Naik MRT Ternyata Menyehatkan!

By:
Posted: September 24, 2019

MRT Jakarta

Hey hey hey, sudah tahu kan kalau Jakarta punya MRT! Moda Raya Terpadu atau dalam Bahasa Inggris disebut Mass Rapid Transit kebanggaan Indonesia ini diberi nama Ratangga. Sejak akhir Maret 2019, Ratangga telah mengoperasikan 13 stasiun yang menyediakan relasi perjalanan dari Lebak Bulus menuju Bundaran HI hanya dengan Rp10.000 per 10 kilometernya, tariff terendah Rp3.000 dan tariff tertinggi Rp.14.000. Yang biasanya harus bermacet-macet ria di Jalan TB Simatupang, atau berjibaku di jalanan Mampang Prapatan, kini bisa menikmati moda transportasi baru yang berhasil memangkas lebih dari setengah waktu tempuh. Ya, dari Stasiun Lebak Bulus menuju Stasiun Bundaran HI bisa ditempuh hanya 30 menit.

Sepertinya 30 menit hanya sebentar ya, tapi dalam 30 menit itu banyak yang bisa dimanfaatkan apalagi untuk olahraga. The best of all, tanpa mengundang tatapan aneh sekitar. Olahraga apa? Let’s find out.

Eskalator dan lift tersedia sebagai salah satu sarana menuju stasiun atau menuju platform. Nah, challenge youself to take the stairs instead of lift and escalator. Naik turun tangga itu membakar kalori lo! Sistem otot dan tulang dalam tubuh bergerak aktif, sementara aliran darah yang membawa oksigen ke jantung berjalan dengan lancar. Dengan postur yang tepat bisa menjadi salah satu alternatif latihan kardio yang bagus untuk jantung dan paru.

Sementara menunggu Ratangga tiba di stasiun, peregangan ringan dapat dilakukan. Salah satu latihan yang mudah dilakukan adalah latihan betis. Berjinjitlah tahan berat badan pada jari kaki selama 10 detik, atu lakukan hingga 100 kali. Dua minggu melakukan latihan ini, betis akan terbentuk semakin kuat. Latihan keseimbangan dan kekuatan kaki juga bagus dilakukan. Berdiri di satu kaki, dan angkat sebelah kaki setinggi mungkin ke arah pinggul atau dada. Mempertahankan posisi ini selama beberapa saat melatih kekuatan kaki dan perut.

It’s time to get in Ratangga. Jika beruntung mendapat kursi kosong, duduklah dengan postur tegak, jangan membungkuk. Jika ingin bersandar pastikan tulang belakang tegak menempel pada sandaran.  Kuatkan otot perut saat duduk dan latih pernafasan.

Jika tidak mendapat kursi kosong, percayalah, berdiri itu lebih sehat daripada terus menerus duduk. Orang yang terus menerus duduk memiliki resiko terkena penyakit jantung dua kali lebih besar daripada orang yang berdiri. Jadi, jika pekerjaan anda menuntut untuk terus duduk, maka lebih baik berdiri ketika di kereta walaupun tersedia kursi kosong. Bahkan ,duduk menyebabkan latihan yang dilakukan sebelumnya terbuang sia-sia. Jadi, haul yourself and stand straight.

Latihan apa yang bagus dilakukan saat berdiri? Berpeganganlah pada tiang pegangan dan lenturkan otot perut agar tetap stabil saat kereta akan bergerak. Dorong panggul ke depan dan jaga agar bahu tetap tegak, dagu sejajar dengan lantai. Fokus pada latihan mempertahan postur tubuh tegap ini. Latihan perut yang bisa dilakukan adalah kontraksi perut. Kencangkan perut selama 3 detik lalu lepaskan. Ulangi hingga anda merasa tak sanggup melakukannya lagi. Pastikan pinggul terkunci sehingga punggung tidak membungkuk. Tarik nafas panjang dan dalam, kembangkan dada sementara otot inti bekerja. Latihan sederhana ini membantu mengurangi nyeri punggung, memperbaiki postur tubuh, dan meningkatkan koordinasi dan keseimbangan.

Walaupun latihan-latihan inti ini tidak meningkatkan sistem kardiovaskuler, namun menguatkan otot inti mempermudah kita melakukan aktifitas fisik dan meningkatkan stabilitas.

30 menit perjalanan anda dengan Ratangga akan berarti dengan latihan-latihan sederhana di atas. Siapa bilang kita tidak bisa olahraga di Ratangga tanpa mengundang perhatian. Maximize your Ratangga ride!

 

Hey, like this? Why not share it with a buddy?

Related Posts