Ini Cara Smartphone Mengacaukan Latihan Anda

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

SMARTPHONE bisa menjadi mitra terbaik atau musuh terburuk latihan Anda. Meski sejumlah penelitian secara konsisten menunjukkan jika playlist yang tepat meningkatkan performa latihan, sejumlah studi lainnya memperlihatkan jika telpon seluler bisa menghalangi Anda meraih target yang diinginkan. Berikut enam cara smartphone mengganggu latihan Anda.
#1 MENGACAUKAN TEKNIK DAN KESEMPURNAAN GERAKAN
Sebuah penelitian di Performance Enhancement and Health memperlihatkan, mengirim pesan dalam bentuk teks atau melakukan pembicaraan menggunakan smartphone (seperti menahan telpon langsung dengan telinga) ketika melakukan latihan kardio (penelitian fokus pada aktivitas lari) memiliki dampak signifikan terhadap stabilitas dan postur berlari. Untungnya, mendengarkan musik tidak merusak teknik dan kesempurnaan gerak secara signifikan ketika berlari. Jadi… ketika Anda terpaksa harus berbicara melalui smartphone dengan seseorang ketika sedang berlatih, gunakan headphone untuk melakukan panggilan atau menggunakan pesan berbentuk suara. Dan… penggunaan telpon seluler di tengah-tengah latihan, yang akan membuat Anda sering membungkuk untuk melihat layar telpon, berpotensi mengantar Anda pada kyphosis, atau lengkungan yang berlebihan di punggung atas, papar Michael Rebold, Ph.D., C.S.C.S., direktur Integrative Exercise Science department at Hiram College.
#2 MENINGKATKAN RISIKO CEDERA
Anda pasti memahami, menggunakan smartphone ketika mengemudi sangat berbahaya. Demikian juga ketika berlari. Alasannya berasal dari dua tugas yang saling memengaruhi. Artinya, ketika kita melakukan dua hal dalam satu waktu, performa di kedua tugas tersebut akan berkurang. Ini terjadi karena otak Anda bekerja bolak-balik antara masing-masing tugas tersebut, bukan bekerja simultan pada satu tugas saja, kata Rebold.Jadi, ketika Anda mengirim pesan teks, melihat waktu, atau sibuk dengan aplikasi di smartphone, hal-hal ini akan merusak postur dan kesempurnaan gerak yang berpotensi mendatangkan cedera bagi Anda. Bisa saja karena fokus terganggu, Anda terjatuh di treadmill atau lintasan lari. Selain itu, mendengarkan musik langsung dari telpon seluler akan menenggelamkan suara lalu-lintas dan apa yang ada di sekeliling Anda. Sebuah studi dari University of Maryland School of Medicine menemukan, jumlah pejalan kaki di Amerika Serikat yang cedera ketika mengenakan headphone meningkat tiga kali lipat selama enam tahun di antara 2004 dan 2010.
#3 MENGURANGI INTENSITAS LATIHAN
Jika Anda menggunakan smartphone saat berlatih, Anda tidak akan memaksa tubuh sekeras ketika tidak memakai perangkat tersebut, ujar Rebold. Studi PLOS ONE pada 2015 menemukan, penggunaan telpon seluler selama berlatih berbanding terbalik dengan intensitas latihan. Dalam penelitian ini, 33 wanita berlari di treadmill, dan semua diizinkan menentukankecepatan yang diinginkan. Layar treadmill ditutup sehingga para pelari tidak bisa melihat seberapa cepat mereka mengayunkan kaki. Ketika para wanita ini mengirim pesan atau berbicara menggunakan telpon seluler, kecepatan mereka menurun 10 persen ketimbang saat tidak menggunakan perangkat komunikasi tersebut.
Plus, mampu bertahan dalam latihan berintensitas tinggi sangat bergantung pada mental dan fisik, papar Stephen Graef, Ph.D., pikolog olahraga di The Ohio State University Wexner Medical Center. Jika Anda tidak fokus, motivasi dan performa Anda bisa tergelincir.
Untungnya, studi Rebold menemukan, mendengarkan musik bisa meningkatkan intensitas latihan, sepanjang Anda tidak mengubah-ubah musik yang Anda dengarkan sepanjang waktu. Jadi, atur playlist Anda sebelum berlatih untuk memaksimalkan hasil latihan.
#4 BIKIN ISTIRAHAT MAKIN LAMA
Hal yang sangat alami jika Anda ingin membunuh waktu di antara set latihan. Tetapi ketika Anda kemudian sibuk dengan smartphone, hal ini bisa memperpanjang waktu istirahat ketimbang durasi ideal. Selain membuang-buang waktu, istirahat terlalu lama bisa mengurangi manfaat gerakan latihan yang Anda lakukan.
Merujuk penelitian yang dipublikasikan di Journal of Strength and Conditioning Research, durasi istirahat memengaruhi respon hormon tubuh Anda terhadap latihan, dan tentu saja hasil latihan yang Anda peroleh. Periode istirahat Anda memang sangat tergantung pada target, tipe latihan, dan beban yang digunakan. Tetapi penelitian tersebut menyarankan durasi istirahat antar set paling lama adalah 120 detik untuk memaksimalkan produksi hormon pertumbuhan dan pembentukkan otot.
#5 MENGACAUKAN FOKUS
Mendengarkan musik ketika berlatih bisa membantu Anda menikmati aktivitas fisik yang sedang dilakukan. Tetapi, kata Graef, hal yang sebaliknya jutru terjadi ketika Anda mulai menjawab email kerja saat berlatih. Plus, bunyi notifikasi yang konstan bisa merusak fokus Anda saat berlatih.
#6 MEMBUAT ANDA ABSEN KE GYM
Alasan paling umum bagi orang yang tidak berlatih adalah mereka mengatakan tidak memiliki waktu, kata Rebold, yang meyakini penggunaan telpon seluler yang intens justru yang membuat orang melupakan jadwal latihannya. Tetapi dengan mudah Anda mengambil telpon seluler yang memeriksa akun social media, dan sebelum menyadarinya, Anda telah kehilangan waktu dua jam.Hal tersebut yang mungkin menjadi satu alasan mengapa penelitiannya yang dilakukan pada 2013 dan dipublikasikan di International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity menunjukkan para mahasiswa yang terlalu lengket dengan telpon selulernya cenderung kurang fit ketimbang mereka yang tidak terlalu banyak menggunakan smartphone. Penelitian ini juga memperlihatkan, rata-rata para mahasiswa menghabiskan waktu lima jam tiap hari untuk bermain dengan telpon selulernya.

More to explorer

Efek squat setiap hari

Efek squat setiap hari

Latihan ini dimulai dengan squat 5 kali seminggu, mulai dari 50 hingga 200-300 pengulangan per hari. Latihan ini sudah banyak dilakukan oleh

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *