7 Suplemen Pembangun Massa Otot

By:
Posted: April 22, 2019

TIDAK DAPAT DIPUNGKIRI, salah satu alasan mengapa Anda melakukan aktivitas di gym adalah membentuk tubuh menjadi lebih baik dan menarik. Fitnes dan segala bentuk kegiatannya memang dapat membentuk otot tubuh Anda. Namun untuk hasil yang lebih maksimal, ada baiknya ditambah penggunaan suplemen yang bisa membantu Anda mengoptimalkan usaha mencapai tujuan pembentukan massa otot. Berikut adalah tujuh suplemen terbaik dalam membangun massa otot.
#1 Whey Protein
Whey protein merupakan pilihan pertama dalam membantu membangun massa otot. Suplemen ini sangat penting untuk mendorong sintesis protein. Salah satu kandungan yang ada dalam whey protein adalah peptida, yang bertugas meningkatkan aliran darah ke otot. Suplemen ini dapat dengan mudah kita temukan, dan kualitasnya yang tinggi adalah poin plus dari suplemen ini.
Dalam penggunaan whey protein, kocok 20 gram suplemen ini dengan air dan tenggak 30 menit sebelum berolahraga. Kemudian kocok lagi 40 gram suplemen ini dengan air dan segera minum ketika Anda selesai berolahraga. Whey protein dengan takaran 20-40 gram bisa juga Anda konsumsi segera setelah bangun pagi untuk membantu proses pertumbuhan otot. Whey protein terhidrolasi (whey protein yang dipecah menjadi fragmen yang lebih kecil agar dapat dicerna dengan lebih cepat) atau whey protein isolation, merupakan pilihan terbaik untuk Anda konsumsi.
#2 Creatine
Creatine tersusun dari tiga asam amino arginin, glisin, dan metionin. Suplemen ini bekerja dengan cara meningkatkan energi otot, memperpanjang daya tahan, juga meningkatkan kinerja fisik. Semakin besar energi yang Anda miliki, semakin besar kemampuan Anda dalam mengangkat beban ketika berolahraga. Baru-baru ini, creatine ditemukan untuk meningkatkan kadar insulin seperti growth factor-1 (IGF-1) pada otot, yang sangat penting untuk merangsang pertumbuhan otot.
Konsumsi dengan cara: Ambil 25 gram dalam bentuk creatine monohydrate, creatine malate, creatine ethyl ester, atau creatine alpha-ketoglutarate dengan protein, minumlah sebelum berolahraga. Ketika Anda tidak berlatih, makan 25 gram kreatin dengan sarapan pagi yang mengandung karbohidrat.
#3 Casein
Suplemen satu ini dicerna tubuh dengan sangat lambat, namun hal itu membuatnya menjadi suplemen ideal sebelum tidur, karena mencegah katabolisme saat Anda tidur dengan mengosongkan secara perlahan dan mantap. Casein membantu Anda agar tetap berada dalam keadaan anabolik, serta membantu mengurangi kerusakan otot.Pilihlah suplemen casein yang mengandung micellar, ambil 20-40 gram casein tepat sebelum tidur. Konsumsi 10-20 gram casein yang ditambahkan ke whey protein setelah Anda berolahraga. Selain itu, gunakan 20-40 gram casein dalam protein Anda di antara waktu makan.
#4 Beta-Alanine atau Carnosine
Di dalam tubuh, asam amino beta-alanine dikombinasikan dengan amino lain histidin untuk membentuk carnosine. Penelitian menunjukkan, ketika otot memiliki tingkat karbohidrat yang lebih tinggi, mereka memiliki kekuatan dan daya tahan yang lebih tinggi.Satu studi baru-baru ini menemukan, subyek yang mengonsumsi beta-alanine bersama dengan creatine memperoleh lebih banyak massa otot dan kehilangan lebih banyak lemak tubuh daripada mereka yang hanya mengonsumsi creatine. Suplemen ini membantu Anda dalam peningkatan kinerja fisik, serta dapat mencegah nyeri otot, dan membantu pemulihan otot pascalatihan.
Ambil 12 gram beta-alanine atau carnosine segera sebelum dan sesudah berolahraga. Pada hari-hari tanpa latihan, minum dua gram carnosine bersama dengan creatine sembari sarapan.
#5 Branched-Chain Amino Acids (BCAA)
Istilah asam amino rantai bercabang mengacu pada leusin, isoleusin dan valin, asam amino paling penting untuk memperbaiki dan membangun jaringan otot. Leucine atau leusin adalah yang paling kritis dari ketiganya, karena penelitian menunjukkan bahwa ia dapat merangsang sintesis protein otot dengan sendirinya. Namun, ketiganya bermanfaat maksimal saat mereka bekerja bersamaan untuk memberi banyak manfaat, termasuk pertumbuhan otot, peningkatan energi selama latihan, penumpukan kortisol (hormon katabolik yang menghambat testosteron dan meningkatkan kerusakan otot).
Gunakan BCAA dengan cara, ambil 5-10 gram BCAA saat sarapan pagi, dan juga sebelum dan sesudah latihan Anda. Carilah produk BCAA yang menyediakan leusin dengan perbandingan 2:1 per dosis isoleusin dan valin. Misalnya, jika Anda mengambil dosis 5 gram BCAA, sekitar 2,5 gram harus dari leusin, 1,25 gram dari isoleusin dan 1,25 gram dari valin.
#6 Glutamine
Glutamine membantu pertumbuhan otot dengan meningkatkan kadar leusin pada serabut otot, membantu mengurangi kerusakan otot dan memperkuat sistem kekebalan tubuh, yang membantu mencegah Anda sakit dan melewatkan latihan. Glutamine yang diambil sebelum berolahraga dapat membantu mengurangi kelelahan otot dan meningkatkan kadar hormon pertumbuhan. Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa glutamine juga berperan dalam penurunan lemak dengan meningkatkan jumlah kalori dan lemak yang dibakar saat istirahat dan saat berolahraga. Konsumsi 5-10 gram glutamine di pagi hari dengan sarapan pagi, sebelum dan sesudah latihan Anda, dan dengan campur dengan camilan malam hari Anda.
#7 Carnitine
Carnitine dapat meningkatkan aliran darah ke otot, yang berarti memberikan manfaat yang sama dengan penguat NO, yang juga meningkatkan kadar testosteron pascalatihan dan jumlah reseptor T di dalam sel otot, yang memungkinkan lebih banyak testosteron untuk merangsang pertumbuhan lebih banyak. Konsumsi 13 gram carnitine dalam bentuk L-carnitine, asetil-L-carnitine atau L-carnitine-L-tartrat dengan sarapan pagi, gunakan sebelum dan setelah latihan, dan makan malam hari.
Jadi... olahraga teratur, konsumsi makanan dengan nutrisi yang tepat, serta dorong dengan suplemen terbaik dalam membantu membangun massa otot.

Hey, like this? Why not share it with a buddy?

Related Posts