Abaikan 6 Mitos Tentang Pesepeda Wanita Ini

By:
Posted: March 2, 2019

SEJAK WANITA untuk pertama kalinya mengayunkan kaki di pedal dan melajukan sepedanya, orang-orang memiliki pendapat sendiri mengenai hal tersebut. Beberapa opini seperti gagasan jika bersepeda membantu wanita menyetarakan diri perlu diluruskan. Sebagian lain, seperti kekeliruan yang menyebutkan angin masuk melalui mulut wanita bisa menyebabkan bicycle face atau erosi gigi dan dan gusi yang tentu saja salah.
Sekarang kita tahu jika bicycle face tidak berbahaya. Namun masih banyak mitos yang masih bertahan. Kami bertanya pada dokter, atlet profesional, dan kalangan dalam industri sepeda tentang mitos yang mereka benci dan berburu fakta untuk mematahkan mitos tersebut. Lain kali, jika ada seseorang yang mengatakan mitos-mitos antiwanita, pertimbangkan enam hal di bawah ini untuk langsung memberikan tanggapan.
#1 Wanita Tidak Setangguh Pria dan Mudah Diintimidasi
Ini yang membuat atlet olimpiade Lea Davison geram. Ia pernah mendapat penjelasan dari sebuah pabrikan sepeda yang mengatakan, Jika kami menempatkan foto Anda atau pesepeda wanita lainnya yang sedang beraksi secara agresif (baik saat balapan atau hal lainnya), hal ini akan memberi rasa takut pada wanita dan menjauhkan mereka dari olahraga.
Wanita diciptakan dengan ketangguhan yang terbukti saat menjalani proses kelahiran anak mereka. Jadi, percayalah... sebuah gambar pesepeda wanita yang sedang beraksi agresif di lintasan bakal membuat para wanita ketakutan dan menjauhkan diri dari olahraga adalah sebuah bentuk pelecehan.
Selain itu, sebagian besar wanita cukup cerdas untuk memahami tayangan iklan yang menunjukkan seorang wanita yang lecet-lecet tidak berarti bahwa sepeda hanya digunakan untuk dikendarai secara ekstrim. Ini seperti membeli sekarung tepung dengan gambar kue di kemasannya: Artinya, tepung bisa dipakai sebagai bahan untuk membuat kue, tetapi juga bisa untuk membuat roti, pizza, atau makanan lainnya.
#2 Wanita Hamil yang Bersepeda dengan Anak Mereka Tidak Memikirkan Keselamatan
Pertama yang harus Anda ketahui, berolahraga ketika hamil, sepanjang dokter mengizinkan, baik untuk kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya, ujar Cooke. Dan bersepeda adalah aktivitas fisik yang bagus. Ya, Anda bisa tertabrak atau jatuh ketika bersepeda. Itu adalah sebuah risiko. Tetapi beraktivitas di treadmill memiliki risiko. Berjalan kaki memiliki risiko. Bahkan, masuk ke dalam mobil sebenarnya adalah sesuatu paling berisiko yang dilakukan orang, seperti halnya kecelakaan mobil yang menyebabkan kondisi fatal lebih besar ketimbang kecelakaan saat bersepeda.
Saya mendapat banyak penilaian seperti ini dari banyak orang, ujar Dena Driscoll, yang bersepeda dengan anaknya di Philadelphia. Saya pernah terlibat pertikaian dengan seorang sopir taksi tentang hal ini (apakah aman bersepeda dengan anaknya di jalanan) yang berakhir dengan saling mengimbau untuk saling hati-hati.
Bagi dirinya, beralih menggunakan mobil hanya menempatkan ibu dan anak-anaknya karena mereka harus bersaing dengan satu mobil lagi. Selain itu, lanjutnya, bersepeda dengan anak adalah aktivitas yang menyehatkan dan menyenangkan. Saya tetap akan mengantar anak ke sekolah dengan bersepeda dan tidak menggantinya dengan apapun, ujar Driscoll.
#3 Wanita Butuh Sepeda dan Perlengkapan Khusus
Memang menyenangkan jika memiliki sepeda, pakaian, dan perlengkapan yang didisain khusus untuk wanita. Tetapi... jika Anda hanya mempertimbangkan produk yang dilabeli khusus wanita, Anda mungkin kehilangan apa yang terbaik buat Anda, ujar April Beard, yang bekerja di Trek Bikes. Artinya, jika memang itu pas untuk Anda, sesuai dengan peruntukkan yang Anda butuhkan, bandrol harganya sesuai anggaran, dan gaya serta warnanya cocok, jangan takut untuk membelinya.
Serupa dengan prinsip di atas, bagi sebagian besar wanita, sadel yang khusus dirancang untuk wanita adalah tiket menuju kenyamanan saat menggunakannya. Tetapi ini tidak berlaku untuk semua wanita. Sekitar 10 persen wanita memiliki bentuk pelvis shaped yang mirip pria dan sebaliknya, ujar Jenn Campbell, yang juga bekerja di Trek Bikes.
#4 Balapan Sepeda Wanita Tidak Menarik untuk Ditonton
Anda mengira inilah yang terjadi ketika Anda membandingkan durasi tayang balapan sepeda pria dan wanita di TV. Tetapi itu tidak benar, ujar Jen See, seorang penulis yang membahas masalah-masalah seperti ini di Bicycling. Orang yang beranggapan balapan sepeda wanita tidak menarik untuk ditonton biasanya fokus pada kecepatan balapan sepeda pria dan mengklaim pesepeda pria atlet yang lebih baik lebih kuat, bugar, cepat dan layak mendapatkan perhatian lebih banyak. Tetapi, di samping time trial, balapan sepeda adalah permainan taktik, dan pesepeda paling kuat serta bugar belum tentu menjadi pemenang.
Jadi... mengatakan balapan sepeda pria lebih asyik ditonton karena para atletnya lebih kuat adalah pernyataan yang tidak masuk akal.
#5 Menstruasi Bikin Wanita Lamban
Perubahan hormon pada wanita yang terjadi tiap bulan saat menstruasi berdampak pada performa mereka. Namun ingat, ini tidak selalu seperti yang Anda bayangkan. Dalam bukunya Roar (Rodale) pada 2016, Stacy Sims, PhD, berpendapat jika hari-hari sebelum menstruasi saat hormon dalam kadar yang tinggi, ketika kadar progesterone dan estrogen berada di puncak, adalah hari-hari terberat untuk latihan dan berlomba. Ironis seperti yang terlihat, fisiologi latihan Anda (para wanita) mirip seperti pria saat menstruasi dan hari-hari setelahnya, tulisnya. Dan tebak... Anda juga makin kuat.
#6 Bersepeda Bikin Kaki Wanita Membesar
Terus terang, kami merasa ngeri jika memiliki kaki yang besar adalah sesuatu yang harus dikhawatirkan wanita. Mari kita luruskan hal ini: Kaki yang kuat adalah modal yang luar biasa. Tidak percaya? Tanyakan saja mereka yang kabur dari zombie apocalypse.
Tetapi kembali ke mitos, yang berada di daftar teratas Google dalam pencarian tentang sepeda. Dalam teori, ya, melatih otot kaki bisa meningkatkan kekuatan dan juga meningkatkan massa otot. Tetapi studi pada 2004 dari Harvard University yang diikuti lebih dari 18.000 wanita selama 16 tahun menemukan, bersepeda empat jam tiap minggu membuat peluang kenaikan berat badan 26 persen lebih kecil. Kelompok lainnya, sebaliknya, mengalami kenaikan berat badan 10 kilogram sepanjang periode tersebut. Intinya, Anda mungkin menambah massa otot. Tetapi secara umum Anda lebih ramping dan makin bertenaga saat berlari jarak jauh.

Hey, like this? Why not share it with a buddy?

Related Posts