5 Isyarat Anda Perlu Membeli Sepatu Lari Baru

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

SEPATU LARI ANDA tidak dibuat untuk bertahan sepanjang masa. Meski terbuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi dan rancangan terkini, perlengkapan olahraga ini tetap memiliki masa pakai. Seperti komponen kimia lainnya, sepatu lari baru, jika mendapatkan tekanan secara konstan, akhirnya akan rusak juga seiring penggunaan dan masa pemakaian, ujar Claire Wood, senior product manager for performance running di New Balance.
Mengenakan sepatu lari yang seharusnya sudah waktunya diganti tidak hanya memperlambat ayunan kaki Anda, tetapi juga meningkatkan risiko cedera. Sebelum Anda mengambil tabungan untuk membeli sepatu lari baru, gunakan lima panduan ini untuk mencaritahu apakah alas kaki Anda sudah waktunya dipensiunkan, atau masih bisa digunakan.
#1 TAPAK SEPATU TERKIKIS HABIS
Salah satu tugas sepatu lari Anda adalah memberikan traksi saat Anda mengayunkan kaki, baik di aspal maupun di lintasan trail yang teknikal. Seiring penggunaan, karet di bagian bawah outsole di mana sepatu lari Anda melakukan kontak dengan permukaan lintasan (dari tumit ke ujung jari-jari kaki) terkikis seperti halnya karet di ban mobil Anda.
Lecet-lecet kecil bukan masalah besar. Tetapi jika bagian tapaknya sudah habis, umur sepatu lari Anda hanya tinggal menunggu waktu, ujar Bruce Wilk, ahli terapis fisik dan pemilik The Runners High sebuah specialty shop di Miami, Florida.
#2 DAYA REDAM DAN DAYA LONTAR HILANG
Mungkin mudah melihat tapak sepatu yang sudah terkikis habis. Tetapi sangat sulit untuk mengatakan apakah busa midsole bagian sepatu yang memberikan daya redam dan daya lontar sudah kehilangan fungsinya.
Lihat kerusakannya dengan menempatkan sepatu lari Anda di meja datar dan observasi dari belakang. Di permukaan yang datar, sepatu Anda seharusnya lurus dan seimbang, ujar Wilk.Sepatu yang condong ke satu sisi adalah salah satu sinyal bahwa struktur busa midsole terganggu. Ketika ini terjadi, midsole kehilangan kemampuan untuk daya hentak yang terjadi saat telapak kaki mendarat di lintasan. Akibatnya, lutut dan tulang kering Anda akan menanggung beban tersebut.
Midsole yang tipis juga menyebabkan ketidakstabilan telapak kaki, yang bisa berujung pada problem engkel dan lutut. Selain itu, fleksibilitas yang ekstrim adalah sinyal lain bahwa midsole sudah rusak. Anda tidak akan bisa melipat sepatu lari seperti tortilla. Jika Anda bisa menekuk bagian jari-jari kaki ke leher tumit, sepatu lari Anda mungkin sudah tidak memiliki daya redam lagi.
#3 JARAK TEMPUH TERUS BERTAMBAH
Daya tahan sepatu tergantung berat badan dan gaya Anda berlari. Namun sebagai acuan, jika jarak tempuh sepatu lari Anda sudah mencapai 500-800 kilometer, segera ganti dengan yang baru, ujar Wood. Sebagai contoh, jika Anda berlari 130 kilometer tiap bulan, berarti Anda mulai perlu membeli sepasang sepatu baru 4-6 bulan kemudian.
#4 MENEMPUH LINTASAN YANG BERAT
Tidak jarang muncul lubang-lubang kecil di mesh lebih dini, terutama jika Anda berlari di lintasan trail. Biasanya, Anda masih tetap bisa menggunakannya, ujar Wood. Namun… jika bagian upper sepatu mulai robek besar dan lubang di mesh meningkat ukurannya serta bertambah jumlahnya, berarti ini saat mengganti sepatu, papar Wood.
Biasanya tanda-tandanya sangat jelas. Tetapi banyak pelari mengabaikannya jika sepatunya belum menempuh jarak 500 kilometer. Sepatu lari Anda mungkin masih tampak seperti baru. Namun kondisi basah dan berlumpur bisa merusak struktur jauh lebih cepat jika Anda tidak merawatnya dengan baik setelah berlari.Sebaiknya membilas lumpur dan serpihan-serpihan kotoran yang ada di sepatu dengan air. Ambil bagian alasnya dan selipkan koran di dalamnya saat Anda mengeringkannya untuk menjaga bentuknya, tambah Wood. Ini bisa membantu Anda masa pakai sepatu lari yang prematur.
#5 HANYA PUNYA SEPASANG SEPATU LARI
Anda hanya memiliki sepasang sepatu lari yang selalu Anda gunakan saat mengayunkan kaki. Tetapi jika Anda tidak memberinya kesempatan beristirahat satu atau dua hari tiap hari, busa di bagian midsole tidak akan memiliki cukup waktu untuk kembali ke bentuk aslinya, ujar Wood. Makin padat busa yang ada di midsole, makin tinggi ketegangan yang terjadi pada telapak kaki dan tungkai kaki bawah Anda di tiap langkah.Ini tidak berarti Anda harus berhenti berlari berhari-hari. Pastikan sepatu lari tetap awet dan kaki Anda jauh dari risiko cedera dengan merotasi penggunaan dua tipe sepatu lari yang berbeda.
Peneliti Skandinavia menemukan, para pelari yang merotasi penggunaan sepatunya memiliki risiko cedera 39 persen lebih rendah ketimbang mereka yang menggunakan sepatu yang sama dalam periode 22 minggu. Para peneliti meyakini, otot-otot kaki Anda bekerja sedikit berbeda di tiap pasang sepatu sehingga Anda tidak menempatkan stres berlebihan pada jaringan-jaringan tertentu, yang mungkin terjadi jika hanya menggunakan sepasang sepatu saja.
Ya, membeli dua pasang sepatu lari memang membuat Anda menguras dompet di awal. Tetapi… bila sangat kecil dibandingkan manfaat yang Anda dapatkan: Usia sepatu lari bakal lebih awet dan menurunkan risiko cedera.

More to explorer

DANAMON RUN 2019 Kembali Digelar

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Bank Danamon” atau “Bank”) akan menggelar kembali ajang lari Danamon Run, lomba lari dengan konsep unik dan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *