Berjalan Di Trotoar, Indah Di Mata, Sehat Di Tubuh.

By:
Posted: September 24, 2019

Di masa milenial ini, kemudahan menggunakan transportasi online membuat kita enggan untuk berjalan, apalagi ditunjang dengan trotoar yang kurang mengakomodiasi. Namun, mindset ini harus segera diubah! Saat ini banyak pemerintah daerah yang sedang menggalakan perbaikan sarana trotoar bagi pejalan kaki. Lihat saja di sepanjang Jalan Thamrin dan Jalan Sudirman. Trotoar diperlebar dan ditata apik, memberikan kesempatan bagi pejalan kaki untuk menggunakannya dengan rasa nyaman dan aman. Atau cobalah gunakan trotoar di Lenteng Agung Sidewalk. Dijamin, perjalanan tak akan terasa selagi mengabadikan spot yang memang instagrammable banget.

jakarta sidewalk

Bukan hanya dinding media sosial kita yang mendapat manfaat dari tangkapan gambar-gambar cantik trotoar, namun tubuh kita juga mendapat manfaat dari bergeraknya otot-otot kaki dalam berjalan. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Asyik kan? Latihan fisik itu sejatinya tidak perlu rumit. Aktivitas sesederhana berjalan dapat membantu kita menjalani hidup yang lebih sehat. Banyak manfaat yang didapat dari berjalan, salah satunya menjaga berat badan ideal karena berjalan membantu membakar kalori. Semakin cepat, semakin jauh dan semakin berat tantangan jalan, maka semakin besar kalori yang akan terbakar. Berjalan juga membantu meredakan nyeri sendi lutut dan panggul. Ketika berjalan, otot-otot yang menunjang sendi akan terlubrikasi dan diperkuat. Aktifitas berjalan ini juga cocok untuk meredakan nyeri pada penderita arthritis.



Menurut Institut Kesehatan Nasional (NIH), salah satu pusat penelitian kesehatan di Amerika Serikat, berjalan selama 30 menit sehari, 5 hari seminggu, menurunkan resiko penyakit jantung koroner sampai 19 persen. Bahkan berjalan selama 15 menit setelah makan membantu menurunkan kadar gula dalam darah. Jadi, sehabis makan siang di mall dekat kantor, ga perlu naik ojek online. Jalan sedikit, hidup sehat lebih lama.

Peningkatan aliran oksigen ke seluruh tubuh ketika berjalan akan menaikkan level hormone kortisol, efinefrine dan norefinefrin. Hormon tersebut dikenal secara luas sebagai hormon yang mendorong  level energi.  Sebuah penelitian juga menyebutkan bahwa berjalan membantu menurunkan kegelisahan, depresi dan memperbaiki mood.

Nah, mengubah aktifitas berjalan menjadi sebuah latihan kebugaran dan memaksimalkan manfaatnya memerlukan teknik yang tepat. Postur yang bagus dan gerakan yang tertata adalah hal yang utama. Berikut adalah teknik berjalan yang tepat.


  • Kepala harus tegak, lihatlah ke depan, bukan ke tanah.

  • Leher, bahu dan punggung relaks, tidak kaku tegak lurus.

  • Ayunkan tangan dengan bebas dengan siku sedikit menekuk.

  • Kencangkan sedikit otot perut dan punggung tegak, tidak bungkuk atau terlalu ke belakang.

  • Berjalan dengan halus, gerakkan kaki dari tumit ke jari-jari.


Sekarang tunggu apalagi. Set your goal and start walking!

Hey, like this? Why not share it with a buddy?

Related Posts