share it with a buddy?

Related Posts