Strategi Pelihara Keseimbangan Cairan Tubuh

By:
Posted: April 2, 2019

INI ADALAH HAL yang patut Anda pikirkan: Lebih dari separuh bagian tubuh Anda terbuat dari air, bukan lemak, bukan juga otot, tetapi H2O. Jadi, jika berat badan Anda, katakanlah 70 kilogram, sekitar 90 persen di antaranya dibangun dari bahan cair. Faktanya, tiap sel yang ada di tubuh Anda adalah sebuah kantong cairan, yang dikelilingi banyak cairan. Tanpa cairan, sel-sel di tubuh Anda termasuk Anda, akan meninggal. Karena itu jangan heran jika orang bisa bertahan hidup lama tanpa makanan, tetapi tidak demikian jika tanpa air hal paling vital untuk mempertahankan nyawa Anda.
Jika semua ini terlihat dramatis, pertimbangkan pemenuhan pasokan cairan ke tubuh adalah kunci untuk menjaga sistem pencernaan berfungsi sebagaimana mestinya dan upaya untuk memelihara ginjal. Hidrasi juga membantu Anda melindungi sebagian besar organ tubuh, termasuk otak.
#1 SISTEM PENGIRIMAN
Tiap kali Anda minum air, mereka meresap melalui usus ke pembuluh darah. Dan seperti seember air yang dituangkan ke lautan, H20 yang Anda minum menjadi bagian dari komunitas cairan yang lebih besar dan mineral terutama garam.Cairan garam ini mengirimkan sinyal kimia secara bolak-balik di antara selaput sel, menginformasikan setiap aktivitas Anda. Cairan ini juga mengangkut hal-hal vital (oksigen, glukosa, dan hormon) melalui darah, yang sebagian besar juga disusun dari cairan.
Bagaimana dan kapan cairan keluar dari tubuh tergantung beragam faktor, temasuk kelembaban, cuaca, tingkat aktivitas fisik, dan seberapa banyak Anda berkeringat, ujar Lawrence Armstrong, Ph.D., seorang peneliti di Human Performance Laboratory, University of Connecticut. Namun satu yang pasti, jika tubuh Anda mengeluarkan terlalu banyak cairan, dan tidak banyak cairan yang kemudian masuk, kesehatan Anda akan mulai terancam.
#2 MENJADI ANCAMAN KESEHATAN
Mengingat hal-hal di atas, tampaknya Anda harus punya cadangan air. Hanya kehilangan sedikit cairan tubuh saja, sudah menyalakan alarm tanda bahaya bagi kesehatan. Rasa haus sebuah peringatan kondisi dehidrasi biasanya terjadi ketika Anda kehilangan sedikitnya dua persen cairan tubuh.
Di titik ini, Anda lebih mudah mengalami kram otot dan sakit kepala. Kemampuan atletik Anda juga mulai menurun. Ini menyebabkan stres yang meningkatkan detak jantung dan membuat Anda merasa sangat lelah, ujar Lawrence L. Spriet, Ph.D., ketua ilmu kesehatan manusia dan nutrisi di University of Guelph in Ontario.
Dalam waktu singkat, semuanya akan terasa seperti bekerja keras. Dan jika termasuk orang yang jarang menenggak air dalam rutinitas keseharian, waspadalah. Kurangnya pasokan cairan ke tubuh, dalam jangka panjang, dikaitkan dengan problem batu ginjal dan infeksi saluran kencing, serta proses persalinan yang lama jika Anda dalam kondisi hamil.
Selain itu, kekurangan H2O juga juga berdampak pada fungsi otak. Penelitian menegaskan, dehidrasi ringan yang mungkin tidak membuat Anda merasa haus bisa memengaruhi konsentrasi dan mendongkrak stres serta kegelisahan. Para ilmuwan masih mencari tahu penyebabnya secara khusus. Namun mereka mencurigai jika kekurangan cairan tubuh akan memberikan dampak terhadap sel-sel syaraf yang mengendalikan suasana hati.
Dan tentu saja, dehidrasi parah adalah persoalan serius. Jika Anda kehilangan 5-6 persen cairan tubuh, Anda bisa mengalami gejala seperti kebingungan atau muntah-muntah, ujar Stella L. Volpe, Ph.D., R.D., seorang profesor dan ketua departemen ilmu nutrisi di Drexel University.
#3 MINUM DENGAN CERDAS
Hal yang paling sulit adalah, hanya terdapat sedikit panduan bagaimana memasok cairan ke tubuh dengan benar dan tepat. Rekomendasi yang selama ini Anda dengar minum delapan gelar air tiap hari mungkin hanya sekadar mitos kesehatan yang tidak bekerja untuk setiap orang. Mengapa? Karena kebutuhan cairan tiap orang sangat berbeda, tergantung pada kondisi biologis dan gaya hidup masing-masing individu.Secara umum, Institute of Medicine merekomendasikan wanita untuk minum 11,4 cup tiap hari, termasuk di dalamnya cairan yang Anda dapatkan dari makanan. Sebagai contoh, daging ayam yang sudah dimasak, mengandung banyak air.
The American College of Sports Medicine merekomendasikan prahidrasi atau minum 500 mililiter air sebelum Anda berolahraga. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah minum air secara bertahap sepanjang hari. Menenggak air dalam jumlah banyak sebelum pergi ke gym atau katakanlah menempuh penerbangan panjang hanya akan membuat Anda bolak-balik ke toilet, ujar Hannah Davis, seorang personal trainer bersertifikat dan pendiri Gotham Versatile Training di New York City.
Ketika Anda merasa ragu, coba tanyakan pada diri sendiri, Aktivitas apa yang dilakukan, untuk berapa lama, dan di suhu atau cuaca seperti apa? Jika Anda berolahraga kurang dari satu jam di suhu atau cuaca yang sejuk, Anda mungkin tidak butuh menenggak air di sesi tersebut. Tetapi jika Anda melakukan aktivitas fisik yang membuat tubuh mengucurkan keringat dengan deras katakanlah, mengikuti turnamen tenis atau berlari jarak jauh pastikan meluangkan waktu untuk mengonsumsi minuman di sela-selanya. Jika Anda berada di kantor dan mempertanyakan tentang kelembangan sel-sel tubuh, perhatikan air seni Anda, ujar Volpe. Jika warnanya kuning jernih, Anda tidak perlu merasa gelisah. Jika warnanya kuning gelap, itu berarti Anda butuh lebih banyak air atau cairan. Tetapi jika warnanya terlalu jernih, hal ini menunjukkan Anda terlalu berlebihan memasok cairan ke tubuh.
Hal yang paling penting, perhatikan apa yang dibutuhkan tubuh Anda. Sebuah artikel baru di British Medical Journal menekankan, ketika industri sports drink meneriakkan betapa berbahayanya dampak yang disebabkan dehidrasi, Anda harus memiliki respon sendiri untuk gejala-gejala dehidrasi yang Anda hadapi. Hanya ada satu aturan tegas soal hidrasi: Jika Anda haus, segera minum. Jika Anda sudah tidak minum berjam-jam, segera tenggak segelas air.
#4 AIR BISA MENJADI RACUN
Selayaknya risiko risiko mengalami dehidrasi, Anda juga menerima ancaman gangguan kesehatan jika melakukan hidrasi secara berlebihan (over-hydration). Kelebihan air bisa membuat sel-sel tubuh tidak berfungsi sebagaimana mestinya, dan ginjal tidak bisa bekerja cukup cepat untuk menyingkirkannya. Namun sebelum Anda mulai khawatir, pahami ini: Intoksikasi adalah hal yang jarang terjadi dan biasanya hanya menimpa pelari ultramarathon dan mereka yang minum secara berlebihan ketika berlatih. Tiap orang bisa memonitor air seninya: Jika terlalu jernih, kurangi pasokan cairan ke tubuh.

Hey, like this? Why not share it with a buddy?

Related Posts