Cara mengembangkan latihan lari yang menyenang (tidak menyiksa)

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

LATIHAN LARI YANG MENYENANGKAN. 10 menit berlari sering membuat kita tersiksa. Oleh sebab itu, kita cenderung melihat-lihat arloji beberapa kali. Parahnya, 5 menit setelahnya kita merasa tubuh terlalu berat untuk dibawa untuk berlari.

Oleh sebab itu, kita perlu menggunakan cara lari yang lain. Hampir sebagian pemula mengalami hal yang sama. Hal ini normal. “Membenci” lari di awal latihan itu pasti dilakukan oleh pelari pemula.

Nyatanya, latihan lari itu tidak mudah. Tapi jangan menyerah terlalu cepat. Kebanyakan pelari mulai merasa bosan, tetapi belajar untuk menyukai lari itu butuh waktu. Beberapa caranya:

Ubah harapan menjadi rasa penasaran untuk jalani lari yang menyenangkan

Ambil contoh seperti ini. Bagaimana dapat rekan lari yang baru mulai 2 bulan latihan lari sudah berpartisipasi dalam perlombaan?

Nyatanya, setiap orang berbeda. Atasi ego dan lepaskan semua harapan seperti apa seharusnya kita berlari. Selanjutnya, pikirkan apa yang harus dilakukan. Untuk memulainya, temukan sesuatu yang baru tentang diri kita.

Untuk mendapatkan hal tersebut, mulailah dengan keluar dari aturan apa punsaat berlari. Berhentilah saat menginginkannya dan berjalanlah sebentar. Berlari lebih cepat selama 3 menit. Lari ke atas bukit. Cobalah latihan berlari yang benar-benar acak dan lihat apa yang membuat kita bahagia.

Misalnya, kiya menyukai lari di lingkungan yang tenang, atau sesekali melamun saat berlari. Atau mendorong agar adrenalin dari sprint muncul selama beberapa kali berlari. Setelah tahu jenis latihan lari yang kita sukai, lakukan langkah selanjutnya …

Tetapkan tujuan sederhana selama awal latihan lari

Alih-alih bertujuan lari cepat 5k atau 30 menit sesegera mungkin, pilih tujuan yang sebenarnya dapat dicapai dalam seminggu. Ya, hanya dalam satu minggu.

Contoh sasaran lari pertama yang mudah dicapai: Berlari 2 menit lebih lama dari yang terakhir. Jalankan dua kali dalam satu minggu. Berlari selama 15 menit berturut-turut. Lakukan 3 sprint di trek bukit. Apa pun yang kita pilih, tuliskan dan pastikan untuk melakukannya.

Kuncinya adalah merasa senang dengan prestasi hari demi har. Jangan menunggu “sesuatu” yang hanya ada dalam mimpi. Kita sedang ingin membangun kebiasaan sebelum membidik sasaran yang lebih besar. Setelah memilikinya, rencanakan latihan dan berkomitmen lah pada diri sendiri untuk mencapainya.

Gunakan mesin penghitung

Tidak ada yang mulai berjalan tanpa alasan yang kuat (dorongan). Sama seperti orang lain, kita ingin mencapai sesuatu. Baik itu menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan kardiovaskular, atau mampu berlari maraton. Oleh sebab itu, kita butuh alat untuk menunjukkan perkembangan kita.

Gunakan arloji yang memiliki pelacak GPS sehingga kita dapat merasa seperti pelari profesional. Kedengarannya sepele, tetapi ini penting. Tidak hanya akan mengingatkan tentang waktu, juga dapat memudahkan kita untuk memonitoring selama kita berlari. Cara ini akan memberi perbedaan besar.

Ketika kita memiliki informasi berapa jarak yang berhasil ditempuh atau berapa kalori yang berhasil kita bakar, membuat kita akan lebih bermanfaat. Hubungkan ponsel dengan aplikasi tracker, salah satunya Runtastic, maka kita akan mendapatkan hasil yang optimal.

Berbagi pengalaman derita

Jika kita berpikir bahwa seorang pelari pasti selalu suka berlari, itu salah. Untuk mengetahuinya, kita perlu bergabung denagn komunitas lari. Di sana, kita bisa tahu bahwa lari terkadang memang membuat kita menderita.

Bergabung dengan sekelompok pelari akan membuat kita lebih tahu. Cara ini pun dapat membuat kira tertarik untuk balapan bersama atau kadang-kadang bahkan melakukan perjalanan untuk berlari bersama di luar kota. Intinya, jangan merasa harus melakukannya sendiri.

More to explorer

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *