6 Makanan Tinggi Lemak yang Sebaiknya Anda Konsumsi

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

MAKRONUTRISI MEMBANTU ANDA merasa kenyang lebih lama dan terkait dengan beragam hal. Tergantung pada tipenya, makronutrisi bisa membantu mengurangi lemak perut, meningkatkan kesehatan jantung, mendongkrak fungsi kognitif, dan memberikan sejumlah manfaat kesehatan lainnya.
Dan bukan hanya lemak polyunsaturated dan monounsaturated yang ditemukan di minyak zaitun, apokat, dan kacang-kacangan atau omega-3 yang ditemukan di ikan berlemak seperti sarden dan salmon yang bagus untuk kesehatan tubuh Anda. Banyak dokter dan ahli nutrisi mengatakan jika lemak jenuh harus mendapatkan tempat dalam pola makan yang sehat. Dan semua makanan bukan hasil pemrosesan kaya kandungan komponen yang bisa meningkatkan kualitas kolesterol, fungsi kognitif, dan metabolisme.
Tidak hanya lemak itu sendiri yang bagus buat Anda, namun lemak alami yang berasal dari makanan segar juga tinggi kandungan nutrisi yang memromosikan kesehatan seperti vitamin K2 dan choline, yang mungkin susah Anda dapatkan.
Jadi… mari kita mengonsumsi lemak! Namun pastikan mendapatkan jenis yang tepat. Dan berikut makanan berlemak yang bisa menjadi pilihan Anda.
#1 Kuning Telur
Abaikan omelet putih telur dan manfaatkan kuning telur. Makanan kaya kandungan lemak ini kuning telur merupakan gudang vitamin A, choline, vitamin B, dan selenium, ujar Laura Schoenfeld, M.P.H., R.D.
Kuning telur (dari ayam yang diternakkan secara alami) tinggi kandungan vitamin D dan karotenoid antioksidan yang memberikan warna oranye. Selain itu, kuning telur yang memberikan rasa lezat pada telur. Saya merekomendasikan untuk mengonsumsi 2-3 telur tiap hari pada mereka yang memiliki toleransi pada makanan ini, tambah Schoenfeld.
#2 Alpukat
Alpukat kaya kandungan omega-9 (oleic acid) dan membantu memelihara kesehatan kulit dan menjaga keseimbangan hormon yang menyangkut kesehatan sistem pencernaan karena buah ini kaya kandungan serat, ujar says Ali Miller, R.D.
Buah ini juga makanan yang baik untuk proses pemulihan pascalatihan karena menawarkan elektrolit seperti potasium, dan bisa meningkatkan respons stres dengan vitamin B serta folat yang dimilikinya.
#3 Cocoa Butter
Cocoa butter, yang disebut minyak Theobroma oil, adalah lemak dari biji kakao yang kerap digunakan sebagai bahan alami produk perawatan kulit, ujar Miller.
Coacoa butter bagus juga bisa dimakan terutama karena rasa creamy-nya dan cocok menjadi bahan energy bar, smoothies, atau dikombinasikan dengan kopi. Terkait nutrisi yang dimilikinya, cocoa butter menyodorkan antioksidan dan asam lemak omega-9, yang membantu keseimbangan hormon dan mendukung fungsi kekebalan tubuh, kata Miler.
#4 Dark Chocolate
Penelitian menunjukkan, cokelat tipe tertentu bisa melindungi kesehatan jantung. Butuh 200 milligram antioksidan bernama flavanol untuk meningkatkan aliran darah dan memromosikan kesehatan jantung, ujar Jennifer McDaniel, M.S., R.D.N.
Ini cara untuk mendapatkan 200 miligram flavanol: 2 sendok makan cocoa powder atau 50 gram dark chocolate yang mengandung 70-80 persen kakao. Pastikan untuk membeli produk yang alami. Jangan beli cocoa powder yang sudah dialkalisasi karena proses ini mengurangi kandungan flavanol, ujar McDaniel. Dan pilih chocolate bar yang menempatkan kakao sebagai peringkat pertama di bahannya, bukan gula.
#5 Kacang dan Selai Kacang
Satu porsi kacang (sekitar 150-200 kalori) bisa membuat Anda kenyang selama berjam-jam, ujar McDaniel.
Meski tinggi kalori, kacang juga kaya kandungan nutrisi. Makanan ini dilengkapi serat, protein, antioksidan, serta berbagai vitamin dan mineral. Dan semua nutrisi tersebut telah terbukti menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan jantung, dan mengurangi dampak metabolic syndrome. Selain itu, satu porsi kacang-kacangan tiap hari membantu Anda mencegah Alzheimers, mendongkrak memori, dan mengurangi depresi.
#6 Produk Susu Full-fat
Jika Anda tidak terlalu banyak mengonsumsi daging, produk susu full-fat adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan lemak jenuh yang baik, ujar McDaniel. Selain itu, meski dipercayai secara umum, sejumlah penelitian terbaru gagal menemukan hubungan antara peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, penyakit jantung koroner, dan stroke dengan lemak dari susu atau produk susu, tambah McDaniel. Ini mungkin ada hubungannya dengan nutrisi lain dalam susu yang berinteraksi dengan andungan lemaknya.
Sebagai contoh, produk susu kaya kandungan makronutrisi seperti vitamin D dan potasium dua nutrisi penting yang vital untuk kesehatan jantung, tekanan darah, dan sensitivitas insulin. Kandungan lemak yang tinggi juga membantu Anda merasa kenyang lebih lama.

More to explorer

Puma Hoops Hadir di Tanah Air

PUMA secara resmi meluncurkan koleksi basket untuk pasar Indonesia, PUMA Hoops. Rangkaian koleksi PUMA Hoops yang sudah hadir yakni PUMA Clyde Court,

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *