Cara efektif tingkatkan Vitamin D

By:
Posted: May 1, 2019

VITAMIN D. Vitamin D adalah nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk banyak proses vital, termasuk membangun dan mempertahankan tulang yang kuat.
Asupan vitamin D yang rendah dianggap sebagai masalah di seluruh dunia. Faktanya, defisiensi vitamin D diperkirakan mempengaruhi 13% populasi dunia.

Apa itu vitamin D?


Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak . Gunanya, membantu penyerapan kalsium, meningkatkan pertumbuhan dan mineralisasi tulang. Selain itu, secara tidak langsung Viramin D juga terlibat dalam berbagai fungsi sistem kekebalan tubuh, pencernaan, peredaran darah, dan sistem saraf.
Penelitian menunjukkan bahwa vitamin D dapat membantu mencegah berbagai penyakit, seperti depresi, diabetes, kanker, dan penyakit jantung. Namun, hubungan vitamin D dengan kondisi ini masih kurang dipahami.

Berapa banyak Vitamin D yang butuhkan?


Ada perdebatan tentang berapa banyak vitamin D yang dibutuhkan tubuh. Akademi Kedokteran Nasional AS menganggap 600-800 IU vitamin D harian sudah cukup. the U.S. Endocrine Society merekomendasikan 1.500–2.000 IU per hari.
Reference Daily Intake (RDI) saat ini ditetapkan pada 600-800 IU vitamin D untuk orang dewasa, berdasarkan rekomendasi National Academy of Medicine AS. Tingkat vitamin D dalam darah yang optimal tidak ditentukan secara konkret tetapi kemungkinan turun antara 20 dan 50 ng / ml.
Lebih lanjut, the U.S. Endocrine Society menunjukkan bahwa asupan harian hingga 4.000 IU vitamin D per hari aman bagi kebanyakan orang, meskipun dosis yang jauh lebih tinggi mungkin diperlukan untuk meningkatkan kadar darah pada beberapa individu.
Meski toksisitas jarang terjadi, hindari dosis vitamin D jangka panjang lebih dari 4.000 IU tanpa pengawasan dari profesional kesehatan yang berkualitas.

Habiskan waktu di bawah sinar matahari


Vitamin D sering disebut sebagai "vitamin sinar matahari" karena matahari adalah salah satu sumber nutrisi terbaik.
Kulit memiliki sejenis kolesterol yang berfungsi sebagai prekursor vitamin D. Ketika senyawa ini terpapar radiasi UV-B dari matahari, ia menjadi vitamin D. Faktanya, vitamin D yang diturunkan dari sinar matahari dapat bersirkulasi dua kali lebih lama dari vitamin D dari makanan atau suplemen.
Namun, jumlah vitamin D yang dapat dibuat tubuh tergantung pada beberapa variabel, meliputi:

Warna kulit dan usia. Orang dengan kulit yang lebih gelap perlu menghabiskan lebih banyak waktu di bawah sinar matahari untuk menghasilkan vitamin D daripada mereka yang memiliki kulit lebih terang. Itu karena kulit yang lebih gelap memiliki lebih banyak melanin, senyawa yang dapat menghambat produksi vitamin D. Usia juga bisa berdampak. Seiring bertambahnya usia, produksi vitamin D di kulit menjadi kurang efisien.
Lokasi geografis dan musim. Semakin dekat dengan garis khatulistiwa, semakin banyak vitamin D yang dapat dihasilkan sepanjang tahun karena kedekatan fisik dengan sinar matahari. Sebaliknya, peluang paparan sinar matahari yang memadai berkurang secara proporsional semakin jauh dari khatulistiwa.
Tabir surya dan pakaian. Jenis pakaian dan tabir surya tertentu dapat menghambat - jika tidak sepenuhnya menghambat - produksi vitamin D. Meskipun sangat penting untuk melindungi diri dari kanker kulit dengan menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan, dibutuhkan paparan sinar matahari yang secara langsung ke tubuh untuk mulai memproduksi vitamin D.

Meskipun tidak ada rekomendasi resmi, paparan selama 8-15 menit sudah cukup untuk membuat banyak vitamin D bagi individu yang berkulit lebih terang. Mereka yang memiliki kulit lebih gelap mungkin membutuhkan lebih banyak waktu.

Kulit, kita dapat menghasilkan sejumlah besar vitamin D sendiri saat terpapar sinar UV-B matahari. Namun, banyak faktor yang memengaruhi proses ini.

Hey, like this? Why not share it with a buddy?

Related Posts