Jangan Percaya dengan 7 Mitos Peregangan Ini

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

KAMI PAHAM, selama bertahun-tahun Anda mendapatkan beragam informasi tentang peregangan, yang mungkin saling bertentangan. Bagian utama dari isu ini adalah peregangan itu tidak mutlak. Maksudnya, terdapat beragam tipe peregangan, dan apa yang terbaik untuk Anda mungkin bergantung pada tubuh dan tujuan utama Anda. Mungkin Anda masih bingung. Untuk membantu memahaminya, kami membeberkan dari sisi ilmu pengetahuan dan pendapat Luke Lombardo, seorang pelatih lari dan personal trainer.
1/ Anda perlu melakukan peregangan sebelum mulai berlatih
Berbicara secara umum, peregangan sebaiknya dilakukan setelah Anda melakukan pemanasan terhadap otot. Jadi akan lebih aman dengan melakukan joging ringan atau star jump lebih dulu sebelum melakukan peregangan statis jenis peregangan yang Anda lakukan ketika tubuh dalam mode istirahat. “Jika melakukan peregangan yang terlalu intensif saat tubuh belum panas, kemungkinan besar Anda akan mengalami otot tertarik,” ujar Lombardo.
Pengecualian untuk aturan ini bisa Anda lakukan jika mengabaikan peregangan statis dan memilih peregangan dinamis. Artinya, Anda akan menggunakan momentum atau gerakan ketika melakukan peregangan pada saat bersamaan. Jenis peregangan (dinamis) ini merupakan yang terbaik untuk para pelari. Sekarang pilihan ada di tangan Anda.
2/ Tiap orang harus melakukan jenis peregangan yang sama
Rutinitas peregangan bervariasi, dan harus seperti itu. Penelitian menemukan, jika peregangan statis cocok untuk individu yang mencari fleksibilitas untuk aktivitas seperti senam, tari, atau spin, peregangan dinamis justru lebih baik untuk mereka yang latihan yang melibatkan aktivitas lari atau lompat. Selain itu, usia dan jenis kelamin juga memainkan peranan. Merujuk sebuah studi di International Journal of Sports Physical Therapy, pria dan orang dewasa di bawah 65 tahun merespon lebih baik terhadap contract-relax stretching, sementara wanita dan orang dewasa di atas 65 tahun mendapat lebih banyak manfaat dari peregangan statis. Jika Anda masih ragu-ragu, tanya personal trainer atau ahli terapi fisik untuk mendapatkan petunjuk.
3/ Peregangan menghindarkan Anda dari cedera
Ini bisa jadi separuh mitos. Banyak pakar, termasuk Lombardo, mengatakan peregangan memberikan sejumlah perlindungan. Jika dilakukan dengan benar, peregangan membantu mengurangi risiko cedera karena meningkatkan aliran darah ke otot dan memaksimalkan jangkauan rangkaian gerakan persendian. Namun penelitian telah menunjukkan, orang yang melakukan peregangan risiko cederanya tidak lebih kecil ketimbang mereka yang tidak melakukannya. Lombardo juga memberikan catatan, peregangan sebelum sesi latihan tidak mengurangi kemungkinan Anda mengalami otot tertarik atau engkel terkilir. Tambahan lagi, peregangan juga tidak akan membantu ketidakseimbangan otot yang bisa mengarahkan Anda pada cedera.
4/ Peregangan akan meningkatkan performa Anda
Ini adalah separuh mitos lainnya. Untuk sebagian besar gym-goer dan atlet rekreasional, peregangan dinamis bisa melenturkan tubuh. Ini akan memudahkan Anda melakukan latihan-latihan tertentu. “Ini meningkatkan jangkauan rangkaian gerakan persendian, yang akan membantu otot lebih efisien,” ujar Lombardo. Sebaliknya, performa atlet kompetitif mungkin memburuk jika mereka melakukan peregangan di fase pertama. Sejumlah penelitian menunjukkan, peregangan-peregangan jenis tertentu justru mengganggu performa para atlet, seperti pelari cepat (sprinter), atlet lompat tinggi, atau atlet angkat berat karena mungkin otot-otot yang dibutuhkan dipaksa bekerja keras lebih dulu.
5/ Jika melakukan peregangan sebelum dan selama latihan, tidak perlu repot-repot melakukan lagi setelah selesai
Jika Anda terburu-buru, bisa saja peregangan di akhir sesi latihan Anda lewati. Tetapi jika Anda memiliki waktu, lakukanlah. Peregangan yang dilakukan usai latihan akan mengurangi nyeri otot dan kelelahan, seperti halnya meningkatkan sirkulasi darah yang akan membantu proses pemulihan. Setelah berlatih, otot-otot Anda dalam kondisi hangat. Jadi melakukan peregangan statis akan membantu Anda, ujar Lombardo. Artinya, Anda bisa berlatih lagi lebih cepat.
6/ Anda tidak bisa melakukan peregangan yang berlebihan
Jelas salah. Jika Anda meregangkan otot yang tegang terlalu intensif, Anda justru akan membuatnya makin tegang atau tertarik. “Sangat penting untuk memulai peregangan secara perlahan. Jangan memaksa jika merasakan ada sesuatu yang tidak benar dan menyebabkan nyeri yang tidak biasa,” ujar Lombardo.
7/ Peregangan dan foam rolling adalah hal yang sama
“Tidak seperti peregangan, foam rolling memberikan kesempatan otot melakukan pelepasan myofascial. Anda bisa mengatakannya sebagai bentuk pijatan pada jaringan yang dalam. Foam rolling bisa melakukan break down jaringan yang robek di tubuh sehingga Anda bisa mempercepat proses pemulihan,” ujar Lombardo. Bisa dikatakan foam rolling memiliki semua manfaat peregangan, terutama kemampuannya masuk lebih dalam ke fascia. Tetapi, peregangan akan memberikan fleksibilitas yang lebih baik. Jika Anda memiliki cukup waktu, lakukan keduanya.

More to explorer

6 Cara Taklukkan Tanjakan

SETIAP KAYUHAN PEDAL yang Anda lakukan ketika mengendarai sepeda di tanjakan memiliki satu elemen dasar: Kerja keras. Tetapi ada hal lain yang

Apakah stevia aman dikonsumsi?

Apakah stevia aman dikonsumsi?

APAKAH STEVIA AMAN DIKONSUMSI. Stevia adalah nama popular dari bahan makanan dari tanaman Stevia rebaudiana. Daun Stevia rebaudiana banyak digunakan oleh masyarakat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *