Garcinia gambogia: rahasia penurun berat badan dan lemak di perut

By:
Posted: March 21, 2019

GARCINIA GAMBOGIA. Garcinia cambogia adalah suplemen penurun berat badan yang populer. Suplemen ini berasal dari buah dengan nama yang sama yaitu Garcinia gummi-gutta atau asam Malabar.
Buah Garcinia mengandung asam hidroksisitrat (HCA) yang tinggi. HCA merupakan bahan aktif yang bermanfaat menurunkan berat badan. Di artikel ini, akan dijelaskan apakah garcinia cambogia dapat membantu menurunkan berat badan dan lemak perut.

Apa itu Garcinia Cambogia?


Garcinia cambogia merupakan buah berukuran kecil, berbentuk labu, kuning atau kehijauan. Buah ini sangat asam sehingga umumnya tidak dimakan segar tetapi lebih digunakan untuk memasak. Nah, Suplemen Garcinia cambogia terbuat dari ekstrak kulit buah.
Kulit Garcinia mengandung asam hidroksisitrat (HCA) yang sangat tinggi. HCA merupakan zat aktif yang telah terbukti memiliki beberapa sifat penurunan berat badan. Sebagai informasi, sebagian besar suplemen umumnya mengandung 20-60% HCA. Ditambah lagi, penelitian menunjukkan bahwa suplemen dengan HCA 50-60% dapat memberikan manfaat paling besar.

Dapat menurunkan berat badan


Banyak penelitian telah menguji efek garcinia cambogia terhadap penurunan berat badan. Terlebih lagi, kebanyakan penelitian menunjukkan bahwa suplemen Garcinia dapat menyebabkan penurunan berat badan.
Rata-rata, garcinia cambogia telah terbukti menyebabkan penurunan berat badan sekitar 2 pon (0,88 kg) lebih dari plasebo, selama 2-12 minggu. Di sisi lain, ada pula beberapa penelitian belum menemukan keuntungan penurunan berat badan.
Sebagai contoh, penelitian terbesar - pada 135 orang - tidak menemukan perbedaan dalam penurunan berat badan antara mereka yang memakai garcinia cambogia dan kelompok plasebo.
Seperti yang bisa dlihat, ada beragam hasil yang ditemukan selama penelitian berlangsung. Yang jelas, suplemen Garcinia cambogia mampu menurunkan berat badan pada beberapa orang, tetapi efektivitasnya tidak dapat dijamin.

Bagaimana cara Garcinia menurunkan berat badan?


Ada dua cara bagaimana garcinia cambogia membantu menurunkan berat badan.

Pertama, mengurangi nafsu makan
Studi pada tikus menunjukkan bahwa mereka yang diberi suplemen garcinia cambogia cenderung makan lebih sedikit. Demikian pula, beberapa penelitian pada manusia telah menemukan bahwa garcinia cambogia menekan nafsu makan dan membuatmu merasa kenyang.
Mekanismenya belum sepenuhnya diketahui, tetapi penelitian pada tikus menunjukkan bahwa bahan aktif dalam garcinia cambogia dapat meningkatkan serotonin di otak. Serotonin dikenal sebagai penekan nafsu makan, kadar serotonin dalam darah yang lebih tinggi dapat mengurangi nafsu makan.
Sama seperti sebelumnya, hasil ini tidak berlaku bagi semua orang. Studi lain menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan selera makan antara mereka yang menggunakan suplemen Garcinia dengan mereka yang menggunakan plasebo. Intinya, efek ini tergantung pada masing-masing individu.

Kedua, menghambar produksi lemak dan mengurangi lemak di perut
Yang paling penting, garcinia cambogia berdampak pada lemak darah dan produksi asam lemak baru. Penelitian pada manusia dan hewan menunjukkan bahwa Garcinia dapat menurunkan kadar lemak tinggi dalam darah dan mengurangi stres oksidatif dalam tubuh.
Satu studi juga menunjukkan itu mungkin sangat efektif dalam mengurangi akumulasi lemak perut pada orang yang kelebihan berat badan.
Pada sebuah penelitian, orang dengan obesitas yang mengonsumsi 2.800 mg garcinia cambogia setiap hari selama delapan minggu secara drastis menekan faktor risiko penyakit:

  • Kadar kolesterol total: 6,3% lebih rendah

  • Kadar kolesterol LDL "Buruk": 12,3% lebih rendah

  • Kadar kolesterol HDL "Baik": 10,7% lebih tinggi

  • Trigliserida darah: 8,6% lebih rendah

  • Metabolit lemak: 125–258% lebih banyak diekskresikan dalam urin


Alasan utama efek ini karena garcinia cambogia menghambat enzim sitrat lyase, yang memainkan peran penting dalam produksi lemak. Dengan menghambat lyrate sitrat, garcinia cambogia mampu memperlambat atau memblokir produksi lemak dalam tubuh. Akibatnya, lemak berkurang darah dan menurunkan risiko kenaikan berat badan - dua faktor risiko penyakit utama.

Hey, like this? Why not share it with a buddy?

Related Posts