Anda Pelari Jarak Jauh? Konsumsi Protein Lebih Banyak!

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

PENELITIAN TERBARU melaporkan, para pelari jarak jauh mungkin membutuhkan protein lebih banyak ketimbang yang selama ini disarankan. Selalu terdapat celah (atau perbedaan) antara rekomendasi resmi tentang seberapa banyak yang kita butuhkan dan seberapa banyak yang harus dikonsumsi atlet-atlet olahraga ketahanan. Selama ini, para atlet olahraga ketahanan tidak terlalu banyak memberi perhatian pada perdebatan ini: Anda tidak butuh bisep yang tebal untuk berlari marathon dengan catatan waktu yang mengesankan.
Namun sebuah studi baru dari Daniel Moore dan koleganya di University of Toronto dan Ajinomoto Co. membeberkan perspektif yang berbeda. Data ini dipresentasikan di pertemuan tahunan American College of Sports Medicine.
Studi ini menggunakan teknik yang disebut indicator amino acid oxidation untuk mengukur penggunaan protein. Penelitian-penelitian sebelumnya menggunakan teknik yang disebut nitrogen balance.
Penelitian yang dilakukan Moore dan koleganya melibatkan enam pelari jarak jauh yang tiap minggunya menempuh jarak 48 kilometer dan 128 kilometer. Selama periode tiga hari mereka mengonsumsi diet standar dan berlari 10 kilometer di hari pertama, 5 kilometer di hari kedua, dan 20 kilometer di hari ketiga. Setelah berlari 20 kilometer, mereka mengonsumsi protein dalam jumlah yang diacak bersama asam amino dalam jumlah standar sebagai indikator pengukur. Tiap subyek mengulangi protokol ini sebanyak tujuh kali. Dengan menganalisa pola seberapa banyak asam amino dikonsumsi dalam berbagai percobaan, para peneliti bisa mengukur apakah dosis protein yang diberikan memenuhi kebutuhan tubuh.
Hasilnya mengindikasikan jika subyek membutuhkan protein rata-rata 1,65 gram untuk tiap kilogram berat badan guna memberikan asam amino yang dibutuhkan untuk memperbaiki otot dan melakukan sintesa. Hasil ini juga mengantarkan pada rekomendas konsumsi protein 1,8 gram untuk tiap kilogram berat badan tiap hari. Jumlah ini jauh lebih tinggi dari rekomendasi 0,8 gram untuk orang biasa dan 1,4 gram untuk atlet-atlet olahraga ketahanan.
Mengapa atlet-atlet olahraga ketahanan membutuhkan protein lebih banyak? Satu kemungkinan karena mereka membakarnya ketika berlari. Studi sebelumnya menekankan, sekitar lima persen energi yang digunakan ketika berlatih berasal dari oksidasi protein, dan bisa meningkat 10 persen jika otot Anda memiliki kadar glikogen yang rendah. Selain itu, protein juga dibutuhkan untuk memperbaiki dan membentuk ulang jaringan, bukan hanya otot yang Anda rusak ketika berlari.

More to explorer

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *