Manfaat meeting saat sarapan berdasar studi ilmiah

By:
Posted: March 10, 2019

BREAKFAST MEETING. Popularitas meeting di jam sarapan semakin populer. Salah satu penyebabnya, muncul anggapan bahwa meeting pada jam sarapan dianggap lebih produktif dibanding saat makan siang.
Di budaya bisnis saat ini, makan siang yang santai adalah suatu kemewahan. Tidak jarang, para eksekutif sengaja melarikan diri dari kantor dengan alasan makan siang. Sayangnya, waktu untuk bertemu klien pun sering dilakukan di jam-jam “malas” ini. Alhasil, rapat di jam makan siang pun bukan waktu ideal untuk pertemuan yang produktif.
Anggapan tersebut bukan sekedar asumsi mentah. Studi ilmiah dengan 3000 partisipan menguatkan anggapan tersebut. Beberapa fakta yang ditemukan yaitu:

Solusi padatnya jadwal meeting


Rapat pagi hari menjadi semakin populer di kalangan pekerja. Hal ini disebabkan karena fenomena jadwal rapat yang padat dan pengeluaran perusahaan yang membengkak saat rapat dilakukan di jam makan siang.
Hal ini tentunya akan menyebabkan memiliki imbas yang sempit. Bagi pekerja, padatnya jadwal meeting membuat mereka kehilangan fokus saat bertemu klien. Alhasil, diskusi tidak menemui titik temu yang pas di antara keduanya. Kondisi ini menjadikan rapat tidak cukup dilakukan sekali. Pola sebab-akibat ini pun pada akhirnya akan membebani finansial perusahaan.

Lebih positif


Menurut survei, aktivitas meeting breakfast memiliki hasil yang lebih positif bagi pekerja. Sebanyak 67% mengklaim bahwa atensinya mereka masih berada pada topik diskusi apabila meeting dilakukan di pagi hari.
Atensi menjadi persoalan pada rapat di jam makan siang. Apabila rapat berjalan dengan atensi yang rendah, maka diskusi tidak akan berlangsung dengan baik. Pembicaraan tidak akan membahas hal-hal urgen dalam meeting. Akibatnya, waktu terbuang dan pengeluaran perusahaan berpotensi tanpa hasil.

Rutinitas yang menyehatkan


Sarapan menjadi bagian terpenting pada rutinitas kaum pekerja. Dampaknya pun tidak sepele, sarapan akan meningkatkan kesehatan pekerja karena tubuh mendapat “bahan bakar” untuk menjalani rutinittas kantor yang padat.
Fakta unik pun ditemukan. Separuh dari partisipan mengatakan bahwa cenderung mengatur pertemuan pagi hari dan membatalkan jadwal meeting di sore karena ingin memperoleh atensi yang lebih baik saat rapat.

Antusiasme yang lebih besar


Setelah tidur nyenyak, sarapan yang menyehatkan, dan secangkir kopi, mengakibatkan mereka cenderung memperoleh atensi yang lebih baik. Akibatnya, antusiasme terkait apa yang akan dibahas pun semakin tinggi.
GOFITers pun tentu mengalaminya setiap hari, dimana pagi adalah waktu yang positif sebelum masuk ke kantor lalu membaca serta menjawab panggilan telepon dan email. Apabila sudah terlanjur masuk ke situasi seperti demikian, tidak jarang jadwal rapat di siang hari pun terpaksa harus dibatalkan. Kalau pun dipaksakan, atensi sudah sangat rendah sehingga cukup riskan bila tetap meeting sesuai jadwal.

Hasil yang lebih baik


Seluruh fenomena yang telah dijelaskan sebelumnya akan memiliki dampak panjang bagi perusahaan. Bagaimana bisa?
Studi yang dilakukan pada 3.000 pekerja ini mendapatkan angka sebesar 42% karyawan cenderung teratur menghadiri pertemuan sarapan pagi. Dari angka tersebut, 36% percaya bahwa meeting di pagi hari memudahkan mereka untuk presentasi di hadapan klien.
Awal yang baik menjadi alasan utama dari fenomena breakfast meeting. Sebesar 32 persen merasa bahwa pergantian waktu rapat dari jam makan siang menjadi di waktu sarapan menjadi awal yang sangat positif untuk mengawali aktivitas seharian.
Karena dampak yang kentara dan sudah dirasakan oleh mereka sendiri, para pekerja pun cenderung mengajukan untuk mengatur pertemuan awal kepada eksekutif perusahaan. Alasan yang pasti tidak bisa ditolak oleh para eksekutif tersebut bahwa breakfast meeting cenderung mendapatkan hasil yang lebih baik di setiap rapat.

Hey, like this? Why not share it with a buddy?

Related Posts