Sempurnakan Postur Berlari Anda

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

AKSI PELARI-PELARI elit di lomba lari marathon selalu menarik perhatian. Mayoritas berlari dengan anggun dan efisien. Postur dan gerakan tubuh mereka, termasuk ayunan kakin, terlihat alami dan dilakukan secara berkesinambungan. Ya, ini adalah fondasi dasar para pelari berkelas juara, dan Anda pun… sebetulnya, bisa mengaplikasikannya. Anda bisa berlari dengan risiko cedera kecil, efisien, dan tentu saja… menikmati kegembiraan yang ditawarkan olahraga ini. Syaratnya sederhana, ikuti aturan empat sederhana yang ada berikut ini.
#1 CONDONG KE DEPAN
Posisikan tubuh condong ke depan sekitar 2-3 derajat, ujar Alberto Salazar, seorang pelatih lari. Anda tidak perlu mencondongkan tubuh terlalu jauh ke depan atau ke belakang. Mencondongkan tubuh terlalu jauh ke depan akan membuat Anda memindahkan beban seluruh tubuh ke permukaan lintasan lari di setiap ayunan kaki. Sementara terlalu condong ke belakang akan membuat tumit Anda sangat menderita.
Cara melakukannya: Untuk memromosikan sudut tubuh yang tepat saat berlari, termasuk posisi leher dan dada, biarkan pandangan mata Anda yang menjadi pemandu. Jangan melihat ke bawah, tetapi arahkan pandangan mata ke horison. Jaga dagu rapat ke dalan, dan jangan biarkan terlalu mendongak.
#2 POSISI TANGAN
Pada umumnya para pelari tidak pernah memikirkan tangannya. Tetapi fakta mengatakan tangan memegang peran vital, ujar Salazar. Lengan Anda harus mengayun ke depan dan ke belakang, bukan menyilang. Di tiap ayunan kaki, bawa tangan Anda ke titik tengah (vertikal) torso, tetapi jangan sampai melebihi posisi tersebut. Jika melakukannya, tubuh Anda akan bergoyang dari satu sisi ke sisi lainnya.
Cara melakukannya: Untuk melepaskan ketegangan di tangan dan lengan, berlari dengan genggaman tangan yang relaks: Bayangkan tiap tangan membawa sebuah pretzel yang tidak ingin Anda remukkan.
#3 GUNAKAN UJUNG TELAPAK KAKI
Jika mendarat dengan tumit, hampir pasti Anda overstriding, ujar Salazar. Anda membenturkan kaki di tiap ayunan kaki dan meningkatkan risiko cedera. Ketika mendarat dengan ujung telapak kaki, gerakan Anda mengikuti alur energi ke depan. Sebuah penelitian terhadap para pelari Harvard mendukung teori Salazar: Hasil penelitian menemukan, pelari dengan karakter forefoot striker lebih sedikit yang mengalami cedera ketimbang kelompok heel striker.
Cara melakukannya: Lontarkan tumit dengan cepat setelah bersentuhan dengan permukaan lintasan lari: Visualisasikan menjejak lintasan dengan ujung telapak kaki Anda.
#4 MANFAATKAN LENGAN
Kunci sukses keempat Anda ketika berlari adalah posisi dan gerakan lengan. Bahu Anda perlu lebih relaks dan turun ke bawah. Siku Anda juga harus ditekuk sedikit, ujar Salazar. Jika Anda mengencangkan bahu dan membiarkan posisinya naik ke atas, lengan Anda mulai mengibas, dan Anda kehilangan dorongan ke depan.
Cara melakukannya: Saat lelah sudah melanda, bahu Anda cenderung turun dan tegang. Ketika ini terjadi, turunkan tangan Anda dan goyangkan lengan untuk merelakskan otot.

More to explorer

Efek squat setiap hari

Efek squat setiap hari

Latihan ini dimulai dengan squat 5 kali seminggu, mulai dari 50 hingga 200-300 pengulangan per hari. Latihan ini sudah banyak dilakukan oleh

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *