3 Hal yang Wajib Diketahui Setiap Trail Runner Pemula

By:
Posted: February 19, 2019

TRAIL RUNNING memberikan manfaat terhadap tubuh menyerupai tawaran yang disodorkan road running (lari di jalan raya) termasuk di dalamnya meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan stamina. Namun di trail running, yang mungkin sedikit membedakan dengan road running, Anda harus memberikan perhatian penuh terhadap apa yang Anda lakukan. Sebelum menjelajahi jalur trail running, di sesi latihan atau lomba lari mendatang, simpan dalam benak Anda tiga tip berikut.
#1 ABAIKAN KECEPATAN BERLARI
Sesuaikan ekspetasi dan dan ayunkan kaki sesuai dengan apa yang Anda rasakan di lintasan. Mengapa? Di lintasan trail running Anda tidak hanya berlari lebih lambat ketimbang di jalan raya, tapi juga lebih cepat merasa capek. Terutama jika Anda belum lama menekuni aktivitas ini. Untuk jarak yang sama, berlari di medan off-road bisa membuat Anda menempuhnya lebih lama dua kali lipat atau bahkan lebih ketimbang mengayunkan kaki di jalan raya.
Fokuskan diri untuk menemukan irama berlari yang sesuai dengan kemampuan dan gaya berlari Anda. Pastikan berlari di tingkatan kemampuan (atau kebugaran) Anda. Biarkan kecepatan yang kemudian muncul adalah hasil akhir dari performa Anda.Ikuti alur lintasan lari yang Anda tempuh. Jika perlu, saat lintasan lari sangat terjal, Anda bisa berjalan untuk menjaga upaya yang Anda lakukan tetap stabil.
Banyak trail runner yang berjalan kaki ketika menghadapi tanjakan yang terjal dan menggenjot upaya berlari di lintasan datar maupun menurun. Teknik ini akan membuat Anda berlari lebih kuat dan beradaptasi dengan kebutuhan-kebutuhan baru yang diperlukan untuk menghadapi lintasan trail running. Dalam beberapa minggu, Anda sudah bisa berlari di tanjakan yang biasanya Anda tempuh dengan berjalan kaki. Selain itu, Anda akan membangun perasaan untuk menyatu dengan medan yang Anda lalui.
#2 BERLARI DALAM HITUNGAN MENIT
Di road running, Anda mungkin terbiasa berlari dalam hitungan jarak. Di trail running, ubah sudut pandang tersebut: Kedepankan berlari dalam hitungan menit atau sesuai keinginan Anda. Mengapa? Karena kecepatan berlari Anda menjadi lebih lambat, lebih bijaksana untuk berlari dalam hitungan menit (waktu) ketimbang jarak hingga Anda menemukan kecepatan yang tepat saat melibas lintasan trail running.
Cara terbaik untuk memulai dan membangun kepercayaan diri di lintasan trail running adalah dengan berlari (dari titik start) ke titik tertentu, dan kemudian kembali titik melalui jalur yang sama. Ini mengurangi risiko Anda tersesat dan memastikan berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk pergi bolak-balik, jika kemudian memutuskan jalur ini sebagai lintasan lari yang akan Anda tempuh secara rutin. Dari sini, selanjutnya Anda bisa merancang rute berlari yang sesuai dengan tingkat kebugaran, pengalaman, dan target Anda.
Seperti olahraga lain yang baru Anda tekuni, mulailah berlatih trail running secara bertahap. Anda bisa memulainya dengan berlari 30 menit dan membangun jarak tempuh makin jauh saat kemampuan Anda meningkat. Meskipun dampak benturan lebih sedikit di lintasan yang empuk (soft), energi yang Anda keluarkan akan lebih besar dan mungkin berdampak pada lamanya waktu pemulihan atau istirahat. Coba lakukan trail running 1-2 kali seminggu, dan biarkan tubuh memulihkan diri di antara sesi-sesi latihan tersebut.
Seperti halnya latihan interval yang meningkatkan kecepatan Anda berlari di jalan raya, berlari di lintasan yang teknikal melewati akar-akaran, batu-batuan, dan rintangan lainnya akan membantu Anda sistem kerja tubuh yang baru dan meningkatkan kemampuan, tenaga, dan kelincahan Anda saat melakukan trail running. Ketika memulai, sebaiknya berlatih sesuai kemampuan Anda, dan jangan malu berjalan untuk melewati rintangan. Saat kemampuan Anda meningkat, Anda akan memiliki cukup kekuatan dan stamina untuk melewati lintasan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dengan aman. Bagaimana tingkatan ini bisa tercapai, Anda harus berlari di lintasan trail running berulang-ulang. Sebagai contoh, lakukan pemanasan selama 10 menit. Kemudian berlari di lintasan teknikal yang pendek selama 30-90 detik berulang-ulang. Cara ini akan membangun kedekatan Anda dengan rintangan yang dihadapi di lintasan, meningkatkan kekuatan, dan satu lagi yang penting... mendongkrak kepercayaan diri.
#3 LAKUKAN DENGAN PENUH BERHATIAN
Arahkan fokus pandangan 5-10 kaki ke depan di lintasan trail running dan lihat kemana Anda akan berlari. Cara ini juga membantu Anda menjaga posisi yang tepat memandang ke depan bukan ke bawah, dan mempertahankan keseimbangan bahu. Ini biasa disebut line of sight. Dan ini memungkinkan Anda untuk menentukan arah yang selanjutknya akan ditempuh.
Secara naluriah, Anda akan mulai mengetahui di mana lintasan yang lebih nyaman dilewati ketika berlari. Anda mungkin akan tergoda untuk melihat situasi atau pemandangan di sekitar lintasan lari. Tetapi melakukannya tanpa perhitungan bisa membuat Anda kehilangan fokus pada lintasan berlari yang Anda lalui, yang mungkin akan menyebabkan Anda tersandung atau bahkan terjatuh. Jika Anda ingin melakukan selfie, pastikan berhenti mengayunkan kaki dulu.
Gunakan lengan untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas dengan mengarahkannya keluar saat Anda melewati turunan atau medan yang teknikal. Ambil langkah-langkah pendek dan cepat untuk stabilitas dan efisiensi pergerakan Anda.
Jika Anda ternyata jatuh cinta pada aktivitas ini, pertimbangkan untuk membeli sepatu khusus trail running. Perlengkapan ini akan memberikan traksi yang lebih baik dan menyodorkan perlindungan terhadap engkel. Dan yang lebih penting, nikmati petualangan baru Anda ini. Trail running bisa memberikan sensasi berbeda ke aktivitas berlari Anda, sekaligus membantu mendongkrak kebugaran Anda.

Hey, like this? Why not share it with a buddy?

Related Posts