Apakah Lomba Lari Marathon atau Half-Marathon Aman Bagi Anda?

By:
Posted: February 14, 2019

TAHUN LALU, di beberapa lomba lari, khusunya marathon, sejumlah peserta meninggal dunia. Dugaan yang, korban meninggal karena serangan jantung atau heat stroke.
Hampir empat tahun lalu, Dikson Pranatio, yang mengikuti Standar Chartered Half-Marathon Indonesia 2014, mengalami dehidrasi parah. Kondisi ini berujung pada terjadinya cerebral hypoxia kurangnya suplai oksigen di otak. Semua ini berujung pada satu hal... kerusakan otak.
Sedemikian berbahayakah lomba lari marathon atau half-marathon sehingga bisa menelan korban nyawa manusia? Tidak. Hal ini tidak selalu terjadi di setiap lomba lari marathon atau half-marathon, ujar Lewis G. Maharam, MD, FACSM, penulis Running Docs Guide to Healthy Running.
Dikemukakan, lari marathon cukup aman bagi mereka yang sudah mendapatkan pengesahan kondisi kesehatan layak mengikuti lomba dari dokter. Statistik menunjukkan, hanya ada 1 kematian di antara 50.000-75.000 partisipan (tergantung penelitian yang menjadi rujukan). Dan ini adalah rasio yang kecil.
Semua kejadian sudden death di lomba lari marathon atau half-marathon memiliki penyebab yang mendasar. Hal ini menekankan perlunya tiap orang (atau pelari) melakukan tes tekanan setelah menginjak usia 40 tahun atau bahkan lebih dini jika dokter memberikan rekomendasi tersebut. Direkomendasikan.
Segera lakukan pemeriksaan jika Anda merasakan nyeri atau perasaan tertekan di dada, napas pendek, atau sesuatu yang tidak biasanya ketika sedang berolahraga, ujar Maharam. Hal ini juga menunjukkan pentingnya tiap orang mengisi label informasi kesehatan di balik BIB mereka. Mengapa? Karena hal ini akan mempermudah petugas kesehatan memberikan penganan dan perawatan yang Anda butuhkan jika diperlukan.
Jadi seberapa aman lomba lari marathon atau half-marathon? Jika Anda telah melakukan pemeriksaan kesehatan sebelumnya, lomba lari marathon atau half-marathon lebih aman ketimbang duduk di ruang tamu. Namun tentu saja hal ini harus didukung barisan petugas medis dan ambulans yang bersiaga di rute lari serta waktu reaksi yang cepat untuk mereka yang membutuhkan penanganan.
Jadi... jika Anda melakukan bagian Anda, lintasan lari marathon atau half-marathon adalah tempat paling aman di hari lomba.

Rekomendasi Kesehatan IMMDA untuk Pelari dan Pejalan Kaki
International Marathon Medical Directors Association (IMMDA) mempublikasikan rekomendasi mereka untuk publik di website mereka IMMDA.org yang bertujuan mengedukasi dan memastikan pelari yang mengikuti lomba berada dalam kondisi sehat dan performa yang baik. Tidak hanya itu, rekomendasi ini juga dikeluarkan untuk mencegah sudden dead di tengah meningkatnya jumlah lomba lari marathon maupun half-marathon di seluruh penjuru dunia.
RASIONAL
Marathon dan half-marathon adalah olahraga ketahanan yang ekstrim dengan risiko melekat yang harus dipahami, dan tentu saja... semua partisipan harus menghormati jarak tempuhnya. Teori saat ini di balik Sudden Death pada pelari-pelari yang berpartisipasi di lomba lari marathon dan half-marathon berdasarkan pada penelitian-penelitian sebelumnya dan hasil observarsi.
- Kondisi ini tidak ditemukan sebelumnya pada pelari.
- Terdapat bukti jika aktivitas fisik atau olahraga bisa meningkatkan risiko kejadian terhadap jantung, termasuk serangan jantung dan kematian. Risiko ini bisa dikurangi dengan berlatih secara rutin. Upaya untuk melampui intensitas atau durasi yang sudah ditetapkan bisa mnyebabkan kompensasi mekanisme yang bersifat merusak.
- Olahraga ketahanan melepaskan enzim otot yang mungkin mengaktifkan trombosit dan menyebabkan thrombus dan cardiac ischemia.
- Terdapat berbagai penelitian yang mengindikasikan bertambahnya risiko terkait peningkatan konsumsi kafein di atas 200 miligram ketika berlatih olahraga ketahanan.
- Hyponatremia adalah kondisi yang bisa dicegah jika pelari menenggak sports drink atau minuman sejenis untuk mencegah rasa haus. Jangan menggunakan non steroidal anti-inflammatories (NSAID) ketika berlari dan konsumsi garam.
- Berlari cepat di kilometer-kilometer terakhir akan meningkatkan adrenalin dan membuat serat otot di jantung beraktivitas pada ritme yang tidak normal.
REKOMENDASI
Untuk mengurangi risiko Sudden Death, IMMDA mengembangkan panduan yang berbasis pada penelitian ilmiah dan hasil observasi. Panduan ini tidak bersifat mengikat dan mungkin akan ada pengubahan di masa mendatang.
- Partisipan lomba lari marathon da half-marathon tidak hanya wajib berlatih secara memadai, namun sama pentingnya, mereka harus memiliki tujuan dan rancangan program latihan yang sesuai dengan tingkat pelatihan yang dilakukan dan tentu saja, tingkat kebugara mereka. Jika tidak, sebaiknya lewati saja keinginan untuk berlari marathon atau half-marathon.
- Lakukan pemeriksaan fisik tahunan, yang kemudian dijadikan bahan diskusi rancangan latihan, tujuan, dan intensitas Anda.
- Konsumsi satu baby aspirin (81 miligram) atau lebih jika tidak ada kontraindikasi dengan kesehatan di pagi hari sebelum melakukan lari atau jalan kaki jauh (di atas 10 kilometer).
- Konsumsi kafein kurang dari 200 miligram sebelum dan selama berlari di jarak 10 kilometer atau lebih.
- Pastikan hanya mengonsumsi sports atau minuman sejenis saat berlari 10 kilometer atau lebih.
- Pastikan selalu minum untuk menangkal rasa haus.
- Jangan mengonsumsi a NSAID selama berlari atau berjalan 10 kilometer atau lebih.
- Konsumsi garam (jika tidak ada kontraindikasi dengan kesehatan) selama berlari 10 kilometer atau lebih.
- Di kilometer-kilometer terakhir, jaga atau perlambat kecepatan berlari Anda. Jangan lakukan sprint (meningkatkan kecepatan lari secara radikal) kecuali Anda sudah mempraktekkannya di sesi latihan. Berlari atau berjalan seperti latihan yang Anda lakukan.

Hey, like this? Why not share it with a buddy?

Related Posts