Efek samping dari plastik

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

450 tahun adalah masa dimana botol plastik dapat terurai sempurna. Angka yang menakutkan, terutama ketika kita melihat fakta-fakta berikut:

  • 12 menit: jumlah rata-rata waktu kantong plastik digunakan sebelum mendarat di sampah.
  • 269.000 ton plastik dapat ditemukan di lautan
  • 1 juta burung laut dan sekitar 135.000 mamalia laut mati setiap tahun karena sampah plastik
  • 300 juta ton plastik diproduksi setiap tahun di seluruh dunia. Pada 1950, hanya 1,5 juta ton
  • 4,7 miliar sedotan plastik digunakan dan dibuang setiap tahun – hanya di Inggris
  • Jumlah plastik yang mengambang di laut 6 kali lebih banyak daripada plankton
  • Tahun 2050 akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di laut

Produk plastik membuat kehidupan sehari-hari kita lebih nyaman, kehidupan tanpa plastik tidak terbayangkan bagi banyak orang saat ini.

Manfaat dari cangkir kopi berbahan plastik, salad siap saji dalam kemasan plastik, popok sekali pakai, wadah penyimpanan makanan, dan penyedot debu akan tidak berguna tanpa palstik.

Sayangnya, kita sering melupakan konsekuensi yang lebih besar ketika menggunakan plastik bagi kehidupan generasi selanjutnya.

Plastik menjadi salah satu “bahan” makanan kita

efek samping dari plastik

Kita tidak akan pernah menggigit botol plastik karena rasanya enak. Tetapi, apakah kita sadar bahwa kita sering mengonsumsi plastik, yang terbuat dari minyak bumi.

Plastik tidak sepenuhnya terurai di lautan, yang berarti partikel kecil – mikroplastik – tetap berada di dalam air. Ikan dan makhluk laut lainnya sering mengira ini sebagai tanaman atau plankton. Akibatnya, mereka mengira itu sebagai makanan dan memakannya. Ketika kita makan ikan, kita juga makan plastik yang dikonsumsi.

Mikroplastik yang ada di mana-mana

efek samping dari plastik

Pasta gigi, kulit wajah, gel mandi, dan krim wajah: plastik tersembunyi di banyak produk kecantikan.

Microbeads kecil dari plastik sengaja ditambahkan ke produk untuk membuat gigi putih, wajah bersinar, dan kulit halus. Ini adalah cara plastik masuk ke tubuh, masuk ke aliran airm dan menumpuk di laut.

Sejumlah penelitian menunjukkan betapa berbahayanya plastik bagi manusia, beberapa diantaranya soal bisphenol A, plastisis phthalate, formaldehyde, dan bahan kimia lain yang terkandung dalam plastik. Lebih buruk lagi, beberapa bahan tambahan tersebut sebabkan kanker, kemandulan, alergi, dan masalah kesehatan lainnya.

Menarik polutan (bahan penyebab polusi)

efek samping dari plastik

Bahan kimia pada plastik akibatkan produk berbahan plastik sifat kaku atau fleksibel, tahan api. Lebih parah lagi, campuran bahan kimia tersebut bersifat menolak air dan akan menempel pada benda-benda yang mengandung minyak, seperti sampah plastik.

Dengan begini, bahan kimia beracun yang terkandung dalam plastik akan terakumulasi dengan plastik lain dan akan mencemari samudra di seluruh dunia. Dilansir dari Scientific Reports 2013, ikan di dunia terpapar campuran polietilena dan bioakumulasi polutan kimia dari laut sehingga keracunan dan terjangkit berbagai penyakit.

Rugikan berbagai sektor kehidupan manusia

efek samping dari plastik

Penggunaan plastik yang tidak bertanggung jawab akan merugikan manusia. Beberapa contohnya, seperti sektor pariwisata, rekreasi, bisnis, dan kesehatan manusia serta hewan.

Dilansir dari United Nations Environment Programme, sampah plastik menyebabkan kerugian finansial mencapai US$13 miliar untuk sektor kelautan.

Tertarik dengan lanjutan artikel ini? Tulis email di kolom di bawah ini. Tunggu beberapa saat, email berisi panduan “Efek samping dari plastik” akan dikirim ke alamat emailmu.

GOFITers akan memperoleh panduan lengkap secara gratis dan ditulis berdasarkan pengalaman trainer berpengalaman langsung ke inbox email.

More to explorer

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *