7 Hal yang Terjadi Saat Anda Berhenti Mengonsumsi Alkohol

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

BERHENTI DARI KEBIASAAN mengonsumsi alkohol memang bukan hal yang mudah. Tetapi saat Anda bisa melakukannya, banyak manfat yang Anda dapatkan dari upaya tersebut, ujar Damon Raskin, M.D., seorang pakar pengobatan dari suatu ketergantungan. Dan berikut setidaknya tujuh hal yang terjadi saat Anda berhenti menenggak alkohol.
#1 MAKAN LEBIH SEDIKIT
Merujuk studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition, alkohol adalah salah satu pemicu yang mendorong Anda makan secara berlebihan. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Obesity menyebutkan, mungkin ini terjadi karena alkohol meningkatkan sensitivitas Anda terhadap aroma makanan. Peneliti menemukan, ketika orang menerima pasokan alkohol yang setara dengan dua shot, mereka mengonsumsi makanan 30 persen lebih banyak ketimbang yang tidak. Sedikit saja alkohol masuk ke tubuh Anda bisa meningkatkan aktivitas otak di bagian hypothalamus, yang membuat Anda sensitif terhadap aroma makanan dan mendorong Anda makan lebih banyak.
#2 KONSUMSI GULA MENINGKAT
Gula meningkatkan kadar dopamine, komponen kimia yang membangun kenyamanan dan kegembiraan, ujar Dr. Raskin. Alkohol melakukan hal yang sama. Jadi sangat mungkin ketika berhenti mengonsumsi alkohol, Anda akan mengambil kompensasi dengan mencari komponen pembangun kebahagiaan dari gula.
#3 MEMANGKAS BERAT BADAN
Konsumsi alkohol meningkatkan pasokan kalori ke tubuh tanpa Anda sadari. Hanya satu shot margarita mengandung 300 kalori atau lebih, yang sebagian besar dari gula. Sebuah penelitian menyebutkan, orang mengonsumsi 433 kalori tambahan di hari mereka menenggak alkohol dalam jumlah sedang. Pangkas alkohol dari rutinitas Anda dan jangan ganti posisinya dengan dessert. Dan Anda akan mulai memangkas berat badan tanpa terlalu banyak upaya.
#4 KULIT ANDA LEBIH SEHAT
Hanya beberapa hari saja berhenti menenggak alkohol akan membuat kulit Anda terlihat lebih sehat dan terhidrasi. Ini terjadi karena alkohol bersifat diuretik, yang memicu Anda selalu mengeluarkan cairan dari tubuh, ujar Dr. Raskin. Selain itu, alkohol juga mengurangi produksi hormon antidiuretik di tubuh Anda, yang membantu tubuh menyerap air. Selain itu, menenggak alkohol juga menyebabkan kulit di sekitar pipi dan hidung menjadi kasar dan terkesan layu. Gangguan lainnya seperti ketombe, eksim, atau rosacea juga meningkat.
#5 MENGHEMAT PENGELUARAN
Konsumsi alkohol utamanya wine yang bagus atau scotch habit adalah aktivitas yang mahal. Coba hitung rupiah demi rupiah pengeluaran Anda untuk kebiasaan menenggak alkohol ini, baik di rumah maupun di luar rumah. Angka yang Anda dapatkan bakal mengejutkan. Mungkin hal ini bisa membuka mata Anda dan memotivasi diri untuk berhenti mengonsumsi alkohol.
#6 SUASANA HATI MUDAH KACAU
Sangat untuk dipahami jika ada saat-saat ketika Anda merasa kehilangan dan ini (berhenti mengonsumsi alkohol) bisa membuat Anda mudah tersinggung, ujar Dr. Raskin. Orang kerap menggunakan alkohol sebagai obat untuk mengendalikan emosinya. Saat berhenti mengonsumsi alkohol, mereka mungkin merasa kacau dan gelisah, ujar Dr. Raskin.
#7 RISIKO KANKER MENURUN
Merujuk National Cancer Institute, konsumsi alkohol dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker mulut, usus, dan dubur. Makin tinggi konsumsi alkohol Anda, makin meningkat risikonya. Namun di sisi lain, sejumlah studi menunjukkan, konsumsi alkohol dalam jumlah sedang mungkin malah menurunkan risiko penyakit jantung. Beberapa penelitian lainnya menyebutkan, risikostroke, diabetes, dan kematian sedikit meningkat saat Anda berhenti mengonsumsi alkohol.

More to explorer

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *