Cara mencegah dan mengobati cedera lutut saat lari

By:
Posted: May 10, 2019

SAKIT LUTUT SAAT LARI. Salah satu penyakit akibat olahraga lari yang paling umum yaitu lutut pelari atau sindrom nyeri patellofemoral (PFPS). Penyakit ini menyebabhkan program latihan berhenti seketika.

Letak masalah pada olahraga lari


Rasa sakit yang sering dirasakan pelari umumnya berada di sekitaran lutut. Letaknya, di bawah, sedikit di atas atau di bawah tempurung lutut. Kondisi ini semakin memburuk ketika atlet berlari menanjak, menurun atau naik turun tangga. Rasa sakit yang beragam umumnya sering dikeluahkan oleh para pelari. Pada kasus yang parah, lutut jadi membengkak.
Sejumlah hal yang sering dikaitkan dengan masalah lutut seringkali diakibatkan oleh peningkatan jarak tempuh. Ketika menambah jarak tempuh lari, pelari akan merasakan rasa sakit yang menyiksa. Selain itu, cara berlari yang buruk pun memperburuk kondisi tersebut.

Penyabab sakit pada lutut pelari


"Banyak dari cedera ini disebabkan oleh masalah gerak atau mobilitas di pinggul atau punggung bawah," jelas Dr. Aaron LeBauer, seorang ahli terapi fisik yang berbasis di Greensboro, North Carolina. "Atau itu bisa menjadi masalah ketidakstabilan posisi tubuh. Jika berlari dengan posisi tubuh yang tidak seimbang, maka kaki akan mendapatkan beban yang tidak stabil. Ketidakstabilan ini sering diakibatkan oleh gerakan pinggul yang kurang tepat."
Ditambah lagi, ketidakseimbangan kekuatan dan mobilitas akan semakin memburuk bila dikombinasikan dengan peningkatan jarak tempuh. Akibatnya, lutut akan semakin "tertekan". Sayangnya, ketidakseimbangan ini tidak akan diketahui oleh pelari hingga ia merasa lututnya sakit.
"Masalah terbesar muncul ketika pelari tidak mendengarkan tubuhnya sendiri, padahal tubuh sudah memberi sinyal berupa rasa sakit," kata LeBauer. "Memaksa tubuh untuk terus berlari membuat kondisi semakin memburuk. Pelari yang seperti demikian akan lebih banyak beristirahat atau mencari perawatan sebelum bisa berlari kembali", tambah LeBaurer.

Cara mencegah sakit lutut


Meski belum pernah alami sakit pada lutut, kita tetap perlu merencanakan perawatan yang berhubungan dengan proses penguatan penstabilkan tubuh. Caranya, biasakan untuk memperbaiki gaya berjalan. Setiap kali kita belajar menyeimbangkan cara berjalan dan pinggul, maka peluang cedera akan semakin kecil.
Tindakan pencegahan lainnya dengan mengenali tubuh. Ketika ada "rasa mengganggu" pada pinggul, maka sudah saatnya kita mengistirahatkan tubuh. Bila muncul rasa sakit, maka segera berhenti dan memeriksa postur atau bentuk.
Jika dua cara pencegahan tersebut sudah dilakukan dan masih mengalami masalah, ada baiknya datanglah ke terapis fisik untuk mengidentifikasi akar penyebab rasa sakit sebelum berubah menjadi cedera. Bila setiap kali berlari muncul rasa sakit, maka datang ke terapis fisik akan menghemat pengeluaran kesehatan dan kita tidak perlu berhenti berlari dalam waktu yang lama.

Perawatan sakit pada lutut


Ketika datang ke dokter, hal pertama yang perlu diketahui yaitu penyebab rasa sakit, dan fokus untuk memperbaikinya. Umumnya, area yang akan diperiksa yaitu pinggul, dimana bagian ini sering menerima akibat dari ketegangan dan kekencangan otot. Selain, pemeriksaan dilakukan pula pada paha depan, punggung bawah, dan otot perut.
Penelitian menunjukkan bahwa menstabilkan rantai kinetik dapat mengurangi rasa sakit yang terkait dengan lutut. Sebagai contoh, satu studi yang diterbitkan dalam American Journal of Sports Medicine mengintruksikan 19 peserta yang alami PFPS untuk menjalani program penguatan pinggul dan keseimbangan selama delapan minggu. Hasilnya, para peserta mengalami fase penyembuhan yang signifikan, semakin meredanya rasa sakit pada lutut.
Studi lain dari University of Kentucky menunjukkan bahwa gaya berjalan dapat digunakan untuk mengurangi gejala PFPS. Pada sesi latihan gaya berjalan selama delapan sesi, para peneliti mengamati rotasi pinggul internal hingga penurunan panggul. Sesi latihan ini berdampak pada peningkatan mekanika pinggul dan rasa sakit yang berkurang. Setelah pelatihan, para peserta merasakan rasa sakit yang berkurang dan fungsi lutut yang membaik.

Hey, like this? Why not share it with a buddy?

Related Posts