Eliud Kipchoge dan Brigid Kosgey Juara London Marathon 2019

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

LONDON, 28 APRIL 2019 – Eliud Kipchoge keluar sebagai pemenang London Marathon 2019 di bagian pria setelah masuk garis finish dengan catatan waktu 2:02:37. Pemegang rekor dunia ini menegaskan posisi sebagai pelari terdepan mulai kilometer 40,5 dan meninggalkan rival terdekatnya – Mosinet Geremew – 18 detik di belakang saat melintas garis finish. Kemenangan ini mengantar Kipchoge menjadi juara London Marathon untuk keempat kalinya.
Kipchoge memimpin rombongan 10 pelari terdepan dan menjcapai separuh jarak lomba dengan waktu 1:01:37. Pemegang rekor lari marathon Inggris, Mo Farah, berada di bagian belakang rombongan pelari elit dengan pacer-nya sendiri, di samping tiga pacer lain yang disediakan penyelenggara untuk memandu kecepatan pelari-pelari yang berada di depan. Farah berada jauh di belakang Kipchoge saat pelari Kenya ini mulai mengendalikan persaingan di kolometer 25. Farah finish dengan catatan waktu 2:05:39.
Catatan waktu yang diukir Kipchoge adalah kedua yang terbaik di sepanjang sejarah lomba lari marathon. Geremew yang berasal dari Ethiopia, dengan catatan waktu yang diukirnya di London Marathon 2019, kini menjadi orang tercepat kedua di sepanjang sejarah lomba lari marathon. Mule Wasihun, yang juga berasal dari Ethiopia, finish di posisi ketiga dengan catatan waktu 2:03:16 dan berada di peringkat ke-7 pelari marathon tercepat di sejarah.
Kipchoge, 34 tahun, menjadi juara London Marathon 2015, 2016, dan 2018. Sebelum ini, Ingrid Kristiansen dari Norwegia adalah satu-satunya satu-satunya pelari yang empat kali memenangkan podium utama London Marathon. Kipchoge memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 2:01:39 di Berlin Marathon 2018, September lalu. Satu-satunya kekalahan di lomba lari marathon hanya dideritanya dari Wilson Kipsang Berlin Marathon 2013.


Sementara di bagian wanita, Brigid Kosgei menjadi pemiliki podium utama. Pelari Kenya ini mencatatkan waktu 2:18:20. Kosgey mulai menunjukkan dominasi di persaingan setelah kolometer 32 dan mengalahkan pelari Kenya lainnya, Vivian Cheruiyot, yang finish dengan catatan waktu 2:20:14.
Persaingan di kelompok wanita dimulai dengan lamban. Rombongan pelari terdepan menuntaskan paruh pertama lintasan dalam waktu 1:11:38. Namun Kosgey menyelsaikan paruh kedua dengan catatan cukup mengesankan 1:06:42.
Kosgei, 25 tahun, menjadi runner up di London Marathon 2018. Prestasinya ditindaklanjuti dengan menjadi pemenang Chicago Marathon di akhir Oktober tahun lalu. Catatan waktuya di London Marathon 2019 memperbaiki personal best-nya hingga 14 detik dan itu membuatnya berada di posisi ke-7 pelari marathon wanita tercepat di dunia.

More to explorer

DANAMON RUN 2019 Kembali Digelar

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Bank Danamon” atau “Bank”) akan menggelar kembali ajang lari Danamon Run, lomba lari dengan konsep unik dan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *