Siapkan Mental Anda untuk Menembus Garis Finish Lomba Lari Marathon

By:
Posted: January 30, 2019

LOMBA LARI MARATHON tidak hanya memberikan cobaan tak kenal ampun terhadap tubuh Anda, namun juga menyodorkan tantangan psikologis. Pelari-oelari terbaik bisa mendorong diri mereka melewati rasa lelah yang luar biasa serta tetap berada dalam kondisi fisik dan mental yang prima meski berlari jarak jauh dengan durasi yang lama. Jangan merasa terintimidasi. Hal ini bisa Anda latih, ujar James King, seorang. Atlet-atlet olahraga ketahanan melatih pikiran mereka untuk membangun kemampuan psikologis yang akan meningkatkan performa mereka. Caranya? Bisa Anda simak beberapa tip berikut.

SEBELUM PERLOMBAAN
Lari bukan sekadar olahraga fisik. Latihan mental dan psikologi juga dibutuhkan. Banyak aspek psikologis dari berlari. Dan Anda pasti paham, otak adalah organ yang luar biasa. Organ ini bertanggung jawab untuk mengendalikan fungsi tubuh, termasuk otot dan gerakan. Otak Anda memainkan peran vital saat kelelahan mendera Anda ketika berlari. Melatihnya akan mebuat Anda mampu memberikan perlawanan terhadap rasa lelah, meningkatkan motivasi, mengedepankan pikiran positif, dan melakukan pengalihan dari hal-hal yang bakal mengeluarkan pernyataan negatif dalam pikiran Anda.
#1 Mencoba Memahami Lomba yang Akan Anda Ikuti
Berlatih untuk perlombaan yang menguji ketahanan adalah sebuah usaha yang harus Anda lewati melalui riset dan observasi terhadap tiap aspek tantangan yang ada. Idealnya, Anda harus berlatih minimal sebulan sebelum perlombaan dan meneliti cuaca, lintasan, kondisi medan, dan berbagai hal-hal potensial yang mungkin bisa mengganggu ambisi Anda di perlombaan. Sangat penting, misalnya, Anda mengetahui akan melewati lintasan menurun yang curam menjelang garis finish ketika rasa lelah sudah pasti menyerang tubuh Anda. Sehingga, Anda menjadi lebih waspada dan dapat mencegah engkel terkilir, ujar pelari marathon veteran, Ryan Bailey.
Selain itu, juga cari tahu cara untuk mengatasi kaki yang melepuh, bagaimana menghadapi cuaca panas atau dingin, dan hal-hal yang berkaitan dengan pengendalian pasokan cairan dan nutrisi ke tubuh Anda, tambah King. Mendidik diri lebih siap untuk tiap even akan membantu Anda menyingkirkan kegelisahan yang bisa mensabotase performa Anda. Terakhir, pastikan berbicara dengan mereka yang sudah pernah berpartisipasi pada lomba-lomba lari yang ingin Anda ikuti untuk mendapatkan berbagai tip yang bisa bermanfaat bagi Anda.
#2 Manfaatkan Teknik Pernapasan Dalam
Jika kegelisahan mengancam Anda untuk menunjukkan performa terbaik saat berlomba, coba gunakan teknik pengendalian diri yang sederhana ini sebelum berpacu di lintasan, Teknik ini bisa Anda praktekkan sembari berdiri, berbaring, atau duduk tegak. Tarik napas perlahan, dalam, dan mantap dari hidung Anda. Kemudian buang napas dengan lembut melalui mulut, ujar King. Ambil napas dalam. Kondisikan muka dan leher Anda relaks saat Anda membuang napas. Ambil napas dalam yang kedua. Biarkan bahu dan lengan Anda relaks saat membuang napas. Ambil napas dalam yang ketiga. Biarkan dada, lambung, dan punggung Anda relaks saat membuang napas. Ambil napas dalam yang keempat. Biarkan kaki dan telapak kaki Anda relaks saat membuang napas. Ambil napas dalam yang kelima. Seluruh tubuh Anda relaks saat membuang napas. Lanjutkan mengambil napas dalam sepanjang Anda masih membutuhkannya, nasehat King.

SAAT PERLOMBAAN
Banyak orang mengatakan, termasuk Anda, penderitaan merupakan salah satu bagian terpenting dalam perlombaan yang mengedepankan ketahanan. Karena itu, kita tertarik berpartisipasi: Untuk menguji mental, menakar batas kemampuan fisik, dan tentu saja... melihat apakah kita akan mampu melewatinya. Tak bisa dielakkan, pada tahapan tertentu di segala olahraga yang mengedepankan ketahanan, rasa sakit dan nyeri akan menyerang tubuh Anda. Rasa lelah bakal menimpa dan suara-suara yang berdenging di kepala Anda akan menjerit untuk meminta Anda berhenti mengayunkan kaki. Suara-suara ini bisa sangat negatif pengaruhnya, ujar King. Anda akan mulai bertanya apa yang sedang Anda lakukan dan mulai berdialog dengan diri sendiri untuk segera berhenti berlari. Sangat penting untuk diingat, kelelahan cenderung datang secara bergelombang dan perasaan yang intensif ini sifatnya sementara. Gunakan strategi-strategi berikut untuk melatih pikiran agar bisa mengendalikan rasa menyerah atau putus asa menjadi sebuah keinginan kuat untuk menuntaskan persoalan dan melanjutkan ayunan kaki ke garis finish.
#1 Berpikir Positif
Bawa pikiran Anda ke sesi latihan yang telah Anda lakukan ketika mulai merasa lelah. Panggil pikiran positif yang telah Anda tanam di alam bawah sadar. Sekarang, ubah segala pikiran negatif ke hal-hal yang positif. Sebagai contoh,Kaki saya tak mampu lagi melangkah. Saya harus berhenti. Kedua kata ini merupakan penyataan diri yang negatif dan pikiran seperti ini harus segera diadaptasi. Ubah pikiran ini ke pernyataan yang sifatnya sementara seperti ,Kaki saya lelah, ketimbang mengatakan,Kaki saya tak mampu melangkah lagi. Kemudian libatkan atau masukkan pikiran yang positif dan bisa dikendalikan seperti teknik berlari. Hasilnya harus berupa pernyataa yang positif seperti,Kaki saya mulai terasa lelah. Saya harus berkonsentrasi pada teknik berlari agar bergerak secara efisien.
#2 Gunakan Imajinasi untuk Mengendalikan Emosi
Salah satu strategi efektif untuk membangun emosi yang terkontrol adalah menggunakan imajinasi. Antisipasi situasi yang sulit dan bayangkan Anda mengatasinya dengan sukses, ujar King. Imajinasikan Anda berbicara dengan diri sendiri untuk merasa kuat, meminimalisasi pikiran negatif, meminimalisasi rasa lelah, atau menghindari cedera. Bayangkan Anda sedang berlari di perlombaan: Fokus pada setiap langkah dan mengenali mengenali masing-masing bagian yang akan membuat Anda terjatuh untuk menjadikannya lebih sederhana ditangani. Langkah ini akan membangun strategi efektif untuk keluar dari permasalahan saat emosi Anda mulai tak terkendali ketika berlari dalam perlombaan.

MENJELANG GARIS FINISH
#1 Lakukan Pengalihan
Alihkan diri Anda dari tugas utama saat berlomba masuk garis finish secepat mungkin. Coba hitung mundur dari angka 100, nyanyikan sebuah lagu, berdoa, atau memfokuskan diri pada penonton. Tapi ingat, pengalihan ini juga bisa gagal karena kerja mental yang luar biasa untuk mengabaikan rasa sakit, ujar Professor Matthew Buman, dari University of Florida.
#2 Kembangkan Sikap Positif
Ubah pandangan Anda. Jangan berpikir. Terlalu banyak usaha dan garis finish yang dikejar masih berada jauh di depan. Ketimbang berpikir, bikin saja pernyataan yang positif seperti,Saya telah menuntaskan 5 kilometer, tinggal 2,5 kilometer lagi yang harus ditempuh. Jika sasaran waktu yang ingin Anda raih lewat, bikin target yang baru, kali ini yang lebih realistis. Sejumlah pelari melafalkan mantra positif atau memvisualkan pencapaian finish yang kuat.
#3 Kendalikan Diri
Gelisah, frustasi, dan depresi adalah hal yang biasa terjadi ketika Anda berada di puncak kelelahan. Santai saja. Abaikan kecepatan berlari Anda dan nikmati aspek non-kompetitif dari perlombaan, Coba berlari dengan seorang teman atau kelompok. Sebuah penelitian menegaskan, cara ini membantu banyak pelari mengendalikan emosinya dan memelihara sikap positif saat berusaha menembus garis finish.

Hey, like this? Why not share it with a buddy?

Related Posts