5 Kesalahan yang Anda Lakukan Ketika Mencuci Pakaian Olahraga

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

SETELAH MENYELESAIKAN SESI long run di akhir pekan dan kemudian bersantai di rumah untuk menghilangkan penat, mudah bagi Anda untuk melepaskan pakaian olahraga yang basah oleh keringat dan kemudian melemparkannya ke keranjang cucian. Dan pakaian kotor ini mungkin saja bertahan 1-2 hari di tempat tersebut sebelum Anda mencucinya.
Namun itu hanya salah satu dari sejumlah kesalahan yang Anda lakukan terkait upaya untuk mencuci dan membersihkan perlengkapan lari. Seiring berjalannya waktu, kesalahan-kesalahan seperti ini bisa merusak celana pendek, sports bra, atau bahkan compression pants Anda, terlebih pada pakaian lari yang dibuat dari bahan sintetis high-performance.
Kami rangkum sejumlah cara membersihkan dan mencuci pakaian lari dari beberapa pakar agar Anda bisa memanfaatkannya dan menjaga pakaian lari tetap berfungsi sebagaimana mestinya, sekaligus awet.
KESALAHAN 1 – Tidak Memeriksa Label Cara Perawatan
Produsen memberikan sejumlah informasi penting pada label mini yang dicangkokkan pada pakaian lari Anda. Ini seharusnya menjadi perhatian Anda sebelum mencuci pakaian lari. Sebagian dari label ini akan menginstruksikan bagaimana cara mencuci pakaian lari yang benar. Misalnya, jangan gunakan panas, jangan memakai pemutih, dan sebagainya. Jadi, sangat penting untuk memeriksa label ini terlebih dulu karena harga pakaian lari Anda tidak murah, ujar Melissa Maker, pakar pembersihan dan penulis Clean My Space: The Secret to Cleaning Better, Faster, and Loving Your Home Every Day.
Maker juga merekomendasikan agar Anda memberikan perhatian khusus pada label yang menyebutkan pengaturan tingkat panas, dan jika ragu, beralihkan ke air dingin. Bahan high-performance tidak dirancang untuk menghadapi air panas. Ini akan membuat lemah serat nilon atau lateksnya, ujarnya. Maksimal menggunakan air hangat-gangat kuku. Lebih dari itu, Anda berisiko merusak pakaian lari Anda.
KESALAHAN 2 – Menunggu 3 Hari untuk Mencuci Pakaian Kotor
Di keranjang cucian yang tertutup dan lingkungan yang gelap, bakteri yang menyebabkan bau tak sedap bisa berkembang, mencemari pakaian lari Anda dengan aroma yang menyengat. Namun penyebab sebenarnya, ujar Karen Welch, Ph.D., seorang peneliti senior di Microban, adalah kelembaban yang diciptakan keringat Anda. Ketika Anda memiliki sesuatu yang lembab, ini akan memromosikan perkembangan bakteri, ujarnya. Dan makin lama bakteri berkembang, aroma tak sedap yang tercipta makin kuat.Menurut Lindsey Boyd, salah satu pendiri The Laundress, produsen deterjen dan pembersih yang bersahabat dengan lingkungan, meninggalkan pakaian lari yang basah oleh keringat di tumpukan adalah hal terburuk yang Anda lakukan terhadap perlengkapan olahraga Anda. Dan makin lama melakukannya, aroma tak sedap yang menempel di pakaian lari bakal makin susah dihilangkan.
Dengan kata lain, Anda harus menghadapi permastink pembangunan aroma tak sedap yang berakumulasi di pakaian olahraga. Ini bukan senyawa yang larut dalam air. Jadi… air dalam keringat akan mendorongnya kembali ke udara, papar Welch.
Boyd merekomendasikan langkah preventif untuk hal ini: Gantung dan keringkan segera pakaian lari Anda yang basah setelah berlari. Ketika sudah kering, Anda bisa menempatkannya di keranjang cucian dan mencucinya kapanpun Anda ingin melakukannya, ujarnya. Upaya beberapa menit untuk menggantung baju Anda ini akan membantu membebaskan pakaian lari dari aroma tak sedam dalam jangka panjang.
KESALAHAN 3 – Tidak Menggunakan Deterjen yang Dikhususkan untuk Sportswear
Beberapa tahun terakhir, produsen deterjen memperkenalkan produk yang dirancang khusus untuk pakaian olahraga high-performance. Dan ini bukan sekadar strategi pemasaran. Ahli pembersihan mengatakan, produk-produk ini bisa efektif memerangi aroma tak sedap dan noda dengan menggunakan enzim (seperti protease, mannanase, dan amylase) yang ada dalam formula.
Serupa dengan apa yang mereka lakukan pada tubuh, enzim-enzim ini memecah kotoran (debu, minyak tubuh, dan keringat) yang terbentuk. Dan ini sangat penting ketika Anda merawat pakaian olahraga, ujar Boyd. Sangat penting untuk menggunakan deterjen yang memang dikhususkan untuk merawat pakaian olahraga agar terhindar dari bau dan noda.
Namun, apapun merek yang Anda pilih, pastikan tidak menambahkan deterjen secara berlebihan untuk memerangi aroma tak sedap yang muncul. Hal itu justru meninggalkan banyak residu pada pakaian olahraga Anda. Dan residu ini akan menjadi makanan bakteri dan jamur yang akan menciptakan bau tak sedap.Para pakar ini juga memberikan catatan, meski deterjen khusus ini bisa membantu mengurangi aroma tak sedap yang menumpuk di pakaian olahraga seiring berjalannya waktu, Anda mungkin juga butuh langkah ekstra jika bau menyengat masih bertahan. Pelari yang berbasis di Boston, Jon Salas, mengaku menggunakan campuran seperempat cangkir baking soda dan satu cangkir cuka untuk memerangi aroma tak sedap. Jika Anda mengombinasikan keduanya di mesin cuci, Anda memiliki Oxyclean alami yang murah untuk mencuci dan melindungi pakaian olahraga Anda, ujarnya.
KESALAHAN 4 – Menggunakan Pengering
Pengering menimbulkan kerusakan pada pakaian olahraga high-performance, khususnya di pengaturan suhu panas yang tinggi, karena hal ini memecah serat sintetis. Di saat bersamaan, pengering bisa menyebabkan penyusutan. Pengering ibarat pembunuh untuk pakaian olahraga yang mahal seperti sports bra dan celana lari, ujar Boyd. Sangat mengurangi elastisitas. Dan ketika celana kompresi tidak lagi ketat, ini bisa mengurangi performa Anda.
Boyd menambahkan, fitur seperti kantung atau resleting tidak bertahan baik di pengering. Peringatan terakhir? Pengering bisa memanaskan bakteri apa saja yang ada dalam pakaian Anda. Hal ini menyebabkan keluarnya aroma yang tercium seperti pakaian yang belum dicuci.Para ahli merekomendasikan untuk mengeringkan pakaian Anda sesegera mungkin. Ya, memang cukup menyita waktu. Tapi langkah ini akan menjaga pakaian olahraga Anda, dan membuatnya bertahan lebih lama. Untuk mempercepat proses pengeringan, ujar Devin Donaldson, pendiri The Optimist Co., produsen perlengkapan pembersih dan pencuci alami, jemur dengan menempatkan kipas angin di dekatnya.
Terakhir, jika memang Anda harus menggunakan pengering dan label perawatan mengatakan ini tidak menjadi masalah pastikan untuk menggunakan putaran halus atau putaran tanpan panas yang akan menghembuskan udara sejuk, ujar Maker.
KESALAHAN 5 – Menggunakan Pelembut
Meski bahan ini membuat handuk dan seprai terasa halus dan segar, pelembut pabrikan apakah itu berbentuk cair, dan sebagainya bisa merusak pakaian olahraga. Apa yang penting untuk pakaian olahraga adalah kemampuan bernapas mereka, dan semua teknologi yang seharusnya bekerja, papar Maker. Namun pelembut pabrikan menyumbat bahan pakaian olahraga Anda sehingga membuat mereka tidak memiliki memampuan mengusir kelembaban. Dan ini jelas mempertahankan aroma tidak sedap dan membuatnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Dan karena ini, mengapa cuka bisa menyelamatkan Anda. Maker merekomendasikan untuk menggunakan setengah cangkir cuka, tergantung banyaknya cucian yang akan Anda bereskan, ke mesin cuci Anda. Cuka bertindak sebagai pelembut alami tanpa efek negatif pada pakaian lari Anda (dan membantu mengusir aroma tak sedap).

More to explorer

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *