HOKA ONE ONE Carbon X Hadir di Pasar Indonesia Awal Juni 2019

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

JAKARTA, 20 MEI 2019 – HOKA ONE ONE Carbon X, racing shoe baru yang mewujudkan konstruksi yang impossibly-cushioned dan impossibly-lightweight yang dipelopori oleh HOKA pada peluncuran merek ini sepuluh tahun yang lalu serta bakal diluncurkan secara global di dunia pada 1 Juni 2019, akan mulai hadir di pasar Indonesia melalui toko Planet Sports dan Sports Station tertentu.
Carbon X dirancang untuk mendorong atlet ke performa terbaik mereka dan didukung oleh fitur fitur yang akan menguntungkan atlet dari semua tingkatan, terlepas dari jarak atau kecepatan. Dengan fitur pelat serat karbon di midsole dan Metarocker ™ yang agresif, yang dirancang untuk memberikan efisiensi, dorongan-lari bagi atlet untuk melaju dengan kecepatan apa pun. Konstruksi rangka kaki HOKA dirancang untuk membuat sepatu ini sangat stabil (active footframe) dan mendukung untuk kompetisi di permukaan datar dengan beratnya yang hanya 240 gram (ukuran pria US 9).


“Carbon X mewujudkan semua yang telah menjadikan HOKA merek yang populer dan berkembang pesat,” kata Gretchen Weimer, Wakil Presiden Produk di HOKA ONE ONE. “Menggabungkan rekayasa kinerja premium, rasio berat-ke-bantal yang luar biasa, dan geometri ride yang user-friendly, sepatu ini dirancang untuk memberdayakan atlet di seluruh dunia, dan untuk membantu mereka merasa seperti mereka bisa terbang.”
Peluncuran sepatu lari ini diawali dengan pengumuman Proyek Carbon X pada awal Mei 2019. HOKA ONE ONE®, sebuah divisi dari Deckers Brands (NYSE: DECK) mengumumkan Proyek Carbon sebagai sebuah upaya untuk memecahkan Rekor Dunia Lari 100K oleh banyak atlet HOKA. Proyek Carbon X ini menandai peluncuran sepatu lari Carbon X.
Project Carbon X menampilkan lomba 100K di Folsom, California pada Sabtu, 4 Mei 2019, di mana sejumlah atlet berusaha memecahkan Rekor Dunia 100K dengan sepatu lari baru ini. Ultrarunner HOKA ONE ONE seperti Jim Walmsley, Tyler Andrews dan Mike Wardian, bersama dengan Juara Dunia IAAF 100K Hideaki Yamauchi dan sesama pelari Jepang Yoshiki Takada, berusaha memperbaiki Rekor Dunia Nao Kazami pada 6:09:14, yang diukir tahun lalu, di jalur lari yang cepat dan flat di California Utara. Atlet HOKA ONE ONE, Sabrina Little, bersama dengan Aiko Kanematsu, juga ikut berlomba di lomba 100K dan berupaya memecahkan Rekor Dunia wanita 6:33:11, yang dibuat pada tahun 2000 oleh Tomoe Abe. Atlet HOKA ONE ONE Sage Canaday, Tim Freriks, Sarah Bard, dan Jared Hazen bertindak sebagai pacer selama upaya pemecahan rekor dilakukan.
Selain itu, lima tim yang terdiri dari sepuluh pelari per team, secara simultan juga berpartisipasi dalam estafet 10 x 10K di jalur yang sama. Gabungan atlet HOKA ONE ONE dan atlet dari mitra ritel terpilih, yang terdiri dari tim campuran gender ini juga berusaha memecahkan Rekor Dunia campuran gender 10 x 10K.

“Gairah dan kecintaan saya berlari berakar dari trails; namun ultra-road memiliki banyak kisah yang menggairahkan untuk saya, ”kata Jim Walmsley, yang pada tahun 2018 mencetak rekor di Western States Endurance Run dan Sonoma Lake 50 Mile, dan memenangkan gelar 3 kali berturut-turut sebagai “Ultrarunner of the Year ” dari Majalah Ultrarunning. “Saya beruntung bekerja dengan HOKA ONE ONE mengingat sejarah mereka menciptakan produk-produk inovatif, berorientasi pada kinerja untuk segala permukaan atau jarak”
“Project Carbon X merayakan visi HOKA untuk memberdayakan dunia atlet untuk terbang di atas Bumi,” kata Wendy Yang, Presiden HOKA ONE ONE. “Beberapa atlet top kami akan mengejar standar baru dunia dengan sepatu kami yang paling inovatif, dan mereka melakukannya bersama tim estafet yang juga mengejar rekor dunia. Carbon X dirancang untuk berbagai tipe atlet untuk mengejar personal best mereka.”

More to explorer

6 Makanan Yang Mampu Mengurangi Depresi.

Seperti juga beberapa masalah kesehatan fisik yang bisa membaik dengan makanan tertentu, begitu juga dengan kesehatan mental kita. Beberapa makanan terbukti mampu

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *