3 Manfaat Alpukat untuk Kesehatan Anda

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

ANDA MUNGKIN SANGAT MENGENAL buah ini alpukat. Berkulit tebal, memiliki daging buah yang lembut (jika matang), dan dicap sebagai makanan yang dianggap mampu memberikan efek afrodisiak. Tetapitiga hal berikut ini bisa memaksa Anda menjadikannya bagian dari rutinitas makanan yang Anda santap.
#1 GUDANG VITAMIN
Buah ini memiliki kandungan vitamin C, K, B, dan E. Itu baru sebagian kecil yang dimiliki apokat. Buah ini juga mengandung folat, magnesium, copper, zat besi, dan zinc kelompok nutrisi yang membantu tubuh Anda tetap bugar dan sehat. Dan ini yang penting buat Anda, alpukat mengandung potasium lebih banyak dari pisang. Mengapa potasium penting? Sejumlah studi menunjukkan pasokan potasium yang tinggi ke tubuh mengurangi tekanan darah, yang Anda pasti paham, adalah faktor utama penyebab stroke, gagal ginjal, dan serangan jantung.
#2 KANDUNGAN LEMAK TINGGI
Alpukat kaya kandungan lemak. Sekitar 77 persen kalori dari buah ini berasal dari lemak. Bisa dikatakanalpukat adalah makanan paling berlemak di bumi. Tetapi mengapa kita harus mengonsumsinya? Pertama, mereka tidak mengandung lemak jenuh. Bahkan Anda akan menemukan oleic acid, asam lemak tak jenuh yang juga terdapat pada minyak zaitun dan memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Sebuah penelitian baru yang dipublikasikan di jurnal Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology menunjukkan, oleic acid membantu mengurangi inflamasi dan memiliki efek yang menguntungkan pada gen kanker.
#3 KAYA SERAT
Jika potensi potasium yang dimiliki buah ini masih belum menggerakkan Anda untuk mengonsumsinya, mungkin hal yang satu ini kandungan seratakan membuat Anda mempertimbangkannya. Satu porsi alpukat (100 gram) mengandung tujuh gram serat larut. Jumlah itu setara dengan 27 persen kebutuhan harian akan serat. Serat larut telah terbukti memelihara bakteri baik di pencernaan, membantu menurunkan berat badan, dan mengurangi lonjakan gula darah. Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Nutrition menemukan, serat pangan membantu mengendalikan tingkat energi dan mempertahankan rasa kenyang lebih lama.

More to explorer

5 Cara Bebas dari Gangguan Kesehatan

HARI-HARI selalu berada di bawah ancaman bahaya, mulai dari smartphone yang berdering ketika sedang mengemudikan kendaraan hingga gambar porno kiriman teman yang

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *