Apakah stevia aman dikonsumsi?

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

APAKAH STEVIA AMAN DIKONSUMSI. Stevia adalah nama popular dari bahan makanan dari tanaman Stevia rebaudiana. Daun Stevia rebaudiana banyak digunakan oleh masyarakat di Paraguay dan Brasil sejak masa lalu.
Stevia sering disebut sebagai pengganti gula yang aman dan sehat karena dapat mempermanis makanan tanpa efek kesehatan negatif, seperti gula rafinasi. Manfaat bagi kesehatan pun cukup mengagumkan dimana mampu mengurangi asupan kalori, kadar gula darah, dan risiko gigi berlubang.
Meski demikian, ada beberapa kekhawatiran pascakonsumsi stevia – terutama bagi orang-mereka yang sensitif dengan kandungan dari stevia. Untuk lebih jelasnya:

Apa itu stevia?

Stevia adalah pemanis alami yang berasal dari daun tanaman stevia (Stevia rebaudiana). Stevia mengandung nol kalori, tetapi rasanya 200 kali lebih manis dari gula meja. Alhasil, bahan makanan ini pun menjadi pilihan populer bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan dan mengurangi asupan gula.
Stevani sering dikaitkan dengan penurunan kadar gula darah dan kolesterol. Meski demikian, produk stevia komersial sangat variatif.
Faktanya, banyak varietas di pasaran menyuling Stevia disertai pemanis lain – seperti erythritol, dextrose, dan maltodextrin – yang dapat mengubah efek kesehatan potensial yang dimilikinya.

Bentuk stevia

Stevia tersedia dalam beberapa varietas, masing-masing berbeda metode pengolahan. Misalnya, beberapa produk populer – seperti Stevia in the Raw dan Truvia – merupakan salah satu bentuk stevia yang paling banyak diproses.
Keduanya dibuat menggunakan rebaudioside A (Reb A) – sejenis ekstrak stevia halus, bersama pemanis lain seperti maltodekstrin dan erythritol.
Daun Stevia diproses dengan merendamnya ke dalam air dan melakukan filtering dengan alkohol untuk mengisolasi Reb A. Kemudian, ekstrak dikeringkan, dikristalisasi, dan dikombinasikan dengan pemanis dan pengisi lainnya).
Ekstrak murni yang dibuat hanya dari Reb A juga tersedia dalam bentuk cairan dan bubuk. Dibandingkan dengan campuran stevia, ekstrak murni mengalami banyak metode pemrosesan yang sama – tetapi tidak dikombinasikan dengan pemanis lain atau alkohol.
Sementara itu, stevia daun hijau adalah bentuk yang paling sedikit diproses. Itu terbuat dari seluruh daun stevia yang telah dikeringkan dan ditumbuk.
Meskipun produk daun hijau biasanya dianggap sebagai bentuk paling murni, namun penelitian lebih jauh belum dilakukan secara menyeluruh. Oleh sebab itu, faktor keamanannya pun masih diragukan.

Dosis Stevia

Steviol glikosida merupakan ekstrak halus dari stevia seperti Reb A, diakui aman oleh Food and Drug Administration (FDA). Artinya, bahan makan ini aman dicampur ke dalam produk makanan di pasaran.
Di sisi lain, varietas whole-leaf dan ekstrak stevia mentah saat ini tidak disetujui oleh FDA untuk digunakan dalam produk makanan karena kurangnya penelitian.
Badan pengatur seperti FDA, Komite Ilmiah tentang Makanan (SCF), dan Otoritas Keamanan Makanan Eropa (EFSA) menetapkan asupan harian tubuh terhadap steviol glikosida maksimal 1,8 mg per pon berat badan (4 mg per kg).

Efek samping stevia

Meski aman, stevia dapat menyebabkan efek buruk pada beberapa orang. Sebagai contoh, pemanis nol kalori seperti stevia dapat mengganggu konsentrasi bakteri usus yang bermanfaat. Padahal, bakteri ini berperan mencegah penyakit, pencernaan, dan imunitas.
Studi lain pada 893 orang menemukan bahwa variasi bakteri usus dapat berdampak negatif terhadap berat badan, trigliserida, dan kadar HDL (baik) yang diketahui sebagai faktor risiko penyakit jantung.
Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa stevia dan pemanis nol kalori lainnya dapat membuat konsumsi kalori menjad berlebih.
Review dari tujuh studi menemukan bahwa konsumsi pemanis nol kalori secara rutin, seperti stevia, dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan dan lingkar pinggang dari waktu ke waktu.
Selain itu, produk-produk stevia lainnya sering dicampur dengan alkohol gula, seperti sorbitol dan xylitol, yang merupakan pemanis yang kadang-kadang dikaitkan dengan masalah pencernaan pada individu yang sensitif.
Untuk hasil terbaik, kurangi asupan bila alami efek samping negatif.

More to explorer

Sempurnakan Postur Berlari Anda

AKSI PELARI-PELARI elit di lomba lari marathon selalu menarik perhatian. Mayoritas berlari dengan anggun dan efisien. Postur dan gerakan tubuh mereka, termasuk

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *