Bahaya penyakit ocd: tanda, gejala, dan akibat

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Beberapa dari kita adalah perfeksionis. Akibatnya, kita memeriksa pekerjaan beberapa kali untuk memastikan itu benar. Itu bukan perilaku abnormal. Jika memiliki gangguan obsesif-kompulsif (OCD), kita memerlukan penanganan khusus. Meski tidak mau, tindakan tetap diperlukan agar tidak menyulitkan hidup.

Obsesi adalah pikiran yang menyebabkan kecemasan. Kompulsi adalah perilaku untuk menghilangkan kecemasan itu.

Bahaya penyakit ocd: tanda dan gejala

Bahaya penyakit ocd: tanda, gejala, dan akibat

Tanda-tanda OCD akan semakin jelas pada masa kanak-kanak atau dewasa awal. Perlahan dan menjadi lebih intens saat dewasa. Bagi banyak orang, gejala datang dan pergi, tetapi biasanya merupakan masalah seumur hidup.

Pada kasus yang parah, dampaknya sangat mendalam pada kualitas hidup. Tanpa perawatan, itu bisa sangat melumpuhkan aktivitas hidup secara keseluruhan.

Beberapa obsesi umum yang terkait dengan OCD meliputi:

  • Kecemasan tentang kuman dan kotoran, atau takut kontaminasi
  • Butuh komitmen
  • Khawatir bahwa pikiran atau kompulsi akan membahayakan orang lain
  • Merasa menjaga orang lain aman padahal sebaliknya
  • Khawatir bila melewatkan hal-hal yang nilainya kecil atau tidak sama sekali
  • Muncul pikiran atau gambaran yang mengganggu tentang diri atau orang lain

Beberapa perilaku yang berasal dari pikiran obsesif ini meliputi:

  • Mencuci tangan secara berlebihan, mandi berulang, membersihkan rumah yang tidak perlu
  • Terus-menerus mengatur dan menyusun ulang hal-hal untuk membuat “tepat”
  • Memeriksa hal yang sama berulang kali meski telah memeriksa sebelumnya
  • Menimbun harta benda yang tidak perlu seperti koran bekas dan menggunakan kertas pembungkus daripada membuangnya
  • Menghitung atau mengulang kata atau frasa tertentu. Melakukan ritual seperti harus menyentuh sesuatu beberapa kali atau mengambil sejumlah langkah tertentu

Tanda perilaku sosial

Bahaya penyakit ocd: tanda, gejala, dan akibat

Beberapa orang dengan OCD berhasil menutupi perilakunya sehingga tanda menjadi kurang jelas. Bagi yang lain, situasi sosial memicu dorongan. Beberapa hal yang mungkin dapat kita perhatikan pada seseorang dengan OCD:

  • Tangan basah karena terlalu banyak mencuci tangan
  • Takut berjabat tangan atau menyentuh sesuatu di depan umum
  • Menghindari situasi tertentu yang memicu pikiran obsesif
  • Kegelisahan hebat ketika segala sesuatu tidak teratur atau simetris
  • Memeriksa hal yang sama berulang-ulang
  • Kebutuhan mutal akan jaminana keamanan
  • Ketidakmampuan untuk menghentikan rutinitas
  • Menghitung tanpa alasan atau mengulang kata, frasa, atau tindakan yang sama
  • Setidaknya, satu jam setiap hari dihabiskan untuk pikiran atau ritual yang tidak diinginkan
  • Mengalami kesulitan untuk bekerja tepat waktu atau mengikuti jadwal karena ritual

Karena OCD sering dimulai pada masa kanak-kanak, guru adalah orang pertama yang mungkin menemukan tanda-tanda di sekolah. Seorang anak yang dipaksa untuk berhitung, misalnya, mungkin tidak dapat menyelesaikan ritual.

Stres dapat menyebabkan ledakan kemarahan dan perilaku salah lainnya. Seseorang yang takut kuman mungkin takut bermain dengan anak-anak lain. Seorang anak dengan OCD mungkin takut dirinya menjadi gila. Obsesi dan kompulsi dapat mengganggu pekerjaan sekolah dan menyebabkan kinerja akademis yang buruk.

Faktor risiko dan komplikasi

Bahaya penyakit ocd: tanda, gejala, dan akibat

Penyebab OCD tidak diketahui. Tampaknya, hal ini bermula dari dalam keluarga, tetapi mungkin ada faktor lingkungan yang terlibat. Sebagian besar masa gejala OCD terjadi sebelum usia 25.

Jika menderita OCD, penderita juga berisiko tinggi mengalami gangguan kecemasan lain, termasuk depresi berat dan fobia sosial.

Hanya karena menyukai sesuatu dengan cara tertentu atau mengatur rak bumbu sesuai urutan abjad, itu tidak berarti kita memiliki OCD. Namun, jika pikiran obsesif atau perilaku keseharian terasa di luar kendali atau mengganggu hidup, inilah saatnya untuk mencari perawatan.

Perawatan biasanya melibatkan psikoterapi, terapi modifikasi perilaku, atau obat-obatan psikiatrik, sendirian atau dalam kombinasi. Menurut Harvard Medical School, dengan perawatan, sekitar 10 persen pasien sepenuhnya pulih dan sekitar setengah dari pasien menunjukkan beberapa perbaikan.

Tertarik dengan lanjutan artikel ini? Tulis email di kolom di bawah ini. Tunggu beberapa saat, email berisi panduan “Bahaya penyakit ocd: tanda, gejala, dan akibat” akan dikirim ke alamat emailmu.

GOFITers akan memperoleh panduan lengkap secara gratis dan ditulis berdasarkan pengalaman trainer berpengalaman langsung ke inbox email.

More to explorer

Resistensi Antibiotik, Kenapa Bisa Terjadi?

Penemuan antibiotik adalah salah satu penemuan penting dunia medis yang menyelamatkan jutaan nyawa. Disebut sebagai obat dewa, antibiotik ampuh mengobati penyakit yang

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *