Apakah bubuk daun kelor dapat menurunkan berat badan?

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

DAUN KELOR. Daun kelor adalah ramuan India yang berasal dari pohon Moringa oleifera. Ramuan ini digunakan dalam pengobatan Ayurveda – sistem medis India kuno – untuk mengobati penyakit kulit, diabetes, dan infeksi selama ribuan tahun.
Selain itu, ia dianggap menawarkan manfaat penurunan berat badan. Namun, apakah hal tersebut benar adanya?

Kandungan senyawa yang kuat

Tanaman asli India, Asia, dan Afrika, ini memiliki kandungan gizi yang amat tinggi. Selain itu, terdapat pula vitamin, mineral, dan senyawa tanaman bermanfaat lainnya. Per 3,5 ons (100 gram), daun kelor mengandung sekitar:

Protein: 27 gram
Lemak: 6 gram
Serat: 34 gram
Gula: 3 gram
Sodium: 1,361 mg
Kalsium: 173% dari Nilai Harian (DV)
Besi: 133% dari DV
Seng: 27% dari DV
Magnesium: 126% dari DV
Tembaga: 111% dari DV
Vitamin A: 176% dari DV

Di sisi lain, daun kelor juga kaya akan fitat – antinutrien yang berikatan dengan mineral, seperti zat besi, seng, dan kalsium. Di sisi lain, polifenol dalam daun kelor memiliki sifat melawan kanker dan dapat mengurangi risiko kondisi kronis, seperti penyakit jantung dan diabetes.
Sumber polifenol yang kaya lainnya termasuk buah-buahan, sayuran, teh, dan kopi – yang merupakan salah satu alasan mengapa diet yang kaya akan makanan ini telah dikaitkan dengan kesehatan yang lebih baik.

Manfaat penurunan berat badan

Bubuk kelor ditengarai mampi meningkatkan berat badan. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa kelor dapat mengurangi pembentukan lemak dan meningkatkan penguraian lemak.
Namun, tidak diketahui apakah efek juga berdampak positif pada manusia. Hingga saat ini, belum ada penelitian pada manusia yang meneliti efek dari kelor saja terhadap penurunan berat badan.
Pada studi selama 8 minggu pada 41 orang gemuk (dengan program diet dan olahraga yang sama), mereka yang mengonsumsi 900 mg suplemen kelor, kunyit, dan kari kehilangan 10,6 pound (4,8 kg) – sedangkan kelompok plasebo hanya 4 pound (1,8 kg) dalam kelompok plasebo.
Pada penelitian serupa tetapi lebih besar, para peneliti mengacak 130 orang yang kelebihan berat badan untuk menerima suplemen yang sama dengan penelitian di atas atau plasebo.
Mereka yang diberi suplemen kehilangan 11,9 pon (5,4 kg) selama 16 minggu, dibandingkan dengan hanya 2 pon (0,9 kg) pada kelompok plasebo. Mereka juga secara signifikan menurunkan kolesterol LDL (buruk) dan meningkatkan kolesterol HDL (baik).
Namun, tidak jelas apakah manfaat ini dikaitkan dengan kelor, salah satu dari dua ramuan lain, atau kombinasi.

Manfaat kesehatan yang potensial lainnya

Meskipun bubuk kelor belum terbukti meningkatkan berat badan, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa bubuk kelor menawarkan manfaat kesehatan lainnya. Studi menunjukkan bahwa kelor dapat membantu:

mengatur gula darah
darah rendah
menurunkan kolesterol
mengurangi peradangan
melindungi terhadap penyakit jantung

Penelitian pada manusia telah menemukan bahwa suplemen kelor dapat bermanfaat bagi kondisi kronis tertentu, seperti diabetes dan asma. Manfaat ini dikaitkan dengan berbagai senyawa kuat yang ditemukan dalam bubuk kelor, yaitu polifenol dan antioksidan lainnya.

Keamanan dan efek samping

Bubuk kelor umumnya rendah efek samping. Studi melaporkan tidak ada efek buruk pada manusia yang mengonsumsi 50 gram bubuk kelor sebagai dosis tunggal atau 8 gram per hari selama 28 hari.
Apa pun itu, masih merupakan ide yang baik untuk berbicara dengan penyedia layanan kesehatan atau apoteker sebelum mencoba bubuk kelor – terutama jika sedang mengonsumsi obat tekanan darah atau kontrol gula darah.
Daun pohon kelor mengandung senyawa sehat, termasuk vitamin, mineral, dan polifenol. Meskipun bubuk kelor sering dianggap menurunkan berat badan, penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum ini dan manfaat lainnya dapat dikonfirmasi.
Meski begitu, bubuk kelor bergizi dan kemungkinan aman bagi kebanyakan orang ketika dikonsumsi dalam dosis yang disarankan.

More to explorer

Efek squat setiap hari

Efek squat setiap hari

Latihan ini dimulai dengan squat 5 kali seminggu, mulai dari 50 hingga 200-300 pengulangan per hari. Latihan ini sudah banyak dilakukan oleh

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *