Diagnosa kram otot: sebab, cara mencegah, dan mengobatinya

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Diagnosa kram otot | Kram otot sering dialami hampir sebagian besar pegiat kebugaran dan olahraga. Sebabnya, serat-serat otot berkontraksi secara tak terduga dan terkadang tanpa peringatan, menyebabkan rasa sakit. Ini bisa terjadi selama atau setelah latihan.

Daerah yang paling sering terkena adalah betis, kaki, dan paha. Kram otot dapat dialami siapa pun – mulai dari pemula hingga profesional.

Diagnosa kram otot: Apa penyebabnya?

Diagnosa kram otot: sebab, cara mencegah, dan mengobatinya

Diyakini, penyebab kram otot yaitu ketidakseimbangan cairan atau mineral. Namun, hingga saat ini tidak ada bukti tentang apa yang sebenarnya menyebabkan kram otot. Yang perlu kita ketahui, kram ada hubungannya dengan fungsi motor neuron.

Meski begitu, berbagai faktor mungkin berkontribusi terhadap kram, seperti: beban latihan yang berat, suhu tinggi, penuaan, diabetes, kurang tidur, serta ketidakseimbangan cairan dan mineral (magnesium, kalium dll). Kemungkinan, kombinasi ini akan menyebabkan impuls listrik kacau di otot, yang kemudian menyebabkan kejang yang menyakitkan.

Kram dapat dialami dalam berbagai bentuk. Secara umum, jika kram disebabkan oleh kelelahan, kemungkinan besar selama latihan, biasanya berlokasi di satu otot dan terjadi secara tiba-tiba. Namun, kram mungkin juga berkembang seiring waktu, dirasakan di beberapa bagian tubuh, dan disertai dengan banyak keringat dan tanda-tanda dehidrasi lainnya.

Secara populer, kram sering dikaitkan dengan hormon, kurang asupan kalsium, cedera, rheumaotid arthritis, neuropati diabetik, infeksi, kehamilan, dehidrasi, beberapa penyakit lain (penyakit hati, penyakit arteri perifer, pengapuran sendi (osteoarthritis), multiple sclerosis, neuropati perifer, hipotiroid dan diabetes tipe 2), efek samping obat, hingga kelelahan. Meski berbagai media telah mengungkapkan hal-hal tersebut sebagai penyebab kram otot, namun secara empiris hal tersebut belum terbukti signifikan.

Bagaimana cara mengobati kram otot?

Diagnosa kram otot: sebab, cara mencegah, dan mengobatinya

Jika alami kesakitan, istirahat sejenak dari aktivitas. Hingga hari ini, belum ada pengobatan empiris terkait hal ini. Namun, ada dua pendekatan yang sering dikaitkan dengan cara mengobati kram otot:

  • Hidrat: Disarankan mengonsumsi pengganti air dan elektrolit yang hilang saat berolahraga. Meski tidak menjadi obat untuk semua orang, olah raga berat yang lebih rentan alami kram cenderung mendapatkan manfaatnya.
  • Peregangan: Jika kram disebabkan oleh kelelahan karena beban latihan yang berlebihan, maka kita biasakan melakukan peregangan ringan dan pijatan. Cobalah untuk meregangkan otot yang alami kram secara lembut untuk membantu melepaskan ketegangan.

Otot kram adalah pertanda buruk! Sakit parah yang terjadi tiba-tiba bisa menjadi pertanda cedera. Jika alami rasa sakit yang hebat, tunda latihan selama satu atau dua hari. Jika sakitnya belum hilang, konsultasikan dengan profesional medis.

Cara mencegah kram otot

Diagnosa kram otot: sebab, cara mencegah, dan mengobatinya

Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah kram otot:

  • Jaga otot-otot tetap rileks. Awali dengan latihan peregangan dan relaksasi di setiap pelatihan.
  • Konsumsi makanan yang seimbang dan termasuk mineral, salah satunya magnesium yang dapat dikonsumsi dalam bentuk tablet effervescent. Ini juga ditemukan dalam produk gandum, sayuran hijau, dan pisang. Sumber kalsium yang baik, yang penting untuk kontraksi otot, adalah produk olahan susu, bayam, dan kuning telur.
  • Tingkatkan intensitas latihan secara bertahap. Sebelum terbiasa lakukan latihan berat dengan intensitas yang tinggi, tubuh terlebih dahulu harus terbiasa dengan sesi pelatihan baru.
  • Bila semua poin di atas bukan menjadi penyabab kram otot terjasi, maka biasakan meminum cukup cairan selama olahraga, terutama di cuaca panas (atau jika latihan mengakibatkan tubuh berkeringat).

Sering alami masalah dengan otot yang sakit? Maka biasakan untuk menerapkan beberapa poin pencegahan di atas.

More to explorer

DANAMON RUN 2019 Kembali Digelar

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Bank Danamon” atau “Bank”) akan menggelar kembali ajang lari Danamon Run, lomba lari dengan konsep unik dan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *