Strategi Finish Strong di Lomba Triathlon

By:
Posted: January 17, 2019

BAGI ANDA yang terbiasa mengikuti lomba triathlon pasti memahami, persiapan yang dilakukan sebelum starting time jauh lebih penting ketimbang mengikat tali sepatu atau mengunjungi toilet portabel di race village. Coba untuk datang di lokasi lomba 90 menit sebelum gun time, sehingga Anda memiliki kesempatan mengambil paket (jika mungkin tiba di hari H), mengatur perlengkapan di area transisi, dan mendapatkan nomor lomba di tubuh Anda. Pastikan Anda memahami jalur masuk ke area transisi setelah menuntaskan fase berenang, seperti halnya arah untuk keluar, ketika Anda masuk fase bersepeda dan berlari.Ketika merasa perlengkapan sudah siap di tempatnya dan, tentu saja, siap digunakan, lakukan pemanasan dengan urutan fase triathlon yang terbalik: Berlarilah sedikit, kemudian bawa sepeda keluar dari area transisi untuk melakukan kayuhan pedal (pemanasan, dan kemudian meletakkannya kembali), dan pakai wetsuit, masuk ke air, dan berenang beberapa saat. Cara ini akan memastikan perlengkapan Anda siap digunakan. Jika Anda merasa grogi saat start, pergi ke samping dan hitung sampai lima setelah gun time. Ini akan menghindarkan Anda dari kerumunan peserta lainnya.
FASE BERENANG
Anda akan memulai lomba dalam sebuah gelombang keberangkatan bersama dengan triathlete lain yang berada di age group yang sama dengan Anda. Biasanya, gelombang keberangkatan ini dilakukan tiap beberapa menit sekali. Pastikan memfokuskan diri pada setiap kayuhan tangan yang Anda lakukan ketika berenang dan kendalikan kecepatan Anda.Setiap lima kayuhan atau lebih, angkat mata bukan seluruh kepala keluar dari air untuk melihat apakah Anda melaju di arah yang benar. Jika ini terlalu sulit, ubah cara renang Anda ke gaya bebas untuk mengecek lintasan lomba. Teruslah melaju, karena setelah masuk ke dalam air, memperoleh momentum adalah hal yang menghabiskan energi dan berat untuk dilakukan.Jika Anda bisa, berenang di belakang triathlete lain yang memiliki kecepatan sama dengan Anda untuk menghemat energi. Jangan mengangkat kepala keluar dari air terlalu sering untuk melihat posisi drafter (orang yang di depan Anda). Cukup cari tahu posisinya dan ikuti gelembung-gelembung air yang tercipta sebagai jejak pergerakannya.Saat keluar dari air, buka wetsuit Anda, tarik ke bawah hingga pinggang. Kemudian lepaskan semuanya di area transisi.
Transisi 1: Segera setelah Anda berada di area transisi, lepaskan wetsuit yang Anda kenakan, demikian pula kacamata renang dan cap. Keringkan telapak kaki sebelum memakai sepatu khusus bersepeda, pasang helm di kepala, dan bawa sepeda Anda. Sekarang saatnya untuk mengonsumsi makanan dan minuman? Sudah mendapatkan semuanya? Bawa sepeda ke rute bersepeda, di mana Anda bisa menungganginya.
FASE BERSEPEDA
Meski Anda merasa kuat (dan fase berenang telah berakhir), jangan memaksakan diri terlalu keras dan sisakan energi untuk fase berlari. Ada banyak finisher triathlon yang melintas di garis finish dengan berjalan kaki. Biasanya ini terjadi karena mereka tidak bisa mengukur pengerahan tenaga dengan baik, ujar pelatih triathlon Lesley Mettler. Di fase bersepeda, lakukan upaya di angka tujuh dari skala 1-10. Fase ini juga waktu terbaik untuk mengisi kembali bahan bakar karena cukup memudahkan Anda untuk makan dan minum.
Jika kaki otot-otot kaki terasa tegang, berdiri dengan bertumpu pada pedal untuk meregangkan betis dan hamstring. Pertahankan posisi agar selalu berada di lajur kanan, kecuali Anda mau melewati triathlete yang ada di depan Anda. Saat menyalip, Anda harus melakukannya dari lajur kiri. Katakan, On your left atau dari sisi kiri Anda untuk memberikan peringatan pada seseorang akan kehadiran Anda.
Drafting tidak diperbolehkan di sebagian besar lomba, dan Anda harus berjarak setidaknya tiga bodi sepeeda di belakang triathlete yang ada di depan Anda.
Transisi 2: Setelah fase bersepeda selesai, turun dari sepeda dan bawanya tunggangan Anda ke area transisi. Tempatkan di rak yang disediakan, lepas helm, ganti sepatu, dan segera keluar dari area transisi untuk berlari dengan ritme dan kecepatan yang stabil.
FASE BERLARI
Fokus pada ayunan kaki dan lengan Anda di kilometer pertama. Pada titik ini, di sebuah lomba triathlon, kaki Anda mungkin mulai terasa berat diayunkan. Namun tangan Anda yang masih segar karena baru diistirahatkan bisa memberikan bantuan. Kaki Anda harus sejajar dengan lengan. Jadi saya biasanya memikirkan tentang ayunannya ketika mulai merasa capek, ujar triathlete Olimpiade Sarah Haskins. Pada titik ini, upaya menempuh jarak 10K terasa seperti berlari half-marathon.

Hey, like this? Why not share it with a buddy?

Related Posts