Olahraga Dongkrak Kemampuan Otak Anda

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

AKTIVITAS FISIK yang Anda lakukan saat ini apapun bentuknya tidak hanya membantu Anda meningkatkan kebugaran dan kesehatan. Tetapi lebih dari itu, olahraga membantu Anda memiliki otak super. Saat otot-otot di tubuh Anda berkembang dan kapasitas kardio meningkat, demikian pula yang terjadi pada otak. Berikut, apa yang terjadi pada otak saat Anda rutin berolahraga.
#1 OLAHRAGA BANTU ANDA KENDALIKAN STRES
Sebuah penelitian baru yang dipublikasikan di Cell Biology menyebutkan, ketika melakukan aktivitas kardio, Anda meningkatkan produksi protein spesial di otak yang disebut brain-derived neurotrophic factor atau BDNF. Protein ini menyokong fungsi dan menyelamatkan banyak neuron di otak. Hal ini membantu Anda meningkatkan resistensi terhadap stres, khususnya yang berlangsung dalam waktu lama, ujar Loretta Graziano Breuning, Ph.D., penulis Habits of a Happy Brain.
Dengan tingkat ketahanan yang tinggi terhadap stres, lanjutnya, otak beroperasi lebih efisien ketika melakukan tugas-tugas kognitif seperti mengatur suasana hati dan proses belajar. Selain itu, otak juga bekerja lebih maksimal untuk mengatur hal-hal yang berkaitan dengan fisik seperti pernapasan, mengendalikan detak jantung, dan fungsi kekebalan tubuh.
Makin Anda aktif secara fisik, otak makin memiliki kemampuan untuk menghadapi stres dan menyokong daya tahan hidup neuronal, ujar Matthew Capolongo, seorang pelatih di Professional Athletic Performance Center, New York.
#2 OTAK MELAKUKAN TUGAS KOMPLEKS LEBIH BAIK
Latihan kardiovaskular telah terbukti meningkatkan fungsi kognitif dan volume otak secara menyeluruh yang akan membantu Anda memroses informasi, ujar Capolongo. Dalam sebuah studi di Journals of Gerontology, partisipan yang berusia 60-79 tahun dibagi dalam dua grup. Kelompok pertama berlatih di intensitas sekitar 50 persen dari detak jantung cadangan (hearth-rate reserve), kemudian ditingkatkan ke 70 persen selama periode enam bulan. Kelompok lainnya melakukan latihan anaerobik yang fokus pada peregangan seluruh tubuh.
Grup yang melakukan latihan berintensitas tertinggi menunjukkan peningkatan volume otak yang signifikan, yang dikaitkan dengan fungsi kognitif. Fungsi ini meliputi kemampuan melakukan tugas, menyelesaikan masalah, dan memberikan perhatian. Capolongo memberikan catatan, ini bukan satu-satunya poin yang membuat Anda harus berolahraga.Saat tubuh Anda makin fit, bagian otak yang disebut hippocampus juga cenderung berkembang. Dan ini, menurut studi di NeuroImage, hanya perlu latihan aerobik enam minggu untuk membuat hippocampus membesar.
Dalam studi ini, partisipan berangkat dari kondisi tidak beraktivitas ke latihan di stationary bike selama 30 menit, lima kali dalam seminggu. Di minggu keenam, semua partisipan memiliki volume hippocampus yang lebih besar ketimbang awal penelitian.
Meski para peneliti memberi catatan jika mekanisme yang mendorong perkembangan hippocampus masih belum jelas, namun efeknya sangat dipahami: Karena hippocampus berada di pusat sistem memori dan pembelajaran otak, peningkatan volumenya bisa menyebabkan formasi memori yang lebih baik serta aktivitas pembelajaran yang makin kuat. Singkatnya, Anda bisa mengingat fakta dan kegiatan lebih muda, serta mempelajari tugas-tugas baru dan informasi lebih cepat.
#3 MENINGKATKAN KONSENTRASI
Banyak studi mengenai latihan (olahraga) dan fokus telah dilakukan terhadap anak-anak kemampuan melakukan banyak tugas dan mengalihkan distraksi. Dampak ini ternyata juga berlaku pada orang dewasa, ujar Breuning.
Dalam sebuah studi dari Pediatrics yang dilakukan terhadap anak-anak di Amerika Serikat, peneliti mengobservasi efek rutinitas olahraga selama satu tahun ajaran. Seperti diduga, anak-anak itu makin fit. Namun hal yang lebih signifikan adalah, terdapat peningkatan pula pada kemampuan menjaga fokus, mengurangi distraksi, menjaga perhatian, dan melakukan beragam tugas.
Selain membantu anak-anak dalam hal ini, olahraga juga membantu orang-orang dewasa. Dan, papar Breuning, merasakan posisi eksekutif ini membuat Anda merasa lebih bisa mengendalikan dan mengorganisasi yang mendorong banjir hormon kegembiraan seperti serotonin.
#4 MEMBANGUN SUASANA HATI
Otak memiliki reseptor yang menyebakan kecanduan. Ketika berolahraga, Anda memroduksi endorphin yang menyebabkan Anda merasa nyaman yang terikat dengan reseptor dan mengangkat suasana hati Anda (dalam hitungan menit). Namun sebuah penelitian dari Proceedings of the National Academy of Sciences yang dilakukan terhadap tikus percobaan memberikan catatan, terdapat reseptor pembangun kegembiraan lainnya cannabinoid receptor, yang diaktifkan dengan ganja.Kombinasi candu alami dan komponen kimia yang memiliki sifat seperti ganja ketika berolahraga menyebabkan tikus mendapatkan perasaan euforia. Manusia juga sering mendapatkan efek yang sama. Breuning menambahkan, dampak latihan terhadap suasana hati juga berasal dari pengurangan ukuran amygdala, salah satu struktur otak yang diasosiakan dengan pemrosesan kegelisahan, respon ketakutan, dan stres.
#5 MELEPAS LEBIH BANYAK ENDORPHIN
Endhorphin sekelompok hormon yang tersimpan di otak dan sistem syaraf mengaktifkan reseptor candu (opiate receptor) untuk merespon nyeri, dan mereka bisa dirangsang dengan latihan kardio maupun kekuatan. Saat endorphin membanjiri otak, muncul reaksi yang menciptakan analgesic effect yang berarti Anda mengurangi rasa nyeri yang terjadi.Hal ini membantu Anda melewati stres fisik. Meski Anda tidak mengalami nyeri fisik ketika berolahraga, sangat mungkin kontraksi otot memberikan respon serupa, menurut studi dariMedicine & Science in Sports & Exercise.Ketika Anda berolahraga secara rutin, ini menjadi sebuah kebiasaan, ujar Breuning. Otak Anda akan terhubung dengan efisiensi penggunaan hormon kegembiraan.

More to explorer

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *