Memulai hari dengan konsumsi “Clean Eating”. Apa itu?

By:
Posted: April 13, 2019

Istilah "clean eating " menjadi sangat populer beberapa waktu dekat ini. Ini adalah pola diet yang berfokus pada makanan segar dan utuh. Gaya hidup ini sangat mudah dan menyenangkan selama mengikuti beberapa pedoman umum. Berikut tips sederhananya:

Apa itu “clean eating”?


“Clean eating” tidak ada hubungannya dengan makanan yang bersih atau kotor. Ini hanya kiasan. Sesungguhnya, jenis makanan ini meliputi makanan olahan minimal, yang nyata memberikan manfaat gizi maksimal. Ide awalnya adalah mengonsumsi makanan dalam keadaan alami.

Makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan


Sayuran dan buah-buahan adalah makanan sehat. Keduanya memiliki kandungan serat, vitamin, mineral, dan senyawa tanaman yang membantu melawan peradangan dan melindungi sel-sel dari kerusakan.
Beberapa penelitian menghubungkan asupan buah dan sayuran yang tinggi dengan pengurangan risiko penyakit seperti kanker dan penyakit jantung. Sayuran dan buah segar adalah “celan eating” yang paling ideal. Alasannya, kedua jenis makanan ini dapat dikonsumsi dalam kondisi mentah (tanpa dimasak) setelah dipetik dan dicuci.
Akan lebih baik lagi bila memilih yang organik. Opsi ini akan mengurangi paparan pestisida pada tubuh dan berpotensi meningkatkan kesehatan.
Leih jelasnya, berikut beberapa cara mudah konsumsi buah dan sayuran:

  • Buat salad semanis mungkin, di dalamnya berisi tiga sayuran berbeda selain sayuran hijau.

  • Tambahkan beri, apel yang dicincang, atau irisan oranye ke hidangan favorit.

  • Cuci dan potong sayuran, aduk dengan minyak zaitun dan rempah-rempah, dan tempatkan dalam wadah di kulkas agar mudah diambil.


Batasi makanan olahan


Makanan olahan menjadi musuh terbesar gaya hidup “clean eating” karena kondisi makanan olahan telah dimodifikasi sedemikian rupa, jauh dari kondisi alaminya.
Sebagian besar makanan olahan telah kehilangan sebagian serat dan nutrisi. Parahnya, makanan tersebut mendapatkan tambahan gula, bahan kimia, atau bahan lainnya secara berlebihan.
Bagi kesehatan, makanan olahan telah dikaitkan dengan peradangan dan peningkatan risiko penyakit jantung.
Bilamana bahan-bahan yang tidak sehat tidak ditambahkan ke makanan “sehat” kita, manfaat yang diperoleh oleh tubuh akan berkurang drastis.

Baca label


Meskipun makan bersih berdasarkan kesegaran makanan dan jenis makanan, seperti sayuran kemasan, kacang-kacangan, dan daging. Kita tetap perlu membaca label di makanan tersebut. Pastikan di dalamnya tidak terdapat bahan pengawet, gula tambahan, atau lemak tidak sehat.
Misalnya, kacang yang dipanggang dalam minyak nabati. Akibat proses pemanggangan ini, beberapa nutrisi di dalamnya rusak. Yang terbaik adalah memakan kacang mentah - atau memanggangnya sendiri pada suhu rendah.
Selain itu, kita cukup mencampurkan beberapa biji-bijian tersebut ke dalam salad. Syaratnya, cuci terlebih dulu untuk kandungan zat tambahan.
Tujuan utama “clean eating” adalah menghindari makanan olahan sebanyak mungkin.

Berhenti makan karbohidrat olahan


Karbohidrat olahan adalah makanan olahan tinggi yang mudah dikonsumsi namun memberikan sedikit gizi.
Penelitian telah mengaitkan konsumsi karbohidrat olahan dengan peradangan, resistensi insulin, perlemakan hati, dan obesitas.
Sebaliknya, biji-bijian utuh - yang menyediakan lebih banyak nutrisi dan serat – dikonsumsi secara teratur karena dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan usus yang lebih baik.
Sebuah penelitian pada 2.834 orang, mereka yang mengonsumsi sebagian besar biji-bijian olahan cenderung memiliki lemak perut berlebih dibandingkan mereka yang berfokus pada biji-bijian olahan.
Jika kita mengonsumsi biji-bijian, pilihlah jenis yang paling sedikit diproses, seperti roti gandum dan gandum. Sebaliknya, hindari sereal siap saji, roti putih, dan karbohidrat olahan lainnya.

Hey, like this? Why not share it with a buddy?

Related Posts