Pijat Bantu Anda Meningkatkan Regenerasi Otot

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

SANGAT SULIT melakukan eksperimen dengan menggunakan placebo sebagai alat kontrol untuk mengetahui dampak pemijatan. Orang cenderung merasakan ketika ada yang memijat kakinya. Kondisi ini ini memberikan tantangan yang besar mengetahui apa yang terjadi ketika Anda mendapatkan pemijatan setelah berlatih keras. Apakah pijat membantu pemulihan otot, atau hanya sekadar membuat Anda merasa lebih baik?
Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat sejumlah eksperimen impresif dan cerdas yang memberikan kita informasi tentang pijat. Sebagai contoh, sebuah studi dari kelompok Mark Tarnopolsky di McMaster University beberapa tahun lalu yang menggunakan biobsi otot pada satu kaki menunjukkan, kaki yang mendapatkan pemijatan berkurang sinyal inflamasinya dan meningkat pertumbuhan mitochondrial-nya setelah latihan keras.
Penelitis di Ohio State, yang dipimpin Thomas Best, melakukan sebuah pendekatan yang berbeda karena problem penggunaan placebo. Best dan timnya memilih menggunakan kelinci ketimbang manusia. Mereka merancang model latihan untuk kelinci, menggunakan stimulasi syaraf untuk memicu dosis tertentu untuk kontraksi eksentrik kaki, dan model pemijatan pada kelinci menggunakan sebuah mesin yang mengirimkan cyclic compressive forces untuk merangsang sports massage. Penelitian tersebut menunjukkan, pemijatan membantu kelinci meraih kembali kekuatannya lebih cepat, dan menunjukkan sedikit tanda-tanda kerusakan otot.
Dalam pertemuan American College of Sports Medicine, kolega Best, Scott Walker mempresentasikan sebuah poster tentang hasil terakhir yang didapatkan kelompoknya untuk mengungkapkan bahwa pemijatan benat-benar bekerja. Prinsip dasar eksperimen tersebut sama: Semua kelinci berlatih di satu kaki. Kemudian mereka ada yang menerima pemijatan segera setelah latihan, sebagian menerima pemijatan 24 jam, dan ada yang tidak menerima pemijatan. Kemudian otot-otot kelinci percobaan dianalisa untuk mencaritahu apa yang sebenarnya terjadi.
Dari analisa otot yang dilakukan terhadap kelinci percobaan tersebut kemudian didapatkan hasil yang menunjukkan: Jumlah pembuluh darah baru yang terbentuk 14 persen lebih tinggi pada otot yang dipijat. Area fibrosis jaringan yang robek hanya tujuh persen pada otot yang dipijat, dibandingkan 15 persen pada otot yang dilatih, namun tidak mendapatkan pemijatan.- Terdapat lebih banyak serat otot setelah pemijatan. Ini diukur dengan mencari serat otot di mana nucleus berada di tengahnya, yang mengindikasikan jumlah serat regenerasi.- Di otot yang berlaku sebagai kontrol (tanpa latihan, tanpa pemijatan), 0,7 persen serat otot melakukan regenerasi, di otot yang melakukan latihan tetapi tidak mendapatkan pemijatan, 2,5 persen serat otot melakukan regenerasi, dan dikelompok otot yang melakukan latihan dan mendapatkan pemijatan, 3,5 persen serat otot melakukan regenerasi.
Meskipun perbedaannya tidak terlalu besar, gambaran umum terhadap dampak pemijatan, setidaknya pada kelinci, membantu memicu perbaikan otot. Kendati tidak mengungkap angka-angkanya, hasil eksperimen ini juga menegaskan, jika pemijatan yang dilakukan segera setelah latihan lebih efektif ketimbang yang dilakukan jauh setelahnya dalam hal mempromosikan regenerasi dan pembentukkan pembuluh darah.Jadi mengapa ini bekerja? Mungkin masih harus dicaritahu penyebabnya. Tetapi mungkin ini ada hubungannya dengan kemampuan mechanotranduction sel-sel tubuh kemampuan merasakan peregangan dan ketegangan dan mengirimkannya dalam bentuk sinyal kimia. Hal yang menarik adalah apakah proses yang sama bisa dimanfaatkan dengan alat sederhana seperti foam roller. Atau mungkin para peneliti Ohio akan memasarkan mesin pijat kelinci mereka untuk manusia.

More to explorer

Cara Aman Bersepeda di Malam Hari

BERSEPEDA DI MALAM HARI tak peduli apakah Anda melakukannya untuk memelihara kebugaran atau hal tersebut bagian dari rutinitas bike to work akan

Tingkatkan Teknik Berenang Anda

SUDAH MENJADI RAHASIA UMUM jika sebagian besar triathlete tidak begitu menyukai swim leg saat mengikuti lomba triathlon. Anda mungkin menghabiskan waktu untuk

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *