Manfaat kolagen bagi kulit, otot, dan usus

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

KOLAGEN. Kolagen sangat penting untuk kesehatan. Namun, bukan hanya kesehatan kulit saja. Ya, sudah bukan rahasia soal manfaat kolagen bagi kulit. GOFITers pun pasti sering mendengar dari pakar kesehatan, ahli kecantikan, dan bahkan mungkin sahabat. Kolagen adalah kata kunci baru yang sangaerat kaitannya dengan kecantikan. Oleh sebab itu, kamu pasti akan menemukan “Collagen” pada kosmetik, hingga bubuk dan pil.
Kolagen memiliki kandungan protein yang melimpah dan berada tidak hanya dibutuhkan wajah, tetapi tersedia otot, kulit, darah, tulang, tulang rawan, dan ligamen. Kolagen seringkali dipakai sebagai bagian dari peramajaan kulit karena mampu:

  • Membuat kulit lebih elastisitas
  • Menyatukan tulang dan otot
  • Melindungi organ
  • Menyediakan struktur untuk sendi dan tendon

Kabar baiknya, tubuh manusia dapat memproduksi kolagen secara teratur. Tapi, itu melambat seiring bertambahnya usia.

Gaya hidup manusia modern pun dapat menghentikan produksi kolagen, seperti merokok, paparan sinar matahari, dan diet yang tidak sehat. Beberapa kondisi kesehatan juga dapat menghabiskan cadangan kolagen. Tanpa bahan penyusun penting ini, kamu akan mengalami kerutan dan kulit kendur, atau bahkan mengalami nyeri sendi.

Manfaat kolagen

Meredakan nyeri. Saat tulang rawan melemah dan memburuk seiring bertambahnya usia, kamu akan merasakan persendian yang kaku dan pegal. Oleh sebab itu, kamu perlu mengonsumsi kolagen untuk mengurangi nyeri sendi dan mengurangi gejala radang sendi.

Sebuah studi tahun 2009, peserta diintruksikan untuk mengonsumsi suplemen kolagen tipe II yang dibuat dari leher ayam selama 90 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala osteoartritis menurun hingga 40 persen sementara keparahan gejala menurun hingga 33 persen.

Menelisik lebi jauh lagu, sebuah penelitian pada 1993 dengan suplemen kolagen yang sama, peserta dengan rheumatoid arthritis parah merasakan pengurangan pada sendi yang bengkak dan lunak – 4 dari 60 peserta juga mengalami remisi total. Suplemen ini tidak didenaturasi, artinya asam amino tidak terurai akibat pemrosesan dan paparan panas tinggi.

Membuat kulit tetap kencang dan awet muda. Manfaat satu ini sudah diketahui banyak orang. Kolagen terkenal dengan kemampuannya untuk meremajakan kulit sehingga bersinar dan cerah. Protein esensial memberikan elastisitas pada kulit, membuatnya tampak lebih muda dan sehat.

Tetapi seiring bertambahnya usia dan produksi kolagen menurun, garis-garis halus, kulit kendur, dan kekeringan dapat terjadi. Jadi apa yang terjadi jika menambah asupan kolagen dengan suplemen?

Studi tahun 2014 secara acak memilih 46 dari 69 wanita, usia 35 hingga 55 tahun. Partisipan mengonsumsi suplemen hidrolisat kolagen dan sisa kelompok mengambil plasebo. Para wanita yang menggunakan kolagen menunjukkan peningkatan elastisitas kulit dalam waktu empat minggu.

Membangun otot dan membakar lemak. Manfaat ini masih jarang diketahui. Ya, fakta medis menunjukkan bahwa kolagen adalah komponen utama jaringan otot, tidak mengherankan bila kolagen berdampak besar pada massa otot. Plus, kolagen juga mengandung jumlah glisin pekat, asam amino yang terlibat dalam sintesis kreatin. Otot-otot pun seolah sedang mendapat bahan bakar untuk latihan.

Apa yang terjadi saat mengonsumsi kolagen sembari latihan rutin? Tidak banyak penelitian tentang kolagen dan olahraga, tetapi sebuah penelitian pada 2015 melihat suplemen kolagen pada 53 pria yang lebih tua dengan sarkopenia, suatu kondisi di mana manusia kehilangan massa otot karena penuaan. Setelah 12 minggu, mereka yang mengonsumsi suplemen bersama dengan pelatihan resistensi mengalami kehilangan lemak yang drastis dan kekuatan otot lebih dari kelompok plasebo.

Selain tiga manfaat ini, sebenarnya masih ada manfaat kolagen bagi tubuh selain kecantikan. Menurutmu, apa saja manfaat lainnya?

More to explorer

6 Cara Taklukkan Tanjakan

SETIAP KAYUHAN PEDAL yang Anda lakukan ketika mengendarai sepeda di tanjakan memiliki satu elemen dasar: Kerja keras. Tetapi ada hal lain yang

Apakah stevia aman dikonsumsi?

Apakah stevia aman dikonsumsi?

APAKAH STEVIA AMAN DIKONSUMSI. Stevia adalah nama popular dari bahan makanan dari tanaman Stevia rebaudiana. Daun Stevia rebaudiana banyak digunakan oleh masyarakat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *