Memilih Sepatu Terbaik untuk Pelari

By:
Posted: September 26, 2019



Asal memilih sepatu lari adalah salah satu penyebab cedera, apalagi jika tidak memperhatikan jarak atau medan yang ditempuh. Pilihan sepatu yang salah akan menyebabkan rasa sakit pada kaki dan punggung, radang tendon Achilles atau kerusakan pada tulang rawan di bawah tempurung lutut yang sering disebut runner’s knee.

Sepatu lari tampak mirip dengan sepatu lainnya, namun sepatu lari memiliki teknologi khusus dan fitur tersendiri yang didesain untuk membantu berlari dengan gerakan yang tepat dan aman. Jika aktivitas olahraga lain membuat tubuh melakukan banyak pergerakan seperti bergerak menyamping, melompat, dengan tempo cepat atau melakukan gerakan berhenti mendadak, berbeda dengan berlari. Ketika berlari, kaki menjejak tanah dengan cara yang relatif sama berulang-ulang kali. Sepatu lari dibuat untuk mencegah cedera dari pengulangan gerakan ini dengan memberikan bantalan khusus untuk membantu penyerapan tumbukan dan fitur desain yang membantu bergerak maju dengan mudah.

Beberapa orang menyukai sepatu lari yang memiliki sol tebal sehingga memberi bantalan yang lebih nyaman, beberapa yang lain memilih sepatu yang solnya tipis. Manakah pilihan yang lebih tepat di antara keduanya? Menurut penelitian terbaru yang dipublikasikan di Scientific Reports, sepatu yang dianggap nyaman, yang memiliki bantalan tebal dan dipasarkan dengan tagline mencegah cedera, ternyata malah berpotensi memperberat kerja kaki karena membuat kaki kaku dan memberi beban tumbukan yang lebih besar ketika kaki manginjak tanah.

Penelitian ini dilakukan di Finlandia dengan subyek 12 lelaki sehat yang terbiasa berlari dengan usia rata-rata 27 tahun. Masing-masing subyek penelitian diberi sepasang sepatu lari dengan sol berbantalan tebal dan sepasang sepatu bersol tipis. Subyek berlari dengan kecepatan 10km/jam hingga 14,5/jam. Hasil rekamannya menunjukkan bahwa subyek yang menggunakan sepatu lari bersol tebal jarang menekuk lutut sehingga mereka menghantam tanah lebih keras daripada ketika subyek menggunakan sepatu bersol tipis. Perbedaan ini makin terlihat jika kecepatan berlari meningkat. Sepatu bersol tebal mampat di bawah tekanan kaki ketika menyetuh tanah, padahal pada saat yang bersamaan tiga kali berat tubuh dibebankan pada tungkai bawah. Akhirnya, kaki harus mengimbanginya dengan mempertahankan gerakan memantul yang menyebabkan kaki lebih kaku dan tertekan.



Pertimbangan lain dalam memilih sepatu lari adalah bentuk kaki. Kenali kaki anda, apakah kaki dengan lengkungan normal, kaki datar atau flat feet, atau kaki dengan lengkungan tinggi. Anda yang mempunyai flat feet sebaiknya memilih sepatu yang memiliki fitur pengontrol gerak dan bantalan tumpuan maksimum. Anda dengan kaki lengkungan tinggi cocok menggunakan sepatu yang memiliki sol tengah yang lebih tebal. Sedang anda dengan kaki lengkungan normal bisa memilih sepatu yang memadukan stabilitas bantalan dan tumpuan.

Jika anda telah menemukan sepatu lari yang nyaman, gunakan sepatu tersebut hanya untuk berlari. Hindari penggunaan sepatu tersebut bahkan untuk fitness di pusat kebugaran. Jangan lupa untuk selalu mengukur kaki anda secara berkala karena ukuran kaki berubah bahkan ketika kita telah dewasa. Jika ingin membeli sepatu, cobalah ketika kaki sedang dalam ukuran terbesar atau ketika sore hari. Beri sedikit ruang antara jari kaki dengan ujung sepatu. Sepatu yang tepat adalah sepatu yang memberi ruang untuk jari-jari menggeliat. Ganti sepatu jika anda telah menggunakannya untuk berlari sejauh 550-600km.

Memilih sepatu lari bukanlah berdasarkan harga atau tren model terbaru. Harga mahal tidak berbanding lurus dengan kualitas sepatu. Pastikan bahwa anda mencari sepatu yang tepat, bukan karena tergoda oleh iklan, trik marketing atau kata teman. Selamat mencari sepatu!

 

Hey, like this? Why not share it with a buddy?

Related Posts