5 Strategi Jadi Jawara di Tanjakan

By:
Posted: April 26, 2019

TANJAKAN TERJAL adalah salah satu bagian paling berat yang harus Anda hadapi saat bersepeda, dan sebagian besar dari kita justru merencanakan rute untuk menghindarinya. Tetapi sebetulnya dengan latihan dan teknik yang tepat, Anda bisa melewati tanjakan terjal yang terlihat nyaris vertikal bagi mereka yang tidak terlatih.
Hanna Muegge, pemenang Red Bull Bay Climb di San Francisco tahun ini, akan membeberkan sejumlah tip untuk untuk menaklukkan tanjakan yang terjal. Di Bay Climb, pembalap fixed gear dan freewheel harus menaklukkan tanjakan dengan tingkat kemiringan hingga 21 persen. Pemenang masing-masing heat akan melaju ke babak berikutnya hingga seorang juara ditentukan.
Muegge melakukan banyak latihan di tanjakan untuk memenangkan gelarnya tahun ini. Meski ia memiliki beberapa tip yang hanya bisa diaplikasikan di lomba Bay Climb (seperti meninggalkan botol air minum di tiap dasar tanjakan), masih banyak hal yang bisa dipelajari darinya soal melibas tanjakan. Dan berikut beberapa tip yang dibeberkan olehnya.
#1 Berlatih di Tanjakan
Muegge memepersiapkan dirinya untuk berlaga di Bay Climb dengan latihan interval di tanjakan. Ia menggunakan segmen lokal Strava untuk menginjeksikan beberapa variasi dan intensitas. Ini memungkinkan dirinya untuk melatih kelompok otot dan gerakan tertentu yang digunakan untuk mengayuh pedal sepeda di tanjakan. Mereka yng tinggal di wilayah datar bisa menggunakan perlengkapan khusus, atau indoor trainer seperti Wahoo Kickr Climb, untuk mensimulasikan tanjakan. Muegge berlatih dengan sebuah power meter. Melalui pengalamannya menghadapi tanjakan sejenis, ia mengetahui berapa watt tenaga yang harus dikerahkan di hari lomba.
#2 Pangkas Berat Badan
Tiap gram berat badan dan bobot sepeda Anda akan memperlambat laju di lintasan lomba. Muegge melakukan upaya ekstra untuk berpartisipasi di lomba dengan berat yang kompetitif. Malam menjelang lomba, biasanya ia hanya makan ringan dan meninggalkan aksesoris seperti botol minum dan di dasar tanjakan. Mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang yang memenuhi kebutuhan latihan serta memelihara kesehatan tubuh memang akan membantu dalam berbagai aspek ketika bersepeda. Tetapi... berat badan ideal (baca: kompetitif) memegang peran vital saat kemiringan lintasan lomba terus meningkat. Jika Anda memiliki sepeda atau wheel set berbobot ringan, Anda akan merasakan merasakan perbedaan yang signifikan di tanjakan terjal.
#3 Atur Kecepatan
Sangat mudah untuk mengayuh pedal secara maksimal di tanjakan. Namun melakukannya di awal tanjakan bisa membuat Anda kehabisan tenaga sebelum lintasan tuntas dilewati. Hal ini sering terjadi, terutama di lomba-lomba yang seru seperti Red Bull Hill Bay Climb, ujar Muegge. Pesepeda profesional biasanya menggunakan pengukur seperti VAM atau wattage untuk mengukur upaya mereka. Jika tanpa data tersebut, Muegge mengatakan dirinya menggunakan putaran-putaran awal lomba untuk mencari kecepatan yang tepat dan mencoba strategi pengaturan gigi terbaik untuk putaran final sehingga dirinya memiliki cukup banyak tenaga untuk mengamankan posisi juara di putaran terakhir.
#4 Gunakan Gigi yang Tepat
Jika Anda tidak bisa mengayuh pedal di cadence yang optimal, akan sangat sulit menjaga keseimbangan di tanjakan yang terjal. Crankset moderen yang ringkas, dan dikombinasikan cassettes yang ideal, memungkinkan Anda menggunakan gigi yang tepat sehingga tetap duduk di sadel saat melibas tanjakan tanpa membuang banyak energi. Ahli fisiologi latihan Sean Burke mengatakan, Di tanjakan yang panjang, sebaiknya Anda tetap duduk di sadel. Tetapi sesekali Anda bisa beranjak dari sadel dan mengayuh pedal dengan mantap untuk menjaga momentum yang sudah terbangun. Namun jika Anda terus berdiri di sepanjang rute tanjakan, meski menggunakan gigi paling ringan, ini mungkin saat yang tepat untuk mempertimbangkan pergantian crankset dan cassetes sepeda Anda.
#5 Belajar dari yang Lebih Ahli
Ketika Anda berpartisipasi di lomba yang memiliki lintasan dengan kemiringan rata-rata 15 persen, Anda pasti paham jika berada di wilayah siksaan, ujar Muegge. Makin sering Anda beraklimatisasi dengan ketidaknyamanan, tubuh Anda bakal makin bisa melakukan toleransi. Anda juga bisa mendapatkan tip tentang gigi yang tepat dan bagaimana cara mengatur kecepatan dari pesepeda yang lebih berpengalaman. Jika bisa menemukan kelompok pesepeda yang bisa mendorong Anda di tanjakan, Anda akan berkembang makin kuta tanpa memotivasi diri untuk memaksa kemampuan tubuh ke batas maksimalnya. Muegge mengatakan, meski lomba yang diikutinya hanya berlangsung sekitar dua menit, ia mengerahkan seluruh kemampuannya saat melaju di lintasan. Selain motivasi dari diri sendiri, Muegge mengatakan, penonton yang bersorak-sorak adalah energi ekstra yang bisa diubah menjagi tenaga tambahan saat mengayuh pedal sepeda.

Hey, like this? Why not share it with a buddy?

Related Posts