Susu A1 vs A2. Apakah ini penting?

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

SUSU A1 Vs A2. Efek kesehatan dari susu sangat tergantung dari jenis sapi yang menghasilkannya. Saat ini, susu A2 dianggap lebih sehat daripada susu A1 biasa.
A2 diduga memiliki beberapa manfaat kesehatan dan lebih mudah dicerna oleh mereka yang memiliki intoleransi susu.

Apa arti istilah A1 dan A2?

Kasein adalah kelompok protein terbesar dalam susu, yang membentuk sekitar 80% dari total kandungan protein. Ada beberapa jenis kasein dalam susu. Beta-casein adalah yang paling umum kedua dan ada dalam setidaknya 13 bentuk yang berbeda.

Dua bentuk paling umum adalah:

  • A1 beta-casein. Susu dari sapi yang berasal dari Eropa utara umumnya tinggi A1 beta-casein. Trah ini termasuk Holstein, Friesian, Ayrshire, dan British Shorthorn.
  • A2 beta-casein. Susu yang tinggi A2 beta-casein ditemukan pada keturunan Kepulauan Channel dan Prancis selatan. Ini termasuk sapi Guernsey, Jersey, Charolais, dan Limousin.
    Susu biasa mengandung A1 dan A2 beta-casein, tetapi susu A2 hanya mengandung A2 beta-casein.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa A1 beta-casein mungkin berbahaya dan bahwa A2 beta-casein adalah pilihan yang lebih aman. Susu A2 diproduksi dan dipasarkan oleh Perusahaan Susu A2 dan tidak mengandung A1 beta-casein.

Potensi negatif protein A1

Beta-casomorphin-7 (BCM-7) adalah peptida opioid yang dilepaskan selama pencernaan A1 beta-casein. Itulah mengaoa beberapa orang percaya susu biasa kurang sehat daripada susu A2.
Beberapa kelompok penelitian menunjukkan bahwa BCM-7 terkait dengan diabetes tipe 1, penyakit jantung, kematian bayi, autisme, dan masalah pencernaan.
Meskipun BCM-7 dapat memengaruhi sistem pencernaan, masih belum jelas sampai sejauh mana BCM-7 diserap secara utuh ke dalam darah. Penelitian belum menemukan BCM-7 dalam darah orang dewasa sehat yang minum susu sapi, tetapi beberapa tes menunjukkan bahwa BCM-7 ada pada bayi.
Sementara BCM-7 telah diteliti secara luas, efek kesehatannya secara keseluruhan masih belum jelas.

Efek buruk A1: diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 biasanya didiagnosis pada anak-anak dan ditandai oleh kurangnya insulin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum susu A1 selama masa kanak-kanak meningkatkan risiko diabetes tipe 1.
Namun, penelitian ini bersifat observasional. Mereka tidak dapat membuktikan bahwa A1 beta-casein menyebabkan diabetes tipe 1 – hanya saja mereka menemukan beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi.
Beberapa penelitian pada hewan tidak menemukan perbedaan antara A1 dan A2 beta-casein, yang lain menunjukkan A1 beta-casein memiliki efek protektif atau efek samping pada diabetes tipe 1. Sejauh ini, belum adapenelitian pada manusia yang meneliti efek A1 beta-casein pada diabetes tipe 1.

Efek buruk A1: penyakit jantung

Dua studi observasional mengaitkan konsumsi susu A1 dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Satu tes pada kelinci menunjukkan bahwa A1 beta-casein meningkatkan penumpukan lemak pada pembuluh darah yang terluka. Penumpukan ini jauh lebih rendah ketika kelinci mengonsumsi A2 beta-casein.
Akumulasi lemak berpotensi menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung. Namun, relevansi manusia dari hasil telah diperdebatkan. Sejauh ini, dua percobaan telah menyelidiki efek susu A1 pada faktor risiko penyakit jantung pada manusia.
Pada satu penelitian terhadap 15 orang dewasa dengan risiko tinggi penyakit jantung, tidak ada efek samping yang signifikan yang diamati. A1 dan A2 memiliki efek yang serupa pada fungsi pembuluh darah, tekanan darah, lemak darah, dan penanda inflamasi.
Studi lain tidak menemukan perbedaan yang signifikan dalam efek A1 dan A2 kasein pada kolesterol darah.

Efek buruk A1: sindrom kematian bayi mendadak

Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) adalah penyebab kematian paling umum pada bayi di bawah 12 bulan. SIDS adalah kematian bayi yang tidak terduga tanpa sebab yang jelas.
Beberapa peneliti berspekulasi bahwa BCM-7 mungkin terlibat dalam beberapa kasus SIDS. Satu studi menemukan kadar BCM-7 yang tinggi pada darah bayi (yang mengalami bernafas saat tidur sejenak). Kondisi ini, dikenal sebagai sleep apnea, terkait dengan peningkatan risiko SIDS.
Hasil ini menunjukkan bahwa beberapa anak mungkin sensitif terhadap A1 beta-casein yang ditemukan dalam susu sapi. Namun, studi lebih lanjut diperlukan sebelum mengambil kesimpulan.

More to explorer

Resistensi Antibiotik, Kenapa Bisa Terjadi?

Penemuan antibiotik adalah salah satu penemuan penting dunia medis yang menyelamatkan jutaan nyawa. Disebut sebagai obat dewa, antibiotik ampuh mengobati penyakit yang

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *