Amankah Tabir Surya Buatan Sendiri?

By:
Posted: September 25, 2019

tabirsurya

Menurut penelitian, setiap 54 menit 1 warga Amerika terkena kanker kulit melanoma. Apa penyebabnya? Karena kurangnya perhatian pada penggunaan sunscreen alias tabir surya. Padahal kita terpapar sinar matahari hampir setiap hari. Sunscreen mutlak diperlukan untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.  Memakai tabir surya tidak hanya diperlukan ketika akan pergi ke pantai. Kita terpapar sinar matahari bahkan jika kita berada dalam suatu ruangan. Jadi tidak ada alasan untuk melewatkan penggunaan tabir surya untuk aktivitas sehari-hari.

Apa sih bahayanya sinar ultraviolet? Sinar ultraviolet terdiri dari dua jenis, UVA dan UVB. Sinar UVA sering disandingkan sebagai penyebab penuaan kulit. Sinar ini menyebabkan terbentuknya garis-garis halus , kerutan dan bintik-bintik penuaan pada kulit sehingga kita terlihat lebih tua. Sinar UVA ini mampu menembus kaca, sehingga kita mudah terpapar walau sedang berada di dalam kendaraan. Meski tidak menimbulkan rasa terbakar pada kulit, sinar UVA sebenarnya masuk ke dalam permukaan kulit. Yang terlihat mungkin hanya kulit yang menjadi lebih gelap, namun kenyataannya jauh di bawah permukaan kulit, sinar UVA telah mulai melakukan kerusakan.

Berbeda dengan UVA, sinar UVB tidak dapat menembus kaca. Pun demikian, keduanya bersifat karsinogen atau dapat menyebabkan kanker. Ketika tampak mendung pun, kita masih bisa terpapar UVA dan UVB. Bahkan  tanah dan air bisa memantulkan sinar ultraviolet ini. Jadi, pemakaian tabir surya untuk melindungi diri dari kedua sinar ultraviolet tersebut menjadi wajib, bahkan untuk orang yang bertipe kulit gelap. Ya! Kanker kulit tidak memandang tipe kulit, usia atau jenis kelamin. Jauh lebih baik mencegah daripada mengobati.

Akademi Dermatologi Amerika merekomendasikan tabir surya yang berspektrum luas, artinya mampu memberi perlindungan dari 2 jenis sinar ultraviolet, minimal SPF 30 atau lebih dan tahan air. SPF atau Sun Protection Factor mengukur seberapa besar energi matahari yang dibutuhkan untuk menyebabkan kulit terbakar. Angka dalam SPF menunjukkan persentase sinar ultraviolet yang mampu dihalang. Misal SPF 30 menunjukkan bahwa tabir surya tersebut mampu melindungi kulit sebanyak 30 kali paparan sinar ultraviolet hingga akhirnya kulit terbakar. SPF 30 menghalangi sampai 97% sinar matahari.

Menggunakan tabir surya memang sangat penting, namun apakah menggunakan tabir surya buatan sendiri sama efektifnya?  Sayangnya tidak. Jika anda gugling dengan kata kunci ‘homemade sunscreen’, anda akan menemukan lebih dari 9 juta hasil pencarian. Tabir surya homemade tersebut diklaim sebagai tabir surya yang natural, sederhana dan tidak beracun. Ketika ide ‘back to nature’ mulai ramai digaungkan, segala sesuatu seolah harus dikembalikan ke alam. Begitu juga dengan tabir surya homemade ini. Daya tarik tabir surya homemade ini adalah; harga yang lebih murah, mudah dibuat di rumah, dan kepercayaan bahwa tabir surya yang dibuat dari bahan-bahan natural lebih baik daripada tabir surya produksi massal dengan bahan-bahan kimia dengan nama yang susah dibaca.

Namun, penelitian terbaru yang dilakukan di University of North Florida, Amerika Serikat menunjukkan bahwa tabir surya homemade tidak memberikan perlindungan yang efektif terhadap radiasi sinar ultraviolet. Menggunakan tabir surya homemade terbilang beresiko karena tidak diatur oleh Badan Pengawas Obat atau dites layaknya tabir surya komersial. Para peneliti bahkan menyatakan bahwa klaim tabir surya homemade yang mampu menghasilkan SPF 2-50 adalah menyesatkan karena bahan-bahan natural yang digunakan sebenarnya tidak memberi perlindungan melawan radiasi sinar ultraviolet.

Jika anda masih ragu, selanjutnya kita akan membahas bahwa membuat tabir surya itu tidak semudah menyiapkan bahan-bahan dan mencampurnya. Tahan dulu keinginan anda untuk meracik sendiri tabir surya anda.

Hey, like this? Why not share it with a buddy?

Related Posts