7 Sinyal Heat Stroke yang Wajib Anda Waspadai

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

MELAKUKAN AKTIVITAS FISIK di luar menempatkan sejumlah risiko kesehatan pada tubuh Anda. Salah satu di antaranya adalah heat stroke. Ini adalah salah satu gangguan kesehatan yang mematikan. Biasanya terjadi ketika suhu tubuh melonjak secara drastis, yang memicu rantai gejala yang tidak menyenangkan. Berikut adalah hal yang perlu Anda ketahui tentang heat stroke dan bagaimana melindungi nyawa Anda dari ancaman gangguan kesehatan ini.
Apa itu Heat Stroke?
Ada dua bentuk heat stroke, papar Luke Pryor, Ph.D., A.T.C., C.S.C.S., dari Central California Sports Sciences Institute. Bentuk pertama adalah heat stroke tradisional. Serangan ini panas tradisional umumnya datang secara bertahap dan memengaruhi kelompok orang muda dan lanjut usia yang mengalami kesulitan mempertahankan suhu tubuh. Mereka yang tidak memiliki sistem pendinginan katakanlah, mereka yang tinggal di gedung-gedung tanpa AC juga berisiko terkena serangan heat stroke tradisional. Dalam hal ini, mereka termasuk juga Anda mungkin tidak menyadari bahwa mereka menjadi panas karena suhu tubuh mereka terus meningkat selama berjam-jam atau berhari-hari.
Bentuk kedua, yang disebut heat stroke eksersional, terjadi lebih mendadak dan terjadi pada orang yang beraktivitas dalam dalam suhu tinggi. Hal ini dapat memeengaruhi siapa pun yang bekerja di cuaca panas. Namun atlet olahraga ketahanan (seperti pesepeda), pemain sepakbola, dan buruh (seperti pekerja konstruksi) menghadapi risiko tertinggi.
Ketika mulai berolahraga, kita menghasilkan panas yang luar biasa, Pryor menjelaskan. Biasanya keringat mendinginkan kita, tetapi itu tidak terjadi pada heat stroke eksersional. Ketika organ-organ di tubuh Anda terlalu panas (yang dapat terjadi selama latihan di luar ruangan di cuaca yang panas), pusat kendali suhu tubuh Anda dapat rusak.
Jadi pada gilirannya, suhu internal tubuh Anda terus meningkat dan ketika mencapai 39,7-40 derajat Celcius, di titik itula sejumlah bahaya muncul. Jika suhu tubuh Anda terlalu panas, sel-sel di dalam usus mulai rusak, yang bisa memcorkan zat-zat beracun ke dalam darah dan menyebabkan berbagai organ tubuh gagal berfungsi sebagaimana mestinya.
#1 Suhu Badan Tinggi
Saat suhu tubuh mencapai 39,5 derajat Celcius atau lebih tenggi, Anda bisa mengalami heat stroke. Jika Anda mengukur suhu tubuh seseorang dan angkanya lebih rendah dari yang di atas namun masih menunjukkan gejala heat stroke atau merasa ada sesuatu yang salah Anda haris melakukan apapun untuk mendinginkan suhu tubuh mereka dan segera mencari bantuan media, ujar Pryor.
Ini karena termometer tidak selalu akurat. Hasil pengukuran suhu tubuh seseorang mungkin menunjukkan angka 40 derajat Celcius, namun jika Anda melakukan menggunakan termometer oral, suhu tubuh mereka mungkin hanya 37-38 derajat Celcius, ungkap Pryor. Anda mungkin beranggapan tubuh mereka hanya hangat biasa saja. Padahal sebetulnya, tubuh mereka sedang terbakar.
#2 Kurangnya Keringat… atau Keluar Keringat Secara Berlebihan
Ketika Anda menghabiskan waktu yang lama di kondisi yang sangat panas, tubuh berhenti untuk mencoba mempertahankan suhu intinya. Jadi selama heat stroke tradisional (ingat, ini adalah jenis yang muncul secara bertahap), Anda mungkin akan benar-benar berhenti berkeringat.
Namun, Anda mungkin akan mulai mengeluarkan keringat secara berlebihan jika Anda mengalami heat stroke eksersional. Saya biasanya mendengar orang berkata [mereka] tahu itu bukan heat stroke karena mereka masih berkeringat dan itu tidak benar, Pryor menjelaskan.
#3 Kebingungan atau Kesulitan Berjalan
Heat stroke akibat aktivitas fisik yang Anda lakukan membuat pusat sistem syaraf mengalami gangguan. Jadi… kondisi-kondisi yang membuat tubuh kehilangan koordinasi, menciptakan kebingungan, menyebabkan agresi, atau ketidakmampuan berjalan adalah sebuah lampu merah, ujar Pryor. Dalam situasi ini, biasanya Anda tidak mampu menjawab pertanyaan dengan tepat, dan itu adalah sinyal pertama yang bisa kita lihat.
#4 Sakit Kepala
Sakit kepala berdenyut-denyut adalah gejala alami yang biasa menyertai heat stroke. Gejala ini biasa disebabkan dehidrasi atau dampak menyeluruh dari heat stroke pada sistem syaraf pusat.
#5 Pusing, Mual, atau Muntah
Saat Anda terus berkeringat, dehidrasi di tubuh Anda akan meningkat. Panas akan mulai memengaruhi berbagai organ, yang semuanya dapat memperburuk gejala-gejala pada daftar ini dan bisa menyebabkan pusing, pingsan, mual, atau bahkan muntah.
#6 Kulit Memerah
Dalam kasus heat stroke tradisional atau yang terjadi akibat aktivitas fisik, ketika tubuh berusaha mendinginkan diri, tubuh mengarahkan aliran darah ke kulit, yang membuatnya terlihat merah. Kulit Anda mungkin juga terasa sangat kering, tergantung jenis heat stroke yang Anda alami.
#7 Detak Jantung Meningkat Drastis atau Anda Kesulitan Bernapas
Jantung Anda berada di bawah tekanan besar saat suhu tubuh overheat. Mengapa? Jantung perlu memompa lebih keras dan cepat untuk memastikan sistem pendinginan alami di tubuh bekerja sebagaimana fungsinya dalam memelihara keseimbangan suhu tubuh.

More to explorer

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *