Program latihan lari marathon

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Program latihan lari marathon dipersiapkan agar pelari mampu menempuh jarak 42,195 km (26,2 mi). Bagi pelari pemula, latihan semacam ini dilakukan demi dapat ikut lomba marathon pertamanya.

GOFITers sedang berlatih maraton? Berikut beberapa tips program latihan lari marathon oleh Anna dan Lisa Hahner:

Konsumsi seluruh kebutuhan nutrisi tubuh

Program latihan lari marathon

“Kamu adalah apa yang kamu makan.” Terdengar akrab? Ada banyak kebenaran dalam ungkapan ini.

Sebuah penelitian oleh Universitas Aalborg di Denmark menemukan bahwa pelari maraton yang makan tepat melintasi garis finish lebih cepat. Baik itu jus bit yang lezat, oatmeal dengan kacang, atau falafel lezat. Konsumsi makanan segar yang belum diproses dengan berbagai bahan campuran sangat dianjurkan.

Merasa tidak bisa memasak? Jangan khawatir! Semua orang memiliki kesempatan untuk belajar apapun, asalkan ia memiliki tekat. Pastikan GOFITers mengonsumsi jumlah makronutrien yang tepat: lemak, protein, dan karbohidrat.

Latihan lintas kategori akan buat kecepatan lari meningkat

Program latihan lari marathon

Saat berlatih untuk balapan, kita tidak hanya fokus pada kaki. Sangat penting bagi pelari menyadari sumber kekuatan tubuh lain. Sumber kakuatan tubuh terletak pulada pada lengan dan kaki.

Selain itu, keduanya bermanfaat pula sebagai penstabil tubuh. Kaki kita tidak akan cepat lelah dan ini cara yang bagus untuk mencegah cedera.

Sebagai rekomendasi, cobalah melakukan latihan berat badan. Jenis program latihan marathon ini adalah cara yang sangat efektif untuk meningkatkan kecepatan. Kita dapat memperoleh manfaat pada seluruh tubuh tanpa peralatan sama sekali.

Latihan yang memberi akan memberi tambahan kekuatan untuk maraton adalah Lunges, Bridge, dan Squat. Ini akan menjadi pelengkap program latihan lari marathon yang sempurna.

Temukan apa yang mendorongmu ikut lomba marathon

Program latihan lari marathon

Sebelum melakukan pelatihan maraton, kita perlu tahu apa motivasi yang menjadi latar belakangnya. Mengapa ingin berlari 42,195 km (26,2 mi)? Tetapkan tujuan dan tetap fokus.

Jangan mencari berhenti selama program latihan lari marathon berlangsung. Terus lakukan itu, bahkan ketika cuaca tidak bekerja sama.

Perlombaan adalah hadiah untuk pelatihan. Ya, latihan itu sulit dan melelahkan – tetapi maraton adalah pengalaman luar biasa yang tidak akan pernah terlupakan.

Coba teknik penyembuhan pascamarathon yang berbeda

Program latihan lari marathon

Setelah jangka panjang – seperti maraton – otot paha dan betis akan mengencang. Inilah saatnya untuk fokus pada pemulihan.

Namun, kita harus fokus pada pemulihan selama pelatihan untuk melakukan yang terbaik. Teknik pemulihan berikut dapat meredakan otot tegang atau sakit:

  • Sauna atau mandi air hangat
  • Peregangan
  • Yoga

Rencanakan fase pemulihan ke dalam pelatihan (mis. Pelatihan satu hari – pemulihan satu hari). Ini adalah satu-satunya cara untuk meningkatkan dan melihat hasilnya.

Gunakan teknik penyembuhan yang beragam

Program latihan lari marathon

Punya paket nutrisi, rencana pelatihan pribadi, dan semua perlengkapan? Penuh semangat, berlari – dan tiba-tiba lumpuh karena cedera oto yang ditakutkan?

Satu-satunya cara untuk menyembuhkan kondisi ketika cedera dialami yaitu memperbaiki kondisi tubuh. Caranya, berlatih teknik pernapasan yang tepat dan lihat lebih banyak tips tentang penyembuhan pascamarathon berlangsung.

Bersiap untuk apapun selama lomba

Program latihan lari marathon

Makanan ringan yang kuat, bantalan blister, tabir surya, apakah sudah memikirkan itu semua?

Agar balapan mendatang menjadi sukses total, kita perlu mengumpulkan daftar peralatan supaya lebih siap menghadapi berbagai kondisi yang ada di depan.

Kendali emosi dan pola pikir negatif

Program latihan lari marathon

Selain otot dan perut yang kuat, kita juga perlu siap secara mental. Mental yang dimaksud yaitu ketangguhan mental. Dari “High” ke “Twinge of Panic” ke “Silver Lining”.

Sebagai persiapan, kita pn perlu mengetahui 7 fase maraton. Tujuannya, agar lebih siap untuk semua emosi yang mungkin kita alami selama balapan.

Maraton itu seperti kehidupan. Ada pasang-surut – kadang-kadang hal-hal menurun, tetapi ada aspek yang luar biasa juga. Dan itulah yang harus kita ingat selama balapan. Pikirkan saat melewati garis finis; itu tak akan terlukiskan!

Tertarik dengan lanjutan artikel ini? Tulis email di kolom di bawah ini. Tunggu beberapa saat, email berisi panduan “Program latihan lari marathon” akan dikirim ke alamat emailmu.

GOFITers akan memperoleh panduan lengkap secara gratis dan ditulis berdasarkan pengalaman trainer berpengalaman langsung ke inbox email.

More to explorer

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *