5 Sinyal Kehadiran Diabetes yang Wajib Anda Waspadai

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

ADA BANYAK ALASAN untuk menjaga kadar gula darah Anda selalu terkontrol. Diabetes, sebuah kondisi yang disebabkan kadar gula darah yang tinggi, bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan yang serius, seperti penyakit ginjal, penyakit jantung, atau bahkan kanker. Namun masalahnya diabetes tidak mudah untuk dideteksi kehadirannya.
Tidak seperti masalah kesehatan lainnya yang mudah dideksi karena gejala-gegela yang jelas. Diabetes kerap hadir secara diam-diam, papar Nestoras Mathioudakis, M.D., direktur clinis endocrinology, diabetes, dan metabolisme di Johns Hopkins Medicine.
Karena itu Anda butuh memahami gejala-gejala diabetes, khususnya yang belum pernah Anda ketahui sebelumnya. Dan berikut ini lima di antaranya.
#1 Mati Rasa di Lengan atau Kaki
Ketika pembuluh darah kecil yang menyuplai syaraf mengalami kerusakan, Anda mungkin mengalami gejala mati rasa atau kesemutan di telapak kaki, lengan, atau telapak tangan. Pikirkan syaraf di tubuh Anda seperti rantai penyupai, ujar Dr. Vella. Syaraf terpanjang di tubuh adalah yang paling mungkin terganggu, ujarnya.
Jika Anda merasakan mati rasa dan kesemutan yang kronis, atau rasa nyeri yang berlebihan, beritahu dokter. Waspadai kapalan atau bisul yang tidak sembuh-sembuh, yang jika tidak ditangani segera bisa menyebabkan dilakukannya amputasi, ujar Dr. Mathioudakis. Ini mengapa pengidap diabetes harus memberikan perhatian lebih pada telapak kaki mereka.
#2 Kelelahan
Jika kadar gula darah Anda terlalu tinggi, ginjal akan bekerja berlebihan untuk membersihkan sampah dari darah. Ginjal yang bekerja terlalu keras bisa menyebabkan kerusakan, menurut American Diabetes Association. Ketika pembuluh darah kecil di ginjal rusak, tubuh tidak bisa membersihkan racun dengan baik, papar Dr. Mathioudakis. Dan seiring berjalannya waktu, kerusakan yang terjadi dapat menyebabkan ginjal tidak berfungsi. Dan jika ini terjadi, Anda butuh dialisis atau bahkan transplantasi ginjal.
Disfungsi berlangsung bertahap, dan susah untuk mengetahuinya tanpa melakukan tes darah atau urin, ujar Dr. Mathioudakis. Namun kelelahan bisa menjadi salah satu tanda awal, yang di tahap berikutnya bisa disertai mual, gatal-gatal, lesi, dan galau, ujar Dr. Turchin. Meski Anda tidur dalam waktu yang memadai, Anda mungkin akan merasa kelelahan sepanjang waktu.
Meski kontrol kadar gula darah bisa memulihkan kerusakan ginjal di tahap awal, ini belum terbukti memperlambat disfungsi ginjal di tahap berikutnya, ujar Dr. Mathioudakis. Karena itu sangat penting untuk memelihara kadar gula darah setelah didiagnosa mengidap diabetes, tambahnya.
#3 Masalah Penglihatan
Seiring waktu, simpanan gula di pembuluh darah yang kecil di belakang mata yang disebabkan kadar kronis gula dara bisa merusak sel. Untuk menyuplai mata dengan nutrisi yang memadai dan aliran darah, tubuh Anda menciptakan pembuluh darah baru yang bekerja di sekitar pembuluh darah yang kurang berfungsi, papar Adrian Vella, M.D., seorang endocrinologist di Mayo Clinic.
Mungkin terdengar bagus. Tetapi ini justru menimbulkan masalah. Pembuluh darah ini justru rapuh dan mudah pecah, bocor, dan menyebabkan pendarahan, ujar Vella. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memperlemah penglihatan Anda, dan bahkan dapat menyebabkan hilangnya penglihatan. Pembuluh darah yang baru juga bisa menggores retina lapisan jaringan tipis yang berada di belakang mata Anda yang mengendalikan penglihatan. Ini bisa menyebabkan retina terlepas sepenuhnya. Jika tidak ditangani segera, bisa menyebabkan kebutaan, ungkap Dr. Mathioudakis.
Jika Anda merasakan pandangan yang kabur atau gumpalan kecil di depan garis pandangan, kemungkinan hal itu adalah gejala adanya pendarahan di mata. Dan Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter. Hal yang sama juga perlu segera Anda lakukan jika melihat tirai yang datang di bidang pandang atau kedipan cahaya. Keduanya merupakan gejala lepasnya retina.
Pemeriksaan mata yang rutin bisa meminimalisasi kemungkinan tersebut. Jika diketahui lebih dini, perawatan dengan laser dan injeksi ke mata bisa mencegah kerusakan yang lebih parah, ujar Alexander Turchin, M.D., seorang endocrinologist di Brigham and Womens Hospital in Boston.
#4 Nyeri atau Tegang di Dada
Orang dengan diabetes memiliki risiko penyakit kardiovaskular, ujar Mathioudakis. Ini terjadi karena terlalu banyak gula darah di pembuluh darah yang berada di sekitar jantung berkontribusi dalam pembentukkan plak, yang mempersempit arteri sesuatu yang dapat mengakibatkan serangan jantung.
Gejala penyakit arteri koroner termasuk tekanan atau ketegangan di tengah atau sisi kiri dada. Biasanya dipicu oleh latihan atau stres emosional dan napas pendek, papar Dr. Mathioudakis. Dan tentu saja, ketika arteri buntu sepenuhnya, ini bisa menyebabkan serangan jantung.
Dr. Vella mengemukakan, orang dengan diabetes biasanya juga memiliki faktor risiko lain untuk penyakit jantung seperti kolesterol tinggi, obesitas, dan fisik yang kurang aktif. Dengan semua ini, kadar gula darah yang tinggi memiliki dampak tambahan, ujarnya.
Berita baiknya, banyak dari gejala tersebut seperti kerusakan pembuluh darah di mata dan ginjal bisa dipulihkan. Tapi waktu adalah kata kuncinya. Saat diagnosa dengan diabetes, Anda sudah kehilangan fungsi pankreas sekitar 50 persen. Organ ini menciptakan insulin, salah satu hormon utama yang mengatur kadar gula darah. Jadi… ketika kadar gula darah Anda kembali melejit, pastikan prioritas Anda adalah mendapatkan diagnosa dan kemudian melakukan upaya untuk menurunkannya.
#5 Disfungsi Ereksi
Bagi pria, untuk mendapatkan ereksi ada dua hal yang harus terjadi: Anda butuh aliran darah yang lancar ke alat vital dan Anda perlu memiliki sinyal syaraf yang kuat dati otak, papar Dr. Mathioudakis. Diabetes berdampak pada kedua mekanisme tersebut.
Sebagai tambahan dari masalah pembuluh darah dan syaraf, pria dengan diabetes sering memiliki faktor lain yang memberikan dampak pada fungsi seksual, termasuk di dalamnya rendahnya kadar testosteron, depresi, dan kegelisahan, ungkap Dr. Mathioudakis.
Dan sayangnya, bagi Anda para Pria, jika Anda memiliki masalah dengan diabetes, obat-obatan seperti Viagra yang bekerja sangat baik untuk sejumlah masalah aliran darah tidak selalu berfungsi baik untuk masalah ini. Dalam sejumlah kasus, dokter mungkin akan meberikan pengobatan injeksi, yang terbukti lebih potensial.

More to explorer

Efek squat setiap hari

Efek squat setiap hari

Latihan ini dimulai dengan squat 5 kali seminggu, mulai dari 50 hingga 200-300 pengulangan per hari. Latihan ini sudah banyak dilakukan oleh

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *